Sedang Dalam Perjalananpun, Shalat Itu Wajib loh !

Kubah Masjid – Assalamu’alaikum sahabat Kubah Masjid. Artikel kali ini kita akan membahas tentang cara atau teknis mengerjakan salah satu kewajiban kita yang tidak boleh kita lalaikan baik dalam kondisi apapun dan dimanapun kita berada, tepatnya ketika kita sedang di dalam perjalanan.

 

Ya shalat adalah tiang agama kita, dan barang siapa yang meninggalkan shalat maka dia serupa dengan menghancurkan agama. Nah dalam Islam segala sesuatunya sudah ada aturannya dalam melakukan setiap tindak tanduk kegiatan kita.

 

Syarat sah shalat salah satunya adalah menghadap ke arah kilat, dan shalat kita dikatakan  tidak sah apabila syarat wajib menghadap kiblat ini tidak kita dipenuhi. Allah Ta’ala berfirman pada QS – Al Baqarah : 144 yang artinya  “Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya”

 

Dari terjemahan ayat Al Qur’an itu dapat kita pahami bahwa shalat wajib yang kita kerjakan dalam lima waktu itu wajib hukumnya dilaksanakan di darat dan seyogyanya shalat ini tidak boleh dikerjakan di atas kendaraan, hal ini disebabkan jika shalat di atas kendaraan maka sulit menghadap kiblat dengan benar.

Baca juga :Sejarah Masjid Agung Button

Namun dalam hal shalat sunnah, ada beberapa dalil yang menyatakan boleh untuk dilakukan di atas kendaraan apabila  sedang dalam perjalanan.

 

Sebenarnya dalam melaksanakan shalat dikendaraan tata cara pengerjaannya sama dengan shalat yang kita lakukan seperti ketika di darat. Yakni hal hal yang menjadi rukun dari shalat tidak boleh salah satupun kita hilangkan, terkecuali ada udzur syar’i.

 

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah ditanyai oleh Ibnu Abbas :

“Wahai Rasulullah, bagaimana cara shalat di atas perahu? beliau bersabda: ‘shalatlah di dalamnya sambil berdiri, kecuali jika engkau takut tenggelam‘” (HR. Ad Daruquthni 2/68 )

 

Syaikh Al Albani berkata: “hukum shalat di atas pesawat sama seperti shalat di atas perahu. Shalat dilakukan sambil berdiri jika mampu, jika tidak mampu maka sambil duduk, rukuk dan sujudnya dengan isyarat” (Ikhtiyarat Imam Al Albani, 117).

 

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin menyampaikan fatwa bahwa ketika ia berada di atas juga menjelaskan tata cara shalat di atas pesawat: “shalat dilakukan dengan menghadap kiblat sambil berdiri, jika masih memungkinkan, dan juga rukuk seperti biasa jika bisa. Sujud dilakukan sambil duduk atau dengan isyarat karena sepengetahuan saya tidak mungkin melakukan sujud ketika di pesawat. Karena jarak antar tempat duduk sangat dekat. Allah Ta’ala berfirman:

 

“Bertaqwalah kepada Allah semampu kalian” (QS. At Taghabun: 16)

 

Dan Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

 

“Apa yang aku perintahkan kepada kalian, kerjakanlah sesuai kemampuan kalian” (HR. Al Bukhari, Muslim)

 

Allah Subhana wa Ta’ala juga berfirman:

“Peliharalah segala shalat (mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah karena Allah (dalam salatmu) dengan khusyuk” (QS. Al Baqarah: 238)

Syaikh Musthafa Al Adawi sewaktu mendapatkan pertanyaan mengenai shalat di mobil (baik bus dan sejenisnya), beliau menjelaskan caranya: “jika kalian bersafar untuk jarak tempuh yang cukup jauh dan tidak memungkinkan untuk berhenti, shalatlah sambil duduk, karena Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

 

CV Micro 2000 adalah Kontraktor Pekerjaan Kubah Masjid yang sudah teruji dan berpengalaman. Kami memilih specialis pembangunan Masjid khususnya Kubah Masjid dengan bahan panel, enamel. Silahkan hubungi kami:
Alamat : Jln Jeruk No 50 B, Wage – Sidoarjo
Tlp : 081 83 81 781
Contak Person : Ir. Faizal Muzamil

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top