Bangunan masjid sejak lama dikenal dgn ciri khas kubahnya. Hampir semua orang ketika melihat sebuah masjid, yg pertama terbayang adalah bentuk kubah yg berada tepat di bagian tengah atap. Banyak yg mengira kubah adalah arsitektur asli budaya Islam, krn memang sebagian besar masjid di berbagai negara memakai elemen ini secara menonjol dlm desainnya. Padahal, kalau ditelusuri lebih jauh, sejarahnya tidak sesederhana itu.
Bentuk dasar kubah pada umumnya menyerupai separuh lingkaran. Namun, dlm perkembangan arsitektur, muncul variasi lain seperti bentuk kerucut, piringan besar, sampai bentuk bawang yg sering kita jumpai pada masjid-masjid bergaya Timur Tengah. Penamaannya pun diambil dari benda yg dianggap paling mirip dgn tampilannya. Di lapangan, sy juga sering menemui kubah dgn bentuk yg agak unik, terutama di daerah tertentu. Biasanya hal itu krn menyesuaikan adat, karakter lokal, atau identitas budaya setempat yg memang ingin ditonjolkan.
Jika menilik sejarahnya, kubah masjid pertama kali dibangun pada masa kekhalifahan Abdul Malik sekitar tahun 685–688 M. Struktur awal ini berdiri di Masjid Umar Yerussalem, yg dikenal pula sebagai Masjid Kubah Batu atau Dome of The Rock. Dari titik inilah arsitektur kubah mulai menyebar ke wilayah-wilayah Islam lainnya—Mesir, Iran, Pakistan, India, hingga kawasan Asia Tengah. Di berbagai negara Arab pun, kubah makin populer dan akhirnya menjadi bagian yg seolah-olah tidak terpisahkan dari desain masjid.
Di Indonesia, perjalanan kubah sebagai elemen bangunan masjid terbilang lebih muda. Keberadaannya baru benar-benar dikenal sekitar abad ke-19 M, bahkan di Pulau Jawa baru mulai populer pada abad ke-20. Sblm era tersebut, masjid di Jawa umumnya memakai bentuk atap tajug atau menyerupai rumah Joglo—seperti Masjid Agung Demak dan Masjid Agung Banten. Arsitektur ini jauh dari kesan kubah modern yg kita lihat sekarang.
Melihat perkembangan zaman, kubah akhirnya menjadi simbol visual masjid. Padahal, pada masa Rasulullah SAW, bangunan masjid justru sangat sederhana, berbentuk segi empat, dan atapnya dibuat dari pelepah kurma. Artinya, kubah bukanlah warisan asli arsitektur Islam, melainkan adopsi budaya yg kemudian berkembang pesat krn banyaknya masjid yg menggunakannya. Persepsi pun terbentuk: kalau ada kubah, orang langsung menganggap itu adalah masjid.
Ada beragam pendapat mengenai asal mula kubah. Beberapa ahli menyebut bahwa bangsa Mesopotamia lah yg pertama kali mengenal bentuk kubah sekitar 6000 tahun silam. Namun ada pula yg mengatakan bahwa kubah baru muncul dan berkembang pesat pada masa Imperium Romawi. Bahkan dlm sejarahnya, justru bangunan-bangunan gereja Kristen yg lebih dulu mempopulerkan struktur kubah. Seiring waktu, arsitektur ini mulai diadopsi oleh peradaban Islam. Awalnya ukurannya kecil saja, tapi krn terinspirasi megahnya kubah-kubah Romawi dan gereja besar, umat Islam mulai membangun kubah dgn skala lebih besar, lebih tinggi, dan lebih artistik.
Saat ini, perkembangan bahan kubah sudah sangat maju. Banyak masjid memilih menggunakan kubah modern seperti kubah enamel, baik krn daya tahannya yg tinggi maupun tampilannya yg lebih presisi. Jika Anda ingin mempelajari lebih dalam mengenai jenis kubah modern yg biasa dipakai arsitek saat ini, Anda bisa membaca referensi tambahan di salah satu website kami yg membahas topik terkait secara lebih teknis. (referensi: kubahpanel.com)
Penjelasan singkat di atas menggambarkan bahwa kubah sebenarnya bukan bagian bawaan dari budaya Islam, melainkan elemen arsitektur yg kemudian menjadi ciri khas krn penggunaannya semakin meluas. Hingga kini, kubah tetap menjadi identitas visual penting bagi bangunan masjid, baik di Indonesia maupun di berbagai belahan dunia.
Sebagai kontraktor yg fokus pada pekerjaan kubah, sy dan tim di CV. MICRO 2000 telah mengerjakan berbagai jenis kubah artistik, mulai dari kubah panel, kubah warna-warni, hingga kubah enamel yg tampilannya jauh lebih presisi dan tahan cuaca. Jika Anda sedang merencanakan pembangunan atau renovasi masjid, produk kubah enamel dapat menjadi pilihan yg modern dan kuat untuk jangka panjang. Untuk melihat spesifikasi dan keunggulannya, Anda bisa membaca lebih lengkap dlm artikel kami tentang Kubah Enamel.
Dengan pengalaman bertahun-tahun, kami siap membantu merancang dan memproduksi kubah masjid dgn desain yg sesuai kebutuhan, baik dari sisi estetika maupun kekuatan konstruksi. Anda bisa menghubungi kami kapan saja untuk konsultasi atau permintaan penawaran pembuatan kubah bagi masjid yang sedang Anda kelola.