Masjid Agung Damaskus, Gereja Yang Jadi Saksi Peradaban Islam Dunia

Kubah Masjid – Menelusuri peradaban Islam tidak akan terasa lengkap rasanya apabila tidak mengulas terkait Suriah. Di Suriah, sejarah kejayaan Islam masih disimpan di dalam Masjid Agung Damaskus atau yang lebih terkenal dengan sebutan Masjid Umayyah. Pada masanya, Masjid Agung Damaskus adalah masjid yang pernah ditetapkan sebagai masjid paling besar di dunia.

Riwayatnya, seorang tokoh Islam Sultan Saladin atau Sultan Salahuddin Al-Ayubi dimakamkan di kawasan masjid tertua di dunia ini. Salah satu makam yang ada di areal masjid ini dipercaya masyarakat Damaskus sebagai tempat bersemayamnya Nabi Yahya A.S, tokoh yang pula diketahui oleh kaum Nasrani selaku Johanes Sang Pembabtis (John The Baptist).

Tak hanya diagungkan oleh umat Islam dan Nasrani, masjid Damaskus juga menjadi tempat lahirnya peradaban baru. Masjid ini menjadi saksi ditemukannya teknologi jam matahari pertama yang dibuat oleh Ala Al-Din Abu Al-Hasan Ali Bin Ibrahim Ibnu Al-Shatir. Itu lah mengapa masjid ini dibangun di jantung kota Damaskus.

Sejarah Berdirinya Masjid Agung Damaskus

Dalam catatan sejarah, Kota Damaskus kerap disebut sebagai kota tertua yang dihuni manusia pada masa sebelum masehi. Kala itu, Masjid Agung Damaskus sudah berdiri sebagai bangunan suci yang dijadikan lokasi pemujaan selama lebih dari 3.000 tahun.

Di awal tahun sebelum masehi, masjid ini digunakan oleh bangsa Aram sebagai kuil pemujaan Dewa Badai dan Dewa Petir yang dijuluki Dewa Hadad. Singkat cerita, di awal abad masehi, Bangsa Romawi merebut kekuasaan Damaskus dan mendirikan sebauh kuil Temenus untuk memuja Dewa Jupiter di bekas reruntuhan kuil Aram.

Setelah kekuasaan Romawi runtuh di tanah Suriah, bekas kuil tersebut digunakan sebagai gereja yang didedikasikan untuk Yohanes Sang Pembabtis atau Nabi Yahya A.S. Masjid Damaskus dijadikan tempat ziarah oleh umat nasrani.

BACA JUGA: Menelusuri Asal usul Islam Kota Reog Di Masjid Agung Ponorogo

Pada tahun 653 masehi, Damaskus dikepung oleh pasukan Islam yang dipimpin oleh Khalid Bin Walid. Ribuan pasukan Islam itu mengepung Damaskus dari segala penjuru yaitu dari Gerbang Timur atau Thomas Gate yang dipimpin oleh Amru Bin Ash, Orchards Gate yang dipimpin oleh Sharbabil, Water Through Gate dipimpin oleh Abu Ubaudah, dan dari Small Gate yang dipimpin oleh Abi Sofyan. Pengepungan dari segala penjuru itu pun membuahkan kemenangan oleh pasukan Khalid Bin Walid.

Kekuasan Islam pada masa itu tidak serta merta membuat umat nasrani terusir dari Damaskus. Sejarah mencatat bahwa Khalid Bin Walid membagi separuh masjid menjadi gereja untuk ibadah umat nasrani yang masih tinggal di kawasan Damaskus.

Masjid Damaskus menjadi saksi betapa harmonisnya kehidupan Islam dan Nasrani pada masa itu. Mereka beribadah di satu tempat yang sama selama 79 tahun lamanya. Saat Islam mengumandangkan adzan, umat nasrani pun membunyikan lonceng.

Pembangunan Masjid Damaskus

Untuk membangun sebuah rumah ibadah yang megah, Khalid Bin Walid memerlukan waktu 10 tahun guna merampungkan masjid berukuran 150 x 100 meter. Masjid ini mengalami beberapa kali renovasi pada thaun 1069 – 1401. Renovasi terakhir dikerjakan pada tahun 1893, dan bentuk bangunannya bisa kita saksikan sampai saat ini.

Masjid ini juga menjadi tempat lahirnya arsitektur Islami yang identic dengan lengkungan (horse shoe arch), menara, dan ornament-ornamen khas Timur Tengah. Jika diamati, arsitektur masjid Damaskus tercipta dari perpaduan antara budaya Romawi dan Islam. Masjid ini mungkin menjadi bangunan ibadah yang menggunakan lapisan emas terbesar di dunia hingga saat ini.

Nah, itu dia Masjid Agung Damaskus, Gereja Yang Jadi Saksi Peradaban Islam Dunia. Jika Anda mencari  Jasa Kontraktor Kubah Masjid, Spesialis Kubah Masjid Enamel, Produsen Kubah Masjid Panel, Kubah Warna Warni, Kami CV. MICRO 2000 akan membantu Anda dalam merancang dan memproduksi Kubah artistik dengan berbagai Motif Kubah Masjid untuk Masjid yang Anda pesan.

Alamat : Jln Jeruk No 50 B, Wage – Sidoarjo
Tlp : 081 83 81 781
Contak Person : Ir. Faizal Muzamil