Menelusuri Asal usul Islam Kota Reog Di Masjid Agung Ponorogo

Kubah Masjid – Siapa sih yang belum mengenal Kota Ponorogo? Bahkan negara tetangga pernah mengklaim Nama Reog Ponorogo yang mendunia. budaya Jawa begitu dikenal di Kota Reog ini. Kota yang berada di Jawa Timur ini juga dikenal khalayak sebagai kota santri.

Di Ponorogo, banyak sekali terlihat berbagai pondok pesantren yang ada. Podok pesantren disini memiliki santri yang datang menimba ilmu di kota ini dari berbagai penjuru daerah di Indonesia bahkan ada yang dari luar negeri. Pondok Modern Darussalam Gontor merupakan salah satu pondok pesantren yang terkenal di Ponorogo.

Pondok pesantren Gontor populer dengan sistem pembelajaran modern. Tidak semacam pondok pesantren mayoritas, para santri di pondok ini tidak diharuskan menggunakan sarung serta kopiah. Mereka terlebih lagi menggunakan seragam modern berbentuk jaket serta gamis, komplit dengan sepatu pantofel serupa di sekolah modern.

Kebudayaan Islami berbaur dengan adat Jawa amat nampak dari kehidupan warga Ponorogo. Raden Mas Adipati Aryo Tjokronegoro, bupati Ponorogo ataupun yang disaat ini disebut bupati mendirikan suatu masjid di dekat alun- alun Kota Ponorogo.

Pelajaran di pondok pesantren ini juga lebih beraneka ragam. Tidak cuma menekuni serta menelaah Al- Qur’ an serta buku, para santri pula diharuskan memahami beraneka ragam bahasa dunia, semacam Inggris serta Arab. Tidak heran bila para santri alumnus pondok pesantren ini memahami beraneka ragam ilmu tidak hanya ilmu agama Islam.

Asal usul Masjid Agung Ponorogo

Masjid Agung Ponorogo itu telah terdapat semenjak tahun 1858 dahulu. Saat sebelum dibentuk jadi masjid agung, di areal itu ada suatu mushola kecil yang kabarnya dijadikan selaku tempat perlindungan Ki Glendung, ataupun Abdur Rahmah, seseorang ulama yang diinginkan Belanda pada era kolonialisme.

Raden Mas Aryo Tjokronegoro mendesain Masjid Agung Ponorogo yang terdiri dari 2 gedung penting. Masjid itu mempunyai pilar berjumlah 16 buah yang terbuat dari kusen asli. Kabarnya, pilar asli itu terbuat dari satu buah tumbuhan asli raksasa yang digarap oleh pandai ahli dari kerajaan Solo, Jawa Tengah.

Tjokronegoro menjalankan ritual spesial disaat membuat masjid ini, di mana semua pekerjanya harus dalam kondisi bersih disaat menyelesaikan gedung. riwayat setempat mengatakan kalau cara pembuatan masjid ini tidak memakai alat- alat pertukangan spesial, para pekerja cuma dimohon membaca puji- pujian pada Allah SWT dikala bertugas.

9 kubah itu dibikin sebagai ikon dari 9 wali( Wali Songo) yang menebarkan Islam di Pulau Jawa. Karakteristik khas yang lain yang nampak merupakan barisan tumbuhan buah Sawo yang ditanam di sepanjang jalur yang dibentuk antara gedung penting masjid dengan tower.

BACA JUGA: Kontraktor Yang Jual Kubah Masjid Terbaik Di Surabaya

Sampai disaat ini, gedung masjid sudah alami peremajaan sejumlah 3 kali, ialah pada tahun 1975 di era Bupati Soemadi, pada tahun 1984 di era Bupati Soebarkan, serta yang terakhir dilakukan pada tahun 1995 di bawah arahan Bupati Markum Singodimedjo. Perbaikan terakhir memakan anggaran sebesar Rp. 125 juta guna membuat tower pada areal depan gedung masjid.

Walaupun direnovasi hingga 3 kali, rancangan gedung masjid masih menjaga arsitektur asli yang terpelihara dengan bagus hingga saat ini. Ada karakteristik khas yang nampak nyata pada gedung masjid ini, ialah 9 kubah bercorak hijau.

Nah, itu dia Masjid Agung Ponorogo Di Kota Reog. Jika Anda mencari  Jasa Kontraktor Kubah Masjid, Spesialis Kubah Masjid Enamel, Produsen Kubah Masjid Panel, Kubah Warna Warni, Kami CV. MICRO 2000 akan membantu Anda dalam merancang dan memproduksi Kubah artistik dengan berbagai Motif Kubah Masjid untuk Masjid yang Anda pesan.

Alamat : Jln Jeruk No 50 B, Wage – Sidoarjo
Tlp : 081 83 81 781
Contak Person : Ir. Faizal Muzamil