CV MICRO 2000
Kubah masjid
CV.MICRO 2000

Tlp : 081 83 81 781
081234 855 844
CP: Ir. Faizal Muzamil
Email :Faizalklm@gmail.com

SEJARAH 7 MASJID DI INDONESIA

1. MASJID AGUNG, DEMAK
Didirikan oleh R. Patah pada abad ke 15 M bersama dengan Wali Songo. Masjid ini pada mulanya diberi nama Masjid Pesantren Glagahwangi . Masjid ini dipercayai pernah menjadi tempat berkumpulnya para ulama (wali) yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa yang disebut dengan Walisongo.

Masjid ini mempunyai empat tiang utama bangunan induk atau disebut juga dengan nama saka guru. Salah satu dari tiang utama tersebut konon berasal dari serpihan-serpihan kayu, sehingga dinamai saka tatal. Bangunan serambi merupakan bangunan terbuka & Atapnya berbentuk limas yang ditopang delapan tiang yang disebut Saka Majapahit.  Atap limas Masjid terdiri dari tiga bagian yang menggambarkan ;

(1) Iman

(2) Islam

(3) Ihsan

Di Masjid ini juga terdapat “Pintu Bledeg” yang dapat dibaca Naga Mulat Salira Wani. Dengan makna tahun 1388 Saka atau 1466 M, atau 887 H.Selain itu dialam komplek Masjid Angung Demak juga terdapat beberapa makam para raja Kesultanan Demak beserta para abdinya. Di kompleks ini juga terdapat  pula Museum Masjid Agung Demak yang berisi tentang riwayat masjid agung demak.

Masjid Agung Demak dicalonkan untuk menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1995.

2. MASJID SULTAN SURIANSYAH, BANJARMASIN
Merupakan Masjid tertua yang ada di Kalimantan selatan atau sering juga di sebut dengan Masjid Kuin.  Dinamakan Masjid Kuin Karena terletak ditepi singai Kuin, masjid ini dibangun pada masa pemerintahan Sultan Suriansyah (1526-1550) yaitu seorang Raja Banjarmasin pertam yang memeluk agama Islam.

Masjid ini memiliki bentuk arsitektur tradisional Banjar, Dengan konstruksi panggung dan beratap tumpang. Pada bagian mihrab masjid ini memiliki atap sendiri yang terpisah dengan bangunan induk. Masjid ini juga memiliki 2 buah inskripsi  yang tertulis pada bidang berbentuk segi delapan berukuran 50 cm x 50 cm yakni pada dua daun pintu Lawang Agung.

Selain itu Pada mimbar yang terbuat dari kayu ulin juga terdapat pelengkung mimbar dengan kaligrafi berbunyi “Allah Muhammadarasulullah”. Pada bagian kanan atas terdapat tulisan “Krono Legi : Hijrah 1296 bulan Rajab hari Selasa tanggal 17″, sedang pada bagian kiri terdapat tulisan : “Allah subhanu wal hamdi al-Haj Muhammad Ali al-Najri”. Ini berarti  pada hari Selasa Legi tanggal 17 Rajab 1296 mimbar dibuat, atas nama Haji Muhammad Ali al-Najri.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3. MASJID RAYA BAITURRAHMAN, BANDA ACEH

Merupakan Masjid Kesultanan Aceh  sewaktu Belanda menyerang kota Banda Aceh  namun pada tahun 1873, masjid ini dibakar  kemudian pada tahun 1875 Belanda membangun kembali sebuah masjid sebagai penggantinya. masjin Baiturrahman ini adalah satu-satunya masjid yang tidak rubuh saat di terjang sunami yang terjadi di Aceh.

Mesjid ini  memiliki kubah tunggal dan dapat diselesaikan pada tanggal 27 Desember 1883. Selanjutnya Mesjid ini diperluas menjadi 3 kubah pada tahun 1935. Dan yang terakhir diperluas lagi menjadi 5 kubah (1959-1968). Mesjid ini kemudian telah diperluas dan saat ini memiliki 7 kubah.

Masjid  Baiturrahman ini merupakan salah satu masjid yang terindah di Indonesia yang memiliki bentuk yang manis, ukiran yang menarik, halaman yang luas dan terasa sangat sejuk apabila berada di dalam ruangan masjid tersebut.

4. MASJID SULTAN TERNATE, MALUKU
Masjid Sultan Ternate  terletak di kawasan Jalan Sultan Khairun  Kota Ternate  Provinsi Maluku Utara. Masjid ini menjadi bukti keberadaan Kesultanan Islam pertama di kawasan timur Nusantara ini. Kesultanan Ternate mulai menganut Islam sejak raja ke-18, yaitu Kolano Marhum yang bertahta sekitar 1465-1486 M[1]. Pengganti Kolano Marhum adalah puteranya, Zainal Abidin (1486-1500), yang makin memantapkan Ternate sebagai Kesultanan Islam dengan mengganti gelar Kolano menjadi Sultan.

Sebagaimana Kesultanan Islam Masjid Sultan Ternate dibangun di dekat Kedaton Sultan Ternate, tepatnya sekitar 100 meter sebelah tenggara kedaton. Posisi masjid ini tentu saja berkaitan dengan peran penting masjid dalam kehidupan beragama di Kesultanan Ternate. Tradisi atau ritual-ritual keagamaan yang diselenggarakan kesultanan selalu berpusat di masjid ini.

Bangunan Masjid Ternate ini terbuat dari komposisi bahan yang  dari susunan batu dengan bahan perekat dari campuran kulit kayu pohon kalumpang. Sementara arsitekturnya mengambil bentuk segi empat dengan atap berbentuk tumpang limas, di mana tiap tumpang dipenuhi dengan terali-terali berukir. Arsitektur ini nampaknya merupakan gaya arsitektur khas masjid-masjid awal di Nusantara.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5. MASJID ISTIQLAL, JAKARTA
Masjid ini dibangun pada 24 Agustus 1951 oleh preiden pertama Ir. Soekarno. Masjid yang berada di tepi sungai Ciliwung dan terletak sebelah timur laut dari Monas itu merupakan masjid terbesar se-Asia Tenggara.

Kompleks masjid ini berada di bekas Taman Wilhelmina, di timur laut lapangan Medan Merdeka yang ditengahnya berdiri Monumen Nasional (Monas).  Bangunan utama masjid ini terdiri dari lima lantai dan satu lantai dasar. Masjid ini memiliki gaya arsitektur modern dengan dinding dan lantai berlapis marmer, dihiasi ornamen geometrik dari baja antikarat. Bangunan utama masjid dimahkotai satu kubah besar berdiameter 45 meter yang ditopang 12 tiang besar. Menara tunggal setinggi total 96,66 meter menjulang di sudut selatan selasar masjid. Masjid ini jug dapat  menampung lebih dari dua ratus ribu jamaah

Setiap Hari Besar Islam seperti ; Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha, Tahun Baru Hijriyah, Maulid Nabi Muhammad dan Isra dan Mi’raj, Presiden Republik Indonesia selalu mengadakan kegiatan keagamaan di masjid ini yang disiarkan secara langsung melalui televisi nasional  maupun swasta.

 

 

 

 

 

 



6. MASJID TIBAN , MALANG                                                                                                 Pada abad ke-18. Konon masjid ini berdiri hanya 1 malam saja yang berupa 4 pilar yang atasnya diberi cungkup. uniknya lagi pilar0pilar tersebut saat diteliti hanya berupa kumpulan tatal (serpihan kayu) seperti yang dibuat oleh Sunan Kalijaga, keunikan lainnya yaitu, masjid tersebut memiliki sumur yang mempunyai air yang selalu jernih dan tidak pernah surut saat musim kemarau.

Disebut Masjid tiban karena Konon masjid yang sangat megah ini dibangun tanpa sepengetahuan warga sekitar dan hanya dalam waktu hanya semalam. Pondok Pesantren tersebut dibangun oleh Romo Kiai Haji Ahmad Bahru Mafdlaluddin Shaleh Al-Mahbub Rahmat Alam, atau yang akrab disapa Romo Kiai Ahmad.

Arsitek dari pembangunan ponpes ini bukanlah seseorang yang belajar dari ilmu arsitektur perguruan tinggi, melainkan hasil dari istikharah pemilik pondok, KH Achmad Bahru Mafdloludin Sholeh. Karenanya, bentuknya menjadi sangat unik, seperti perpaduan timur tengah, china dan modern. Untuk pembangunannya pun tidak menggunakan alat-alat berat dan modern seperti halnya untuk membangun gedung bertingkat. Semuanya dikerjakan oleh para santri yang berjumlah 250 orang dan beberapa penduduk di sekitar pondok.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

7. MASJID AL-AKBAR , SURABAYA                                                                                         Pembangunan Masjid ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Presiden RI Try Sutrisno. Namun karena krisis moneter pembangunannya dihentikan sementara waktu. Tahun 1999, masjid ini dibangun lagi dan selesai tahun 2001. Pada 10 November 2000, Masjid ini diresmikan oleh Presiden RI KH. Abdurrahman Wahid.

Luas bangunan dan fasilitas penunjang max adalah 22.300 meter persegi, dengan rincian panjang 147 meter dan lebar 128 meter. Bentuk atap MAS terdiri dari 1 kubah besar yang didukung 4 kubah kecil berbentuk limasan serta 1 menara. Keunikan bentuk kubah MAS ini terletak pada bentuk kubah yang hampir menyerupai setengah telur dengan 1,5 layer yang memiliki tinggi sekitar 27 meter.

Masjid Al-Akbar memiliki 45 pintu  dengan daun pintu (bukaan) ganda yang berarti dibutuhkan 90 daun pintu dengan ukuran masing-masing . Pintu itu terbuat dari kayu jati yang didatangkan khusus dari Perhutani dan dibuat oleh para pengrajin dari Surabaya.

 

Tag:

Leave a Reply

Galery
Museum Olahraga

Kubah Masjid Poltek Semarang
Kubah Emas Palembang
Untuk melihat gambar yang lainnya klik Disini

Kubah Masjid