Ini ulasan Masjid Qiblatain Madinah

Posted by
Masjid Qiblatain Madinah
Masjid Qiblatain Madinah

Masjid Qiblatain mula-mula dikenal dengan nama masjid Bani Salamah

karena masjid ini dibangun di atas bekas rumah Bani Salamah.

Lokasi Masjid Masjid Qiblatain Madinah

Letaknya di tepi jalan menuju kampus Universitas Madinah di dekat Istana Raja ke jurusan Wadi Aqiq atau di atas sebuah bukit kecil di Utara Harrah Wabrah, Madinah.

Pada permulaan Islam, orang melakukan shalat dengan menghadap kiblat ke arah Baitul Maqdis di Yerussalem/Palestina.

Wisata Masjid: Masjid Laksamana Cheng Hoo Surabaya

Pada tahun ke 2 Hijriyah hari Senin bulan Rajab waktu dhuhur di masjid Salamah ini, tiba-tiba turunlah wahyu surat Al Baqarah ayat 144.

ini 13 pilihan motif kubah masjid yang bagus

Dalam shalat tersebut mula-mula Rasulullah SAW menghadap ke arah masjidil Aqsa tetapi setelah turun ayat tersebut di atas, beliau menghentikan sementara

Kemudian meneruskan shalat dengan memindahkan arah kiblat menghadap ke Masjidil Haram.

Adapun wahyu yang diturunkan Allah untuk mengubah arah kiblat tersebut :
Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Allahnya dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan”. (Albaqarah: 144).

cara menghitung volume kubah masjid dan siapa kontraktornya?

Merujuk dengan peristiwa tersebut, lalu Masjid ini dinamakan Masjid Qiblatain, yang artinya masjid berkiblat dua.

Menurut sejarah, Masjid Qiblatain ini adalah masjid pertama yang didirikan oleh Rasullulah sewaktu mampir di Quba dalam perjalanan (hijrah) beliau ke Madinah.

Masjid Qiblatain, merupakan salah satu tempat ziarah di Madinah bagi jamaah haji maupun umrah dari seluruh dunia.

Masjid Qiblatain mengalami beberapa kali pemugaran di antaranya pada tahun 893 H atau 1543 M oleh Sultan Sulaiman.

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sekarang juga mengadakan perluasan dan pembangunan konstruksi baru, namun tidak menghilangkan ciri kas masjid tersebut.

Baca juga;

Silahkan Comment disini