Arsitektur Masjid Tua; Masjid Babussalam Gelumbang Palembang

Posted by
Masjid Babussalam Gelumbang Palembang
Masjid Babussalam Gelumbang Palembang

Seperti apa arsetiktur masjid tua ini? hingga saat ini informasi masjid tua ini masih belum ditemukan baik prasasti ataupun dokumen yang bisa menjelaskan arsitektur atau mengenai waktu dan pendiri pertama dari Masjid Babussalam Gelumbang di Palembang ini.

Setelah bangunan lama tidak bisa menampung jamaah, struktur atap mengalami kerusakan yang semakin parah.

Arah kiblat masjid yang tidak lagi akurat maka para tokoh masyarakat memiliki kesepakatan untuk merobohkan masjid tersebut pada tahun 1978.

Presiden Resmikan Masjid Bani Umar di Graha Bintaro

Lalu menggantinya dengan masjid yang berukuran lebih besar dari sebelumnya di tempat yang sama.

Sebelumnya bentuk masjid Babussalam mirip dengan masjid-masjid lain yang ada di desa-desa lain yang ada di sekitar Kelurahan Gelumbang yang meniru bentuk dari Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II di Kota Palembang.

Masjid ini memiliki atap yang disusun tanpa kubah.

Lalu disangga oleh empat sokoguru (tiang) yang terbuat dari kayu.

Struktur atap yang juga terbuat dari kayu, dinding yang terbuat dari batu bata, berjendela besar.

Ini rincian lengkap arsitektur Masjid Istiqlal Jakarta

Dengan sebuah menara berdiri sendiri yang tidak terlalu tinggi.

Interior Masjid Babussalam Gelumbang

Ditemukan fakta bahwa tembok masjid itu menggunakan batu bata biasa yang ukurannya jauh lebih besar dari batu bata biasa yang ukurannya benar-benar sama dengan reruntuhan bangunan Belanda di sekitar Sekolah Dasar Negeri-1.

Puncak atap masjid dihiasi dengan mahkota yang berupa kayu ukir yang ditambahi dengan aksesoris berupa ornamen kawat baja.

Sedangkan pada bagian ujung 4 penjuru atap dihiasi dengan ornamen-ornamen yang terlihat seperti ornamen atap bangunan kelenteng.

Seluruh dana pembangunan masjid yang berasal dari swadaya masyarakat menjadikan proses pembangunan masjid ini membutuhkan waktu yang relatif lama sejak dirobohkan pada tahun 1978.

Bangunan masjid Babussalam memiliki banyak tiang beton untuk menyangga kubah, atap dan 4 menara kecil pada setiap penjuru atap masjid.

Setidaknya dalam setahun bagian atas masjid itu juga dijadikan tempat sholat bagi jamaah sholat idul fitri dan idul qurban.

Masjid Babussalam Gelumbang memiliki bentuk segi empat.

Dengan satu kubah pada bagian tengah ang disanggah oleh 12 tiang beton di dalam masjid yang dilengkapi dengan 4 menara kecil berkubah di bagian atap.

Sedangkan pada bagian kubah utama dihiasi dengan ornamen disekililingnya dengan ornamen yang terlihat seperti undakan candi borobudur.

Bagian dalam masjid Babussalam dibalur dengan warna kuning.

Menara masjid yang hingga saat ini masih berdiri adalah menara dari bangunan masjid lama yang sudah dibuat lebih tinggi.

Kami bisa bangun Kubah Masjid Dian Regency di kompleks perumahan Kota Surabaya

Menara masjid ini sudah menyatu setelah melalui pelebaran padahal sebelumnya menara masjid ini masih terpisah.

Pembangunan masjid yang dilakukan pada tahun 1978 masih mempertahankan bentuk mimbar untuk khutbah jum’at berupa tangga sederhana

..untuk memberikan tempat lebih tinggi bagi khatib yang menyampaikan khutbah.

Sedangkan ruang mihrab tidak dilengkapi pintu samping

..sehingga hal ini membuat Imam dan pengurus masjid harus melewati pintu utama.

Pintu utama masjid Babussalam terdiri dari 4 pintu dimana masing masing satu pintu pada bagian kiri dan kanan masjid.

Sedangkan dua pintu lainnya berada di bagian depan yang menghadap ke tempat parkir.

Daun pintu masjid Babussalam terbuat dari kayu merawan (menggerawan).

Sedangkan kusen pintu pada bagian atas dibuat melengkung dengan simbol bintang dan bulan sabit pada bagian atas.

Secara keseluruhan hiasan fasad masjid dihias dengan lengkungan lengkungan besar yang didominasi warna hijau yang diperkuat dengan garis yang berwarna biru.

Silahkan Comment disini