ini ulasan sejarah Masjid Al-Rashid Edmunton Kanada

Posted by
Masjid Al-Rashid Edmunton Kanada
Masjid Al-Rashid Edmunton Kanada

Kita ulsa sejarah Masjid ini, Lila Fahlman (Pendiri Dewan Muslimah Kanada tahun 1982) bercerita mengenai sejarah Masjid Al-Rashid.

Pada awal tahun 1930-an Lila Fahlman masih belia

..pada saat itu keluarga muslim ketika itu memperbincangkan mengenai pembangunan masjid pertama disana

Team ke Desa Sembayat Gresik untuk bangun Kubah Masjid Darul Muttaqin

..muncullah Hilwi Hamdon, seorang muslimah yang berkepribadian begitu menarik dan diterima di kalangan manapun.

Bersama temannya Hilwi Hamdon yang kemudian melobi walikota Alberta, John Wesley Fry

..untuk mendapatkan sebidang lahan bagi pembangunan masjid untuk muslim kota tersebut.

John Wesley Fry merupakan seorang keturunan imigran Arab Kristen.

John Wesley Fry sempat berkata “kalian tidak punya uang untuk membangun masjid”

..akan tetapi Hilwi Hamdon dan rekannya dengan cepat menjawab “kami akan mendapatkan uangnya”.

John Wesley Fry memberikan persetujuan untuk menyediakan lahan bagi pembangunan masjid yang diinginkan

..jika ternyata kaum muslimin memiliki dana yang cukup untuk membangun masjid dimaksud.

Pada saat itu mereka membutuhkan dana sekitar $5000 dolar

..dimana angka ini tergolong sangat besar pada masa tersebut.

Penggalangan dana baru dimulai setelah mereka mendatangi satu persatu toko di sepanjang ruas jalan Jasper Avenue, ruas jalan utama Edmunton.

Yuk kita mengenal Masjid dengan menara unik

Mereka tidak peduli apakah pemilik tokonya seorang nasrani Yahudi, Nasrani atau Muslim.

Para muslimah ini meminta para pemilik toko tersebut untuk memberikan dukungan bagi pembangunan masjid tersebut.

Dan untungnya komunitas kota itu sangat mendukung proses pembangunan masjid sehingga berdirilah Masjid Ar-Rashid yang dibangun dari dana sumbangan tiga pemeluk agama samawi.

Masalah kecil terjadi pada saat mereka mencari arsitek untuk merancang bangunan masjid yang akan mereka bangun karena para pengembang yang ada di kota tersebut sama sekali tidak mengenal bangunan masjid.

Lalu para muslimah tersebut memilih arsitek Kanada-Ukraina yang bernama Mike Drewoth

..lalu berkata bahwa mereka ingin membangun tempat ibadah.

Setelah melalui percakapan yang cukup panjang

..Drewoth membuat sebuah rancangan masjid terbaik yang dia bisa

..yaitu bangunan yang terlihat mirip dengan gereja Ortodok Rusia jika dibandingkan dengan bangunan masjid yang dikenal oleh masyarakat.

Bangunan masjid Al-Rashid berupa bangunan dengan bentuk memanjang

..dimana pada salah satu sisinya terdapat sebuah pintu dengan tangga yang dilengkapi dengan ruang besar yang terbuka yang mirip dengan gereja.

Akan tetapi jendela masjid Al-Rashid berbentuk melengkung yang dilengkapi dengan 2 ruang kecil untuk tempat wudhu, ruang bawah tanah (basement)

Ini dia Kubah Masjid Politeknik Semarang

..untuk kegiatan sosial dan dibuat 2 menara berdenah segi delapan dengan kubah bawang yang berwarna perak dipasangkan di atasnya

..lalu dipasang simbol bulan sabit dibagian puncaknya

..untuk menegaskan bahwa bangunan tersebut adalah bangunan masjid bukan gereja.

Komunitas muslim setempat sangat bangga dengan masjid pertama mereka walaupun masjid Al-Rashid terlihat sangat mirip dengan sebuah gereja ortodok.

Selain itu komunitas masyarakat setempat juga sangat antusias menyumbangkan karpet dan lampu-lampu gantung.

(diedit ulang ansar)

Silahkan Comment disini