<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Kubah Masjid</title>
	<atom:link href="http://kubahmasjid.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kubahmasjid.com</link>
	<description>Pembuatan kubah masjid</description>
	<pubDate>Thu, 11 Feb 2010 15:39:39 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.5</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Kubah Masjid Politeknik Semarang</title>
		<link>http://kubahmasjid.com/kubah-masjid-politeknik-semarang</link>
		<comments>http://kubahmasjid.com/kubah-masjid-politeknik-semarang#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 13:19:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faizal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Galeri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kubahmasjid.com/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[Kubah Masjid Politeknik Semarang
Plafon Model Panel

Gambar Diambil Tanggal 05 Januari 2010
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>Kubah Masjid Politeknik Semarang</strong></p>
<div id="attachment_85" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://kubahmasjid.com/wp-content/uploads/2010/02/poltek-semarang.jpg"><img class="size-medium wp-image-85" title="poltek-semarang" src="http://kubahmasjid.com/wp-content/uploads/2010/02/poltek-semarang-300x225.jpg" alt="Kubah Masjid Poltek Semarang" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Kubah Masjid Poltek Semarang</p></div>
<p style="text-align: center;"><strong>Plafon Model Panel<br />
</strong></p>
<div id="attachment_86" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://kubahmasjid.com/wp-content/uploads/2010/02/plafon-poltek-semarang.jpg"><img class="size-medium wp-image-86" title="plafon-poltek-semarang" src="http://kubahmasjid.com/wp-content/uploads/2010/02/plafon-poltek-semarang-300x225.jpg" alt="Plafon Kubah Model Panel " width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Plafon Kubah Model Panel </p></div>
<div id="attachment_87" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://kubahmasjid.com/wp-content/uploads/2010/02/poltek-semarang-2.jpg"><img class="size-medium wp-image-87" title="Kubah Masjid Politeknik semarang" src="http://kubahmasjid.com/wp-content/uploads/2010/02/poltek-semarang-2-300x225.jpg" alt="Masjid Politeknik Semarang" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Masjid Politeknik Semarang</p></div>
<p>Gambar Diambil Tanggal 05 Januari 2010</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kubahmasjid.com/kubah-masjid-politeknik-semarang/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mukjizat Program Subuh Berjamaah di masjid/mushala</title>
		<link>http://kubahmasjid.com/mukjizat-program-subuh-berjamaah-di-masjidmushala</link>
		<comments>http://kubahmasjid.com/mukjizat-program-subuh-berjamaah-di-masjidmushala#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 12:43:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faizal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[artikle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kubahmasjid.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[Rasulullah Saw bersabda, &#8220;Barang siapa yang shalat Shubuh berjamaah  kemudian duduk berzikir sampai terbit matahari, kemudian shalat dua  rakaat (shalat Dhuha), maka baginya pahala haji dan umrah, sempurna,  sempurna, sempurna.&#8221; [Hadits Shahih, lihat kitab Shahihul Jami`, no.  4035]
Dalam keadaan perang, Rasulullah memulainya dari subuh.  Dengan demikian banyak daerah di Jazirah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rasulullah Saw bersabda, &#8220;Barang siapa yang shalat Shubuh berjamaah  kemudian duduk berzikir sampai terbit matahari, kemudian shalat dua  rakaat (shalat Dhuha), maka baginya pahala haji dan umrah, sempurna,  sempurna, sempurna.&#8221; [Hadits Shahih, lihat kitab Shahihul Jami`, no.  4035]</p>
<p>Dalam keadaan perang, Rasulullah memulainya dari subuh.  Dengan demikian banyak daerah di Jazirah Arab yg semula dikuasai oleh  pemimpin yg dhalim dan kafir dapat ditundukkan oleh keadilan Islam yg  penuh rahmat dan kasih sayang.<span id="more-80"></span></p>
<p>Dalam keadaan keseharian di  Madinah, Beliau saw mengadakan serangkaian kegiatan hingga waktu terbit  matahari dengan dzikir pagi, ta&#8217;lim, ramah tamah dg sahabatnya termasuk  menanyakan yg tdk hadir di masjid, dsb. Setelah itu mereka barulah  pulang ke rumah masing-masing dg berbagai kegiatan infiradhi (pribadi  masing-masing).</p>
<p>Marilah kita makmurkan masjid-masjid di negeri  ini dg rangkain program subuh sebagaimana amalan masjid Nabawi pimpinan  Rasulullah saw, yakni rangkaian kegiatan subuh sampai syuruq (terbit).  Waktu tsb dpt digunakan utk dzikr pagi, ta&#8217;lim, musyawarah harian dakwah  Islamiyah.<br />
Alhamdulillah, beberapa masjid di negeri ini telah  mempraktekkannya, tak ketinggalan jamaah mushala kami juga telah  merintis program tsb.</p>
<p>Dari pengamatan kami, masjid-masjid yg  mempunyai rangkaian kegiatan subuh setiap hari menjadi  relatif lebih  makmur daripada lainnya. Masyarakatnya mempunyai ghirah Islam yg lebih  militan shg qadhiyatul-ummat (permasalahan ummmat) banyak dapat diatasi  dengan bijak dan sebaik-baiknya. Coba buktikan sendiri resep dari Rasul  saw ini. Dan anda menyusulnya, kan? Tentu!!!</p>
<p>By <span class="author_header"><a class="author_post" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000134154565">Ahmad Sarwono Bin Zahir</a> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kubahmasjid.com/mukjizat-program-subuh-berjamaah-di-masjidmushala/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Masjid Agung Balikpapan</title>
		<link>http://kubahmasjid.com/masjid-agung-balikpapan</link>
		<comments>http://kubahmasjid.com/masjid-agung-balikpapan#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 12:24:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faizal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Galeri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kubahmasjid.com/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[Kubah Masid Masjid Agung BalikPapan
Gambar diambil Tanggal 25 Januari 2010
Keterangan Kubah Diameter 16 meter tinggi 8 Meter
keterangan masjid :
bangunan utama seluas 1.920 meter persegi bisa menampung kurang  lebih 5.000 jamaah, area parkir yang sangat luas yaitu 3.167,4 meter  persegi dan berbagai macam fasilitas yang nantinya akan dibangun di  kawasan ini. Pembangunan masjid [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>Kubah Masid Masjid Agung BalikPapan</strong></p>
<div id="attachment_78" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://kubahmasjid.com/wp-content/uploads/2010/02/masjid-agung-balikpapan.jpg"><img class="size-medium wp-image-78" title="masjid-agung-balikpapan" src="http://kubahmasjid.com/wp-content/uploads/2010/02/masjid-agung-balikpapan-300x225.jpg" alt="Masjid agung Balikpapan" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Masjid Agung Balikpapan</p></div>
<div id="attachment_92" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://kubahmasjid.com/wp-content/uploads/2010/02/kubah-masjid-agung-balikpapan.jpg"><img class="size-medium wp-image-92" title="kubah masjid agung balikpapan" src="http://kubahmasjid.com/wp-content/uploads/2010/02/kubah-masjid-agung-balikpapan-300x257.jpg" alt="Kubah Masjid Agung Balikpapan " width="300" height="257" /></a><p class="wp-caption-text">Kubah Masjid Agung Balikpapan </p></div>
<p>Gambar diambil Tanggal 25 Januari 2010</p>
<p>Keterangan Kubah Diameter 16 meter tinggi 8 Meter</p>
<p>keterangan masjid :</p>
<p>bangunan utama seluas 1.920 meter persegi bisa menampung kurang  lebih 5.000 jamaah, area parkir yang sangat luas yaitu 3.167,4 meter  persegi dan berbagai macam fasilitas yang nantinya akan dibangun di  kawasan ini. Pembangunan masjid tersebut adalah pembangunan masjid  termegah di Kota Balikpapan sebelum pembangunan Islamic Center.</p>
<p>Untuk pembangunan tahap satu yaitu ruang pertemuan lantai satu,  penerangan dan sound system dan toilet pria dan wanita dan tempat wudhu.  Pembangunan tahap kedua meliputi tempat salat lantai dua dan lantai  tiga, empat buah menara sudut dan kubah, <strong>kubah utama yang megah  berdiameter 16 m,</strong> plafond dari gypsum, railing lantai dua dan lantai  tiga, sound system, saluran drainase keliling.</p>
<p>Yang terakhir adalah pembangunan tahap ketiga yaitu marmer menara  sudut dan dinding luar, pekerjaan landscape dan parkir, bangunan sarana  penunjang seperti poliklinik, mini market dan ruang pengelola, menara  utama yang tingginya 70 meter dan yang terakhir lift penumpang di menara  utama</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kubahmasjid.com/masjid-agung-balikpapan/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Masjid Qiblatain</title>
		<link>http://kubahmasjid.com/masjid-qiblatain</link>
		<comments>http://kubahmasjid.com/masjid-qiblatain#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2009 10:02:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faizal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Wisata Masjid]]></category>

		<category><![CDATA[kubah]]></category>

		<category><![CDATA[masjid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kubahmasjid.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[
MASJID Qiblatain mula-mula dikenal dengan nama masjid Bani Salamah, karena masjid ini dibangun di atas bekas rumah Bani Salamah. Letaknya di tepi jalan menuju kampus Universitas Madinah di dekat Istana Raja ke jurusan Wadi Aqiq atau di atas sebuah bukit kecil di Utara Harrah Wabrah, Madinah.
Pada permulaan Islam, orang melakukan shalat dengan menghadap kiblat ke [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 220px"><img title="kubah masjid" src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/11/07/110237p.jpg" alt="Kubah masjid" width="210" height="150" /><p class="wp-caption-text">Kubah masjid</p></div>
<p>MASJID Qiblatain mula-mula dikenal dengan nama masjid Bani Salamah, karena masjid ini dibangun di atas bekas rumah Bani Salamah. Letaknya di tepi jalan menuju kampus Universitas Madinah di dekat Istana Raja ke jurusan Wadi Aqiq atau di atas sebuah bukit kecil di Utara Harrah Wabrah, Madinah.</p>
<p>Pada permulaan Islam, orang melakukan shalat dengan menghadap kiblat ke arah Baitul Maqdis di Yerussalem/Palestina. Pada tahun ke 2 Hijriyah hari Senin bulan Rajab waktu dhuhur di masjid Salamah ini, tiba-tiba turunlah wahyu surat Al Baqarah ayat 144.</p>
<p>Dalam shalat tersebut mula-mula Rasulullah SAW menghadap ke arah masjidil Aqsa tetapi setelah turun ayat tersebut di atas, beliau menghentikan sementara, kemudian meneruskan shalat dengan memindahkan arah kiblat menghadap ke Masjidil Haram.</p>
<p>Adapun wahyu yang diturunkan Allah untuk mengubah arah kiblat tersebut :<br />
Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Allahnya dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan&#8221;. (Albaqarah: 144).</p>
<p>Merujuk dengan peristiwa tersebut, lalu  <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank"> Masjid</a> ini dinamakan Masjid Qiblatain, yang artinya masjid berkiblat dua.</p>
<p>Menurut sejarah, Masjid Qiblatain ini adalah masjid pertama yang didirikan oleh Rasullulah sewaktu mampir di Quba dalam perjalanan (hijrah) beliau ke Madinah. Masjid Qiblatain, merupakan salah satu tempat ziarah di Madinah bagi jamaah haji maupun umrah dari seluruh dunia.</p>
<p>Masjid Qiblatain mengalami beberapa kali pemugaran di antaranya pada tahun 893 H atau 1543 M oleh Sultan Sulaiman. Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sekarang juga mengadakan perluasan dan pembangunan konstruksi baru, namun tidak menghilangkan ciri kas masjid tersebut.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kubahmasjid.com/masjid-qiblatain/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Berkelana ke Negeri-negeri Uzbekistan</title>
		<link>http://kubahmasjid.com/berkelana-ke-negeri-negeri-uzbekistan</link>
		<comments>http://kubahmasjid.com/berkelana-ke-negeri-negeri-uzbekistan#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2009 09:52:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faizal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Wisata Masjid]]></category>

		<category><![CDATA[kubah masjid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kubahmasjid.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[
Permata Islami
O Bokhara!
Engkau menghias Langit, Ialah Bulan yang cemerlang,
O Langit yang perkasa, memeluk BulanMu dengan riang
Demikian Abu Abdullah Rudaki, sang pujangga Persia, menggoreskan bait syahdu tentang keagungan kota suci Bukhara, lebih dari seribu tahun silam.
Keagungan kota suci Bukhara terpancar dari Masjid Kalon yang berdiri megah mendominasi pemandangan langit kota kuno ini. Kalon, dalam bahasa Tajik, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><img title="kubah masjid" src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/05/22/061453p.jpg" alt="Kubah masjid" width="150" height="150" /><p class="wp-caption-text">Kubah masjid</p></div>
<p>Permata Islami</p>
<p>O Bokhara!<br />
Engkau menghias Langit, Ialah Bulan yang cemerlang,<br />
O Langit yang perkasa, memeluk BulanMu dengan riang</p>
<p>Demikian Abu Abdullah Rudaki, sang pujangga Persia, menggoreskan bait syahdu tentang keagungan kota suci Bukhara, lebih dari seribu tahun silam.</p>
<p>Keagungan kota suci Bukhara terpancar dari <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">Masjid</a> Kalon yang berdiri megah mendominasi pemandangan langit kota kuno ini. Kalon, dalam bahasa Tajik, berarti besar, secara harafiah mendeskripsikan kebesaran tempat suci ini. Takzim menyelimuti sanubari siapa pun yang berziarah ke Bukhara, kota yang paling mulia di seluruh penjuru dataran Asia Tengah.</p>
<p>Pintu gerbang <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">Masjid</a> Kalon membentang tinggi, berhadap-hadapan dengan Madrasah Mir-e-Arab, seperti jiplakan cermin tembus pandang. Gerbang utama, berbentuk kotak, bertabur mozaik dekorasi yang dibuat dengan ketelitian tingkat tinggi, bertahtakan huruf-huruf Arab, dan asma Allah dan Muhammad yang disamarkan dalam ornamen-ornamen yang menyelimuti seluruh dinding. Warnanya coklat, menyiratkan kejayaan masa lalu, dan berkilauan diterpa mentari senja.<span id="more-57"></span></p>
<p>Menara Kalon, hampir 1000 tahun usianya, menjulang setinggi 47 meter, berselimutkan ukir-ukiran dan detail yang indah. Bentuknya sedikit mengerucut, dan dari puncaknya kita bisa melihat keindahan kota kuno Bukhara. Sayangnya, menara ini sementara tidak boleh dinaiki, gara-gara beberapa bulan yang lalu ada turis bule yang terpeleset dari atas.</p>
<p>Keindahan Menara Kalon bahkan menggugah hati sang Genghis Khan, penakluk dan penghancur tanpa ampun. Ketika seluruh Bukhara diluluhlantakkan, dia menyisakan menara ini berdiri sendiri, mentahbiskan rasa hormat dan takzimnya.</p>
<p>Dulunya Menara Kalon berfungsi sebagai tempat eksekusi. Para khan (penguasa) dari Bukhara, yang terkenal dengan kekejamannya, menjatuhkan hukuman kepada pelaku kriminal dengan cara dilemparkan dari puncak menara.</p>
<p>Dibandingkan dengan menaranya yang sudah tua, <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">Masjid</a> Kalon masih relatif muda, baru sekitar 500 tahun umurnya. Pekarangan masjid ini berbentuk persegi. Di tengah halaman sebatang pohon besar yang meneduhkan tumbuh sendiri dalam kesunyian. Tak banyak orang di sini. Masjid besar ini sangat lengang, sepi. Di sini masjid bukan tempat komunal di mana umat menghabiskan waktu berzikir dan berdiskusi. Orang-orang hanya datang ke masjid waktu sembahyang, dan dalam sekejap kosong melompong setelah salat usai. Sesekali ada rombongan turis yang datang juga, potret sana, potret sini, dan pergi, diiringi bocah-bocah yang dengan gencar menawarkan kartu pos dan barang-barang kerajinan.</p>
<p><a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">Masjid</a> yang dulunya mercu suar peradaban Muslim ini, sempat menjadi gudang waktu negeri ini berada di bawah pemerintahan komunis Uni Soviet, yang melarang simbol-simbol keagamaan dan memaksa wanita-wanita Bukhara untuk melepaskan cadarnya. Baru ketika Uzbekistan merdeka tahun 1991, masjid ini kembali lagi pada fungsinya semula. Itu pun masih belum mengembalikan kebesarannya, karena Uzbekistan masih sangat berhati-hati terhadap perkembangan Islam, membatasi pemberian izin kepada masjid, dan memberlakukan kontrol ketat terhadap bahan ceramah agama.</p>
<p>Saya membayangkan, ratusan tahun lalu, ketika Bukhara adalah kota paling modern di tengah padang Turkestan, ribuan pria bersurban dan berjubah dari seluruh penjuru padang datang ke kota ini untuk menimba ilmu fikih dan sains. Siapa yang tak kenal dengan Imam Bukhari, yang tafsir hadistnya termasuk sahih yang paling dimuliakan? Siapa yang tak ingat dengan Abu Ibnu Sina, sang Bapa Kedokteran, yang juga dihormati di dunia barat sebagai Avicenna? Bait-bait indah pujangga Rudaki memperkaya khasanah kesusastraan Persia. Dan semuanya itu berawal di sini, di kompleks Masjid dan madrasah di seberang.</p>
<p>Madrasah Mir-e-Arab, Gerbang Arab, berhadap-hadapan dengan Masjid Kalon. Sekarang madrasah ini masih berfungsi, dan ribuan santri dari seluruh penjuru negeri datang belajar pelbagai ilmu agama.</p>
<p>Muhammad, putra imam besar Bukhara Abdul Ghofur, berwajah seperti orang Eropa. Bola matanya biru kehijauan, kulitnya putih bersih, dan rambutnya sedikit pirang. Tubuhnya agak kurus, namun tetap gagah berselimut chapan yang menghangatkan di musim yang menggigit tulang ini. Kepalanya tak pernah lepas dari kopiah putih berhiaskan sulam-sulaman tradisional.</p>
<p>&#8220;Kopiah ini dari Indonesia dibawa oleh ayahanda waktu ke Indonesia dulu,&#8221; ujarnya bangga. Perjalanan sang Imam mengunjungi masjid-masjid dan madrasah-madrasah di Jawa dulu adalah sebuah perjalanan yang fenomenal.<br />
&#8220;Di rumah ada foto-foto Indonesia. Negara kamu benar-benar indah,&#8221; lanjut Muhammad.</p>
<p>Muhammad bekerja di masjid. Katanya baru-baru ini saja, setelah menikah, ia tobat dan kembali ke jalan yang benar. Dulunya, sang putra imam ini lebih banyak menghabiskan waktunya  bermain dengan kehidupan duniawi. Abang dan adik Muhammad semuanya aktif di madrasah dan masjid.</p>
<p>Perkenalan saya dengan Muhammad membuat saya semakin sering mengunjungi masjid ini, melihat aktivitas para santri muda selepas pelajaran di Madrasah. Saya hanya sekali berhasil melongok ke dalam Madrasah, karena sekolah agama ini punya aturan ketat – non-Muslim dilarang menginjakkan kaki. Itu pun sudah dibantu oleh adik Muhammad, Abdul Rauf, yang masih belajar di sana.</p>
<p>Sore hari, para santri dan anak-anak dari kampung sekitar bermain sepak bola di hadapan masjid. Kehidupan yang tertutup di balik tembok madrasah, kini berubah menjadi tawa ceria bocah-bocah yang berusaha memasukkan bola ke gawang – sebuah coretan berbentuk kotak persegi di tembok.</p>
<p>Diterpa sinar keemasan mentari senja, di sudut masjid, seorang calon imam sedang khusyuk membaca Qur&#8217;an Nur Karim. Jubah hitam membungkus tubuhnya, dengan kepala berbalut surban. Kekhusyukan yang maha tinggi, berpadu dengan siluet lengkung-lengkung kubah yang disiram semburat cahaya. Saya terbayang para cendekiawan Muslim Bukhara yang pernah menggemparkan dunia.</p>
<p>Kejayaan peradaban Islami itu perlahan-lahan bersinar kembali.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kubahmasjid.com/berkelana-ke-negeri-negeri-uzbekistan/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ramadhan di Abu Dhabi dan Dubai</title>
		<link>http://kubahmasjid.com/ramadhan-di-abu-dhabi-dan-dubai</link>
		<comments>http://kubahmasjid.com/ramadhan-di-abu-dhabi-dan-dubai#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 02:46:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faizal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[artikle]]></category>

		<category><![CDATA[dubai]]></category>

		<category><![CDATA[kubah masjid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kubahmasjid.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[DALAM bulan puasa ini, saya berkesempatan berkunjung ke Abu Dhabi dan Dubai. Seperti Anda ketahui, mereka adalah dua dari tujuh emirat yang bergabung dalam Persatuan Emirat Arab (United Arab Emirates/UAE). PEA beribu kota di Abu Dhabi, sebagai emirat yang paling besar dalam arti luasan wilayah, dan juga terkaya karena cadangan minyak yang kabarnya baru akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>DALAM bulan puasa ini, saya berkesempatan berkunjung ke Abu Dhabi dan Dubai. Seperti Anda ketahui, mereka adalah dua dari tujuh emirat yang bergabung dalam Persatuan Emirat Arab (United Arab Emirates/UAE). PEA beribu kota di Abu Dhabi, sebagai emirat yang paling besar dalam arti luasan wilayah, dan juga terkaya karena cadangan minyak yang kabarnya baru akan habis sekitar tahun 2100 nanti.</p>
<p>Sesaat sebelum mendarat, pramugari Etihad Airways mengingatkan semua penumpang bahwa selama bulan Ramadhan siapa pun dilarang makan dan minum di tempat umum sebelum saat iftaar (buka puasa). Di tempat-tempat tertentu di hotel berbintang yang membuka fasilitas untuk makan siang bagi non-Islam, juga terpampang pemberitahuan bahwa minuman beralkohol tidak disajikan antara waktu souhour dan iftaar.</p>
<p>Suasana Ramadhan memang sangat terasa di Abu Dhabi. Siang hari tidak banyak kegiatan. Banyak toko dan souk (pasar) tutup. Tidak satu pun tempat makan dan minum yang tampak terbuka. Bahkan museum pun ditutup di pagi hari. Semua jawaban adalah sama: we open after iftaar.</p>
<p>Pemandangan ini sangat berbeda dengan suasana Ramadhan ketika tahun lalu saya berkunjung ke Turki. Padahal, sebenarnya jumlah penduduk Muslim di Turki jauh lebih besar dibanding UAE. Di Turki, 95 persen penduduknya beragama Islam. Tetapi, Turki memang sangat sekuler. Pada bulan Ramadhan, hanya sedikit penduduk Turki yang menjalani ibadah puasa. Warung dan restoran tetap buka seperti biasa. Business as usual!</p>
<p>Di UAE, suasana Ramadhan sangat terasa. Padahal, sebetulnya jumlah penduduk Muslim dan non-Muslim mungkin seimbang besarnya. Pasalnya, dari total penduduk UAE yang empat juta, hanya satu juta penduduk lokal. Sisanya adalah kaum pendatang dari India, Pakistan, Iran, Filipina, China, dan lain-lain. Warga Indonesia saja jumlahnya sekitar 75.000 orang di UAE.</p>
<p>Tempat-tempat dengan suasana internasional, seperti bandara dan hotel berbintang, selalu membangun tenda Ramadhan bagi yang menunaikan ibadah suci. Yang dimaksud tenda Ramadhan adalah memang tenda, seperti tenda kaum Bedouin, dengan hamparan permadani dan bantalan-bantalan tersebar. Mereka yang berpuasa dapat memanfaatkan tenda ini untuk beristirahat. Banyak yang tidur pulas di tenda-tenda yang disediakan ini.</p>
<p>Di berbagai tempat umum, seperti lobi hotel, sering tampak nampan penuh kurma. Di sampingnya, satu teko besar berisi gahwa (kopi bumbu khas Arab) dan cangkir-cangkir kecil. Semua itu disediakan cuma-cuma untuk siapa saja yang memerlukan.</p>
<p>Bila Abu Dhabi adalah ibu kota pemerintahan, Dubai adalah megapolitan yang lebih besar dan merupakan pusat bisnis UAE. Mungkin analoginya sama dengan Washington DC (pusat pemerintahan) dan New York City (pusat bisnis). Suasana Ramadhan di Dubai pun persis sama.</p>
<p>Namun, saya sempat singgah ke International Financial Center yang juga merupakan lokasi Dubai Stock Exchange. Di lantai bawah kompleks gedung ini terdapat food court papan atas untuk melayani kebutuhan para pekerja yang berkantor di IFC. Ternyata, food court ini tetap buka di bulan Ramadhan. Semuanya beroperasi di balik tirai-tirai yang khusus dipasang selama Ramadhan. Menurut kabar, food court di IFC ini ternyata justru lebih ramai di bulan Ramadhan. Soalnya, para wisatawan yang tidak berpuasa akhirnya menemukan tempat yang bagus untuk makan siang.</p>
<p>Pada saat iftaar, tempat-tempat makan penuh dengan pengunjung yang berbuka puasa. Saya langsung teringat suasana buka puasa di lepau-lepau nasi kapau yang berderet di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat. Sekalipun agak terasa suasana “survival of the fittest” untuk mendapatkan minuman dan makanan sesegera mungkin, tetapi sangat terasa pula suasana keakraban.</p>
<p>Pada suatu saat, saya kebetulan sedang berada di sebuah dapur restoran sesaat setelah iftaar. Seorang juru masak yang sedang menikmati buka puasa dengan segenggam kurma serta-merta memberikan semua kurma itu ke genggaman saya, sementara ia pergi mengambil kurma lagi untuk dirinya sendiri. Tiba-tiba, terasa ada segumpal besar menyumbat kerongkongan saya. Alangkah indahnya persaudaraan!</p>
<p>Di Abu Dhabi, saya berkunjung ke Sheikh Zayed Grand Mosque (Masjid Agung Syekh Said) di Abu Dhabi. Kunjungan ini sangat bermakna bagi saya, setidaknya karena saya merasa menjadi saksi dari sebuah sejarah yang sedang ditulis (history in the making). Masjid Agung ini baru selesai 90 persen. Diharapkan tahun 2009 akan selesai dan diresmikan.</p>
<p>Tidak dapat disangkal lagi, Masjid Agung Syekh Said ini adalah masjid terbesar dan terindah di dunia. Tetapi, demi penghormatan kepada Masjidil Haram di Tanah Suci Mekkah, bangunan Masjid Agung ini sengaja dibuat sedikit lebih kecil ukurannya. Tetapi, hamparannya sangat luas, dengan taman berumput hijau yang kini tengah diselesaikan. Di salah satu sudut halaman terdapat makam Syekh Said yang tidak boleh dipotret.</p>
<p>Tiga  <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">kubah </a> utama masjid ini bentuknya agak mirip Sacre Coeur di Paris. Setidaknya, kesan itulah yang saya tangkap begitu melihatnya. Sayangnya, Abu Dhabi sedang musim debu saat itu sehingga permukaan kubah dari marmer putih itu tertutup debu yang kemerahan. Memotret dari jarak agak jauh pun tidak mampu menampilkan keindahan Masjid Agung ini karena ter-filter oleh debu yang cukup tebal.</p>
<p><a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank"> Masjid</a> Agung ini benar-benar internasional dalam berbagai aspek bangunannya. Beberapa arsitek dari berbagai bangsa mendesain eksterior maupun interior bangunan megah ini. Bahan bangunan, kontraktor, dan buruh bangunan pun diimpor dari berbagai tempat terbaik di dunia. Mutu pengerjaannya diselesaikan dengan kualitas tinggi. UAE memang dikenal dengan standar kendali mutu yang sangat tinggi.</p>
<p>Pualam putih yang banyak digunakan di bangunan  <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">Masjid</a> ini diimpor dari Carrara di Italia. Ribuan tiang-tiangnya dihiasi dengan inlay marmer warna-warni dengan desain indah. Puluhan ribu meter persegi serambi masjid diselesaikan dengan mosaik marmer yang dibuat di China. Desainnya modern, namun sangat bernuansa Islami.</p>
<p>Kalau dari eksteriornya sudah menggetarkan, tunggu sampai Anda masuk ke bagian dalam. Di bawah cuaca panas yang menyengat, seluruh ruangan dan serambi masjid terasa sejuk karena pendingin udara yang bekerja sangat bagus. Semakin ke dalam, warna-warni semakin menghilang, diganti dengan nuansa putih dan abu-abu yang anggun.</p>
<p>Sebetulnya, pintu besar ke bangsal utama Masjid Agung ini baru dibuka setelah iftaar. Untungnya, permohonan saya yang mengiba kepada petugas keamanan di situ ternyata dikabulkan. Pintu dorong yang besar itu didorong oleh dua orang petugas.<br />
Ketika pintu-pintu itu perlahan terbuka, bulu kuduk saya meremang. Lutut saya goyah. Teman yang bersama saya tidak kuasa menahan pekikannya. Allahu akbar!</p>
<p>Di depan sana terbentang panorama dengan keindahan yang sungguh Illahiah! Sebuah kandelabra kristal superbesar tergantung dari langit-langit yang tinggi. Bentuknya sangat indah. Ada bola-bola kristal hijau dan merah berkelap-kelip. Di bawahnya, ukiran emas berdesain unik berpendar-pendar. Kandelabra buatan Jerman seharga Rp 100 miliar itu memang pantas menghiasi masjid seindah dan seanggun ini.</p>
<p>Di lantai, karpet Iran tanpa sambungan seluas 5.000 meter persegi terhampar cantik. Ada 50 jenis desain terajut di sana. Karpet wol ini juga merupakan karya luar biasa karena diselesaikan oleh 200 perempuan perajin karpet dari Iran selama 12 bulan.</p>
<p>Sekalipun hanya beberapa menit, pemandangan itu terekam sangat kuat dalam memori saya. Mungkin sampai ajal menjemput nanti panorama memukau itu akan tetap tercetak jelas dalam benak saya. Apa pun agama Anda, bila berkesempatan, jenguklah tempat ini. Di sinilah kita semua mendapat bukti, Tuhan menciptakan manusia-manusia khusus dengan derajat kesenian tinggi yang mampu menerjemahkan keagungan Tuhan dalam bentuk karya seni.</p>
<p>Ramadhan kareem, Saudaraku. Selamat berpuasa!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kubahmasjid.com/ramadhan-di-abu-dhabi-dan-dubai/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Menikmati Indahnya Kubah Emas</title>
		<link>http://kubahmasjid.com/menikmati-indahnya-kubah-emas</link>
		<comments>http://kubahmasjid.com/menikmati-indahnya-kubah-emas#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2009 09:33:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faizal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Wisata Masjid]]></category>

		<category><![CDATA[artikle]]></category>

		<category><![CDATA[kubah]]></category>

		<category><![CDATA[Kubah Emas]]></category>

		<category><![CDATA[kubah masjid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kubahmasjid.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[
Apa sih keistimewaan Mesjid Dian Al Mahri? Mengapa banyak orang ingin membuktikan kemegahan tempat ibadah yang biasa disebut Mesjid  kubah emas ini? Keindahan arsitektur, lapisan emas 24 karat yang membalut kubah, dan beragam fasilitas memang membuatnya layak disebut tempat wisata religi favorit.
Sejak diresmikan pada 31 Desember 2006, Mesjid Dian Al Mahri seperti menjadi ikon [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><img title="kubah masjid" src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/03/13/121836p.bmp" alt="Kubah masjid" width="150" height="150" /><p class="wp-caption-text">Kubah masjid</p></div>
<p>Apa sih keistimewaan Mesjid Dian Al Mahri? Mengapa banyak orang ingin membuktikan kemegahan tempat ibadah yang biasa disebut Mesjid  <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">kubah</a> emas ini? Keindahan arsitektur, lapisan emas 24 karat yang membalut kubah, dan beragam fasilitas memang membuatnya layak disebut tempat wisata religi favorit.</p>
<p>Sejak diresmikan pada 31 Desember 2006, Mesjid Dian Al Mahri seperti menjadi ikon baru wisata religi, selain Mesjid Istiqlal di Jakarta. Hampir sepanjang hari, puluhan bus wisata maupun kendaraan pribadi rela menembus kepadatan Jalan Raya Cinere-Meruyung. Kondisi ini semakin ramai terutama di akhir pekan atau saat musim liburan tiba.</p>
<p>Saking ramainya, pengunjung harus rela berjalan kaki kurang lebih satu kilometer sebelum mencapai pelataran mesjid. Maklum, tempat parkir di areal mesjid sudah tak mampu lagi menampung ratusan bus rombongan maupun kendaraan pengunjung.</p>
<p>Kenyataan ini dapat dijadikan gambaran bahwa mesjid ini memang menjadi buruan penggemar wisata religi khususnya di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya. Saat GHS berkunjung ke mesjid seluas 8.000 meter persegi ini, bus rombongan maupun kendaraan pribadi berplat luar Jakarta, seperti Cirebon, Bandung, dan beberapa kota di Jawa Tengah maupun Jawa Timur, terparkir rapi.<span id="more-49"></span></p>
<p>“Kami kelompok pengajian dari Semarang. Selain ingin menikmati keindahannya, kami juga berharap bisa salat di sini. Bagaimana sih rasanya salat di mesjid sebesar ini? Sayang sebelum sampai ke mesjid ini, kami sudah kecapekan di jalan,” ujar perempuan yang terlihat ngos-ngosan setelah berjalan dari tempat parkir.</p>
<p>Material Emas</p>
<p>Di siang atau malam hari, kemegahan maupun keindahan mesjid Dian Al Mahri memang tak pernah surut. Selain kubah dengan lapisan emas 24 karat, puncaknya selalu berubah warna setiap fajar, tengah hari, senja, dan malam.<br />
Mesjid yang diklaim berciri arsitektur Islam kuat ini memadukan skalanya yang besar dengan ornamen yang detail guna mencerminkan kemegahan dan keindahan. Sesuai namanya, mesjid ini memang menggunakan material emas dengan tiga teknik pemasangan. Pertama, serbuk emas (prada) yang terpasang di  <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">Mahkota</a> pilar. Kedua, gold plating yang terdapat pada lampu gantung, railing tangga mezanin, pagar mezanin, ornamen kaligrafi kalimat tasbih di pucuk langit-langit kubah dan ornamen dekoratif di atas mimbar. Ketiga, gold mozaik yang terdapat di <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">kubah</a> utama dan  <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">kubah </a> menara.</p>
<p>Mesjid ini menempati areal seluas 70 hektare dan merupakan bagian dari konsep pengembangan sebuah kawasan terpadu yang memfasilitasi kebutuhan setiap umat Islam akan sarana ibadah, dakwah, pendidikan, dan sosial yang menyatu dalam ruang lingkup kawasan bernama Islamic Center Dian Al Mahri.<br />
Mesjid yang terletak di Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat ini terbagi atas ruangan utama mesjid, ruang mezanin, halaman dalam, selasar atas, selasar luar, dan ruangan fungsional lainnya yang mampu menampung 15 ribu jamaah untuk pelaksanaan salat. Untuk acara majelis taklim mampu menampung hingga 20 ribu orang.</p>
<p>Secara umum arsitekturnya memiliki tipologi mesjid dengan ciri <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">kubah</a>, minaret, halaman dalam, serta penggunaan detail atau hiasan dekoratif dengan elemen geometris dan obelisk (ukiran bergaya Mediteranian untuk memperkuat ciri keislaman pada arsitekturnya.</p>
<p>Batu Granit dari Brasil</p>
<p>Lebih lanjut, halaman dalam berukuran 45 x 57 meter, mampu menampung 8.000 orang. Salah satu sisinya berhubungan dengan ruang salat, sedangkan sisi lainnya dibatasi selasar dengan deretan pilar-pilar berbalut batu granit dari Brasil. Minaret atau menara mesjid berbentuk segienam berjumlah enam yang melambangkan rukun iman, menjulang ke angkasa setinggi 40 meter. Keenam minaret ini dibalut granit abu-abu dari Italia dengan ornamen yang melingkar. Tepat pada puncaknya terdapat kubah berlapis mozaik emas 24 karat.</p>
<p>Bagian paling menonjol, yakni kubah, mengacu pada <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">kubah</a> mesjid di Persia dan India. Lima kubah ini melambangkan rukun Islam. Seluruhnya dibalut mozaik berlapis emas 24 karat yang materialnya didatangkan dari Italia.</p>
<p>Di bagian dalam mesjid berdiri pilar-pilar kokoh yang menjulang ke atas guna menciptakan skala ruang yang agung, membuat mereka yang berada di dalamnya akan merasa kecil dan membangkitkan suasana tawadhu dalam keagungan Tuhan. Ruangan mesjid didominasi monokrom dengan unsur utama warna krem untuk memberi karakter ruangan yang tenang dan hangat.</p>
<p>Materialnya, merurut seorang penjaga mesjid, adalah marmer dari Italia dan Turki. Ornamennya menggunakan marmer hitam untuk mendapatkan unsur sakral serta warna emas untuk keindahan dan kekuatan.</p>
<p>Di bagian luar mesjid, terdapat taman-taman yang mengitari seluruh bagian, sehingga mampu menghidupkan suasana kesejukan dan keteduhan bagi pengunjung. Konsep penataan merupakan kolaborasi antara arsitektur bangunan mesjid bernuansa Timur Tengah di lingkungan tropis. Masih satu kompleks, tersedia ruko yang menjajakan beragam aksesori untuk cinderamata, vila tempat para pengunjung menginap, serta rumah tinggal pemilik mesjid.</p>
<p>Memasuki bulan Ramadan, di siang hari, jumlah pengunjung cenderung menurun. Di hari-hari biasa, mesjid ini ramai dikunjungi dari pukul 10.00 hingga 20.00. Sebaliknya, selama bulan Ramadan, aktivitas justru mulai terlihat saat sore hari. Selain itu, setiap hari juga digelar buka puasa bersama di Gedung Serba Guna yang didahului dengan taushiyyah pengantar buka puasa mulai pukul 16.00-17.00.</p>
<p>Mesjid ini, seperti mesjid lain, juga menggelar salat tarawih berjamaah selama bulan Ramadan. Tanggal 28 September nanti, sekaligus menyambut malam Nuzulul Qur’an, digelar beragam acara mulai pukul 05.00 hingga tengah malam. Puncaknya saat Lebaran tiba, diselenggarakan salat Idul Fitri 1 Syawal 1428 H dengan imam Ustad H Amiruddin Said SQ dan kholib dai kondang Ahmad Al Habsyi.</p>
<p>Untuk menuju lokasi mesjid kubah emas, pengunjung dapat melintasi Jalan Raya Cinere, Jakarta Selatan. Namun, disarankan menghindari hari Sabtu dan Minggu karena lalu lintas Jalan Raya Cinere-Meruyung relatif padat, sehingga tak jarang terjadi kemacetan parah.</p>
<p>Sejauh ini akses jalan menuju lokasi menjadi persoalan serius bagi pemilik sekaligus pemerintah Kota Depok. Tujuannya agar pengunjung lebih nyaman dan mesjid ini kian menjadi tempat wisata religi favorit. (SENIOR/Lalang Ken Handita)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kubahmasjid.com/menikmati-indahnya-kubah-emas/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>200 Masjid di Mekah Tidak Menghadap Kiblat</title>
		<link>http://kubahmasjid.com/200-masjid-di-mekah-tidak-menghadap-kiblat</link>
		<comments>http://kubahmasjid.com/200-masjid-di-mekah-tidak-menghadap-kiblat#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2009 10:01:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faizal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[artikle]]></category>

		<category><![CDATA[kubah masjid]]></category>

		<category><![CDATA[masjid]]></category>

		<category><![CDATA[Mekah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kubahmasjid.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[MEKAH, KOMPAS.com — Beberapa laporan dari Arab Saudi menyebutkan, sekitar 200 masjid di kota suci Mekah tidak menghadap ke arah kiblat.
Surat kabar Saudi Gazette melaporkan, Minggu (5/4), orang-orang yang melihat ke bawah dari atas gedung-gedung tinggi yang baru di Mekah menemukan, mihrab di banyak Masjid tua Mekah tidak mengarah langsung ke Kabah.
Saat menunaikan shalat, warga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MEKAH, KOMPAS.com — Beberapa laporan dari Arab Saudi menyebutkan, sekitar 200 masjid di kota suci Mekah tidak menghadap ke arah kiblat.</p>
<p>Surat kabar Saudi Gazette melaporkan, Minggu (5/4), orang-orang yang melihat ke bawah dari atas gedung-gedung tinggi yang baru di Mekah menemukan, mihrab di banyak <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">Masjid</a> tua Mekah tidak mengarah langsung ke Kabah.</p>
<p>Saat menunaikan shalat, warga Muslim sedapat mungkin menghadap ke Kabah, bahkan kalau diperlukan, bisa menggunakan kompas khusus untuk mencari arah kiblat itu. Kabah tersebut terletak di tengah Masjidil Haram di Mekah.</p>
<p>Wartawan BBC, Sebastian Usher, mengatakan, pihak berwenang belakangan melakukan pembangunan kembali kawasan di dan sekitar Masjidil Haram. Namun, <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">Masjid</a>-<a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">Masjid</a> lama di Mekah tetap dipertahankan keberadaannya. Kini bila dilihat dari gedung-gedung tinggi yang baru, sejumlah warga menemukan lokasi mihrab di sebagian masjid tersebut tidak tepat arah.</p>
<p>Pada saat masjid-masjid tersebut dibangun, digunakan perkiraan kasar arah kiblat karena saat itu belum ada alat yang akurat. Sebagian warga mengatakan, ibadah mereka mungkin tidak sah. Namun, seorang pejabat Arab Saudi mengatakan, ibadah shalat mereka tidak akan terpengaruh. Sebagian orang menyarankan sinar laser dipancarkan dari kubah Masjidil Haram untuk menunjukkan arah kiblat yang tepat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kubahmasjid.com/200-masjid-di-mekah-tidak-menghadap-kiblat/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Presiden Resmikan Masjid Bani Umar di Graha Bintaro</title>
		<link>http://kubahmasjid.com/presiden-resmikan-masjid-bani-umar-di-graha-bintaro</link>
		<comments>http://kubahmasjid.com/presiden-resmikan-masjid-bani-umar-di-graha-bintaro#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2009 09:46:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faizal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Wisata Masjid]]></category>

		<category><![CDATA[kubah]]></category>

		<category><![CDATA[kubah masjid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kubahmasjid.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA, JUMAT — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan Masjid Raya Bani Umar di Jalan Raya Graha Bintaro, Parigi Baru, Kabupaten Tangerang, Jumat (10/10) pagi. Presiden juga akan melaksanakan shalat jumat bersama 800 jemaah lainnya di masjid yang terletak di kompleks perumahan Graha Bintaro Jaya tersebut.
Pembangunan masjid berlantai tiga di lahan seluas 1,2 hektar ini memakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA, JUMAT — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan Masjid Raya Bani Umar di Jalan Raya Graha Bintaro, Parigi Baru, Kabupaten Tangerang, Jumat (10/10) pagi. Presiden juga akan melaksanakan shalat jumat bersama 800 jemaah lainnya di masjid yang terletak di kompleks perumahan Graha Bintaro Jaya tersebut.</p>
<p>Pembangunan masjid berlantai tiga di lahan seluas 1,2 hektar ini memakan biaya sekitar Rp 2 miliar dan dapat menampung 1.600 jemaah. Masjid ini terbilang unik karena dibangun tanpa <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">kubah Masjid</a>. Fauzan Noe&#8217;man, arsitek masjid ini, mengatakan,  <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">Kubah </a> bukanlah unsur wajib dalam bangunan masjid. Tidak punya <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">kubah</a>, tapi masjid ini memiliki menara setinggi 59 meter yang diklaim sebagai menara tertinggi di Tangerang.</p>
<p>Selain ini, di dalam kompleks masjid terdapat gedung serba guna yang dapat menampung sekitar 500 orang, klinik, serta akan dibangun sekolah untuk menampung anak-anak kurang mampu.</p>
<p>Menurut data dari presidensby.info, peresmian Masjid Raya Bani Umar ini bertepatan dengan hari kelahiran almarhum Jenderal TNI (Purn) Umar Wirahadikusumah. Pembangunannya diprakarsai oleh keluarga almarhum yang tergabung dalam Yayasan Bakti Djajakusumah. Umar Wirahadikusumah adalah mantan Wakil Presiden RI periode 1983-1988.</p>
<p>Karlinah Djaja Atmadja, istri almarhum Umar Wirahadikusumah, mengungkapkan bahwa keberadaan masjid yang nyaman digunakan untuk beribadah sudah menjadi kebutuhan bagi semua umat Islam. &#8220;Kita semua sangat mendambakan sebuah masjid yang indah, dikelilingi taman-taman yang segar dan bernilai estetis dengan arsitektur tinggi,&#8221; kata Karlinah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kubahmasjid.com/presiden-resmikan-masjid-bani-umar-di-graha-bintaro/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Puting Beliung Jatuhkan Kubah Masjid</title>
		<link>http://kubahmasjid.com/puting-beliung-jatuhkan-kubah-masjid</link>
		<comments>http://kubahmasjid.com/puting-beliung-jatuhkan-kubah-masjid#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2009 09:33:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faizal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[artikle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kubahmasjid.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[
BANJAR, RABU — Angin puting beliung melanda Desa Aluh Aluh Besar, Kecamatan Aluh Aluh, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Rabu (18/2) siang tadi.
Selain menghancurkan tiga rumah penduduk dan satu gudang, puting beliung juga mengangkat dan menjatuhkan kubah Masjid Hidayatusolikin di desa tersebut.
kurang sempurnanya kontruksi kubah Masjid menjadikan  kubah tersebut terhempas  (Metro Banjar/Donny Sophandi)
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 130px"><img title="kubah masjid" src="http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/18/1756281p.JPG" alt="Kubah masjid" width="120" height="120" /><p class="wp-caption-text">Kubah masjid</p></div>
<p>BANJAR, RABU — Angin puting beliung melanda Desa Aluh Aluh Besar, Kecamatan Aluh Aluh, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Rabu (18/2) siang tadi.</p>
<p>Selain menghancurkan tiga rumah penduduk dan satu gudang, puting beliung juga mengangkat dan menjatuhkan<a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank"> kubah Masjid</a> Hidayatusolikin di desa tersebut.</p>
<p>kurang sempurnanya kontruksi <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">kubah Masjid </a>menjadikan  kubah tersebut terhempas  (Metro Banjar/Donny Sophandi)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kubahmasjid.com/puting-beliung-jatuhkan-kubah-masjid/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
