CV MICRO 2000
Kubah masjid
CV.MICRO 2000

Tlp : 081 83 81 781
081234 855 844
CP: Ir. Faizal Muzamil
Email :Faizalklm@gmail.com

Archive for the ‘Wisata Masjid’ Category

MASJID UNIK DI INDONESIA

MASJID CHENG HO ,SURABAYA

 

Masjid Cheng Hoo Surabaya adalah Masjid bernuansa Muslim Tionghoa yang berlokasi di  Surabaya atau 1.000 m utara dari Gedung Balaikota Surabaya. Masjid ini didirikan atas prakarsa para sespuh, penasehat, pengurus PITI, dan pengurus Yayasan Haji Muhammad Cheng Ho Indonesia Jawa Timur serta tokoh masyarakat Tionghoa di Surabaya. Pembangunan masjid ini diawali dengan peletakkan batu pertama 15 Oktober 2001 bertepatan dengan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Sedangkan pembangunannya baru dilaksanakan 10 Maret 2002 dan baru diresmikan pada 13 Oktober 2002.

Masjid Cheng Ho di sebut juga  Masjid Muhammad Cheng Ho Surabaya, ialah bangunan masjid yang menyerupai kelenteng (rumah ibadah umat Tri Dharma). Gedung ini terletak di areal komplek gedung serba guna PITI (Pembina Imam Tauhid Islam) Jawa Timur Jalan Gading No.2 (Belakang Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa), Surabaya. Masjid ini didominasi warna merah, hijau, dan kuning. Ornamennya kental nuansa Tiongkok lama. Pintu masuknya menyerupai bentuk pagoda, terdapat juga relief naga dan patung singa dari lilin dengan lafaz Allah dalam huruf Arab di puncak pagoda. Di sisi kiri bangunan terdapat sebuah beduk sebagai pelengkap bangunan masjid.Selain Surabaya di Palembang juga telah ada masjid serupa dengan nama Masjid Cheng Ho Palembang atau Masjid Al Islam Muhammad Cheng Hoo Sriwijaya Palembang.

Nama masjid merupakan penghormatan pada Cheng Ho, Laksamana asal Cina yang beragama Islam. Dalam perjalanannya di kawasan Asia Tenggara, Cheng Ho bukan hanya berdagang dan menjalin persahabatan, juga menyebarkan agama Islam.

Pada abad ke 15 pada masa Dinasti Ming (1368-1643) orang-orang Tionghoa dari Yunnan mulai berdatangan untuk menyebarkan agama Islam, terutama di pulau Jawa. Yang kemudian Laksamana Cheng Ho (Admiral Zhang Hee) atau yang lebih dikenal dengan Sam Poo Kong atau Pompu Awang pada tahun 1410 dan tahun 1416 dengan armada yang dipimpinnya mendarat di pantai Simongan, Semarang.

Selain itu dia juga sebagai utusan Kaisar Yung Lo untuk mengunjungi Raja Majapahit yang juga bertujuan untuk menyebarkan agama Islam.Untuk mengenang perjuangan dan dakwah Laksamana Cheng Hoo dan warga Tionghoa muslim juga ingin memiliki sebuah masjid dengan gaya Tionghoa maka pada tanggal 13 Oktober 2002 diresmikan Masjid dengan arsitektur Tiongkok ini.

Masjid Muhammad Cheng Hoo ini mampu menampung sekitar 200 jama’ah. Dan  berdiri di atas tanah seluas 21 x 11 meter persegi dengan luas bangunan utama 11 x 9 meter persegi. Masjid Muhammad Cheng Hoo juga memiliki delapan sisi dibagian atas bangunan utama. Ketiga ukuran atau angka itu ada Maknanya antaralain angka 11 untuk ukuran Ka’bah saat baru dibangun, angka 9 melambangkan Wali Songo dan angka 8 melambangkan Pat Kwa (keberuntungan/ kejayaan dalam bahasa Tionghoa).Perpaduan Gaya Tiongkok dan Arab memang menjadi ciri khas masjid ini.

 

MASJID TERTUA DAN BERSEJARAH DI CINA

MASJID NIUJIE, CINA

Masjid Niujie masjid paling tua dan bersejarah di Beijing, ibukota negara Republik Rakyat Cina (RRC). Usia masjid ini n lebih dari seribu tahun. Masjid terbesar di antara 68 buah masjid di Beijing ini juga menjadi titik awal masuknya Islam di China.

MASJID Niujie memiliki pengertian Niujie artinya ‘Jalan Sapi atau lembu.’ Kerana sejak dulunya warga di wilayah ini menjual masakan halal, terutama yang menggunakan bahan baku daging lembu atau sapi. Justeru tidak hairan jika kawasan ini dipenuhi oleh restoran-restoran Muslim. Berada di dalam area kompleks seluas lebih kurang 6,000 meter persegi.

Masjid Niujie masjid paling tua dan bersejarah di Beijing, ibukota negara Republik Rakyat Cina (RRC). Usia masjid ini lebih dari seribu tahun. Masjid terbesar di antara 68 buah masjid di Beijing ini juga menjadi titik awal masuknya Islam di daratan Cina. Masjid ini dibangun pada masa pemerintahan Kaisar Tonghe dari Dinasti Liao, tahun 996 Masehi, oleh dua orang Arab.

Dilihat dari sejarah tegaknya masjid ini sudah melintasi enam zaman, dari masa kekuasaan Dinasti Liao, Dinasti Song, Dinasti Yuan, Dinasti Ming, Dinasti Qing hingga era Cina modern sekarang. Sejak awal berdiri hingga kini, Masjid Niujie telah mengalami beberapa kali renovasi dan perluasan. Di masa pemerintahan Dinasti Ming, bangunan masjid mengalami perbaikan pada tahun 1442.

 

Pada Th 1696, semasa Dinasti Qing berkuasa. Setelah RRC berdiri tahun 1949, Masjid Niujie telah mengalami tiga kali renovasi, masing-masing di tahun 1955, 1979 dan 1996. Sebagai masjid tertua dan paling besar di Beijing, tidak mengherankan jika masjid ini menjadi pusat komuniti Muslim di kota tersebut yang jumlahnya mencapai 200 ribu jiwa.

Masjid ini berada di kawasan Niujie, Distrik Xuanwu, Beijing. Niujie sendiri dikenal sebagai kawasan padat berpopulasi Muslim terbesar di Beijing. Data terakhir menyebutkan terdapat sekitar 13 ribu warga Muslim yang bermukim di kawasan ini.

Bangunan Masjid Niujie memiliki campuran dua kebudayaan, Islam dan Cina. Memperlihatkan campuran corak khas Cina dan Islam. Dari luar, arsitektur bangunan menunjukkan pengaruh Cina tradisional, yakni tipikal bangunan istana Cina. Sedangkan di dalam memperlihatkan gaya arsitektur Islam.

Kerajaan China membiayai beberapa projek pemulihan masjid berkenaan, yang dianggap antara masjid paling terkenal di dunia sejak 1949. Pada 2005, kerajaan menyumbangkan 25 juta Yuan bagi melaksanakan kerja pembaikan dan pembesaran Masjid Niujie projek terbesar seumpamanya setakat ini termasuk membina semula Dewan Wanita.

Setelah mengalami  renovasi 4 kali, Masjid tersebut kini menjadi tempat yang lebih nyaman untuk melaksanakan ibadah. Masjid ini dibuat dari kayu balak, rumah kepada beberapa relik dan batu bersurat kebudayaan penting, seperti batu bersurat yang tertulis suatu titah seorang maharaja pada 1694 di zaman Dinasti Qing.

 

Tag:

MASJID YANG PERTAMA KALI DI DUNIA

 MASJID AL HARAM

Masjidil Haram adalah sebuah masjid di kota Mekkah,  yg dipandang sebagai tempat tersuci bagi umat Islam. Masjid ini juga merupakan tujuan utama dalam ibadah haji. Masjid yang dibangun mengelilingi Ka’bah & yang menjadi arah kiblat bagi umat Islam dalam mengerjakan ibadah salat. Masjid ini juga merupakan Masjid terbesar di dunia.

Menurut kepercayaan umatb islam Ka’bah atau nama lainnya Makkah pertama sekali dibina oleh Nabi Adam. Dan kemudian dilanjutkan pada masa Nabi Ibrahim bersama dengan anaknya, Nabi Ismail yang meninggikan dasar – dasar Ka’bah, dan sekaligus membangun masjid di sekitar Ka’bah tersebut.

Menurut hadits shahih satu kali salat di Masjidil Haram sama dengan 100.000 kali salat di masjid-masjid lain, kecuali Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsha. Satu kali salat di Masjid Nabawi sama dengan 1.000 kali salat di masjid-masjid lain, kecuali Masjidil Haram dan Masjidil Aqsha.

Seluruh umat islam diperintah untuk memalingkan wajahnya/hatinya kearah masjidil haram dimanapun berada, hal ini di perkuat dengan surah al-baqarah ayat 149 dan 150. perintah ini hampir sama derajatnya dengan perintah Allah yang lain seperti hal melakukan sholat, zakat, puasa, haji sebagai wujud hati yang terikat dan ingat kepada Allah dalam segala hal duniawi ini.

Sebagai masjid yang pertama kali dibangun di dunia, Masjidil Haram memiliki sejumlah keistimewaan.Antara lain adalah dilipatgandakannya pahala salat di tempat ini, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW.

Di dalam kompleks Masjidil Haram terdapat sejumlah tempat yang istimewa untuk memanjatkan doa. Berbagai riwayat menyebutkan doa seorang hamba akan dikabulkan bila dipanjatkan di tempat-tempat tersebut, yaitu:

1. Multazam

Multazam adalah tempat di antara Pintu Kakbah dan Rukun Hajar Aswad. Secara harfiah Multazam bermakna tempat yang amat diperlukan. Tempat inilah yang dinyatakan oleh Rasulullah SAW sebagai tempat yang paling mustajabah untuk berdoa

2. Hijir Ismail

Hijir Ismail adalah bangunan terbuka, berbentuk setengah lingkaran berada di sebelah sisi barat Kakbah. Disebut Hijir Ismail karena merupakan tempat berteduh Nabi Ismail dan Siti Hajar.

3. Maqam Ibrahim

Maqam Ibrahim adalah batu yang dipergunakan Nabi Ibrahim untuk berpijakan ketika membangun Kakbah. Pada batu ini terdapat bekas telapak kaki Nabi Ibrahim AS. Disunahkan salat sunah dua rakaat setelah selesai tawaf di belakang Maqam Ibrahim ini. Tempat ini juga merupakan salah satu tempat mustajabah untuk berdoa.

Perlu  diketahui bahwa ada doa yang dikabulkan Allah secara langsung, ada doa yang akan dikabulkan ketika di akhirat nanti, serta ada pula doa yang diganti dengan kebaikan atau rejeki yang lain. Tentu harus difahami bahwa Allah swt mengetahui apa sebenarnya yang terbaik bagi hamba-Nya. Allah akan mengabulkan doa hamba-Nya jika itu memang mendatangkan kemaslahatan dan bukan sekedar apa yang diinginkan oleh hamba-Nya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tag:

MASJID TERUNIK

Masjid Agung di Djenné

 

Masjid Agung di Djenné,  tidak hanya bangunan yang terbuat dari Bata dengan bahan dasar lumpur terbesar di dunia, tetapi juga sebuah model arsitektur ecofriendly dan berkelanjutan, menurut Infomrasi bahwa bangunan ini dibangun pada tahun 1200 hingga 1300, dan mengalami kerusakan parah. kemudian masjid ini dibangun lagi oleh pemerintah kolonial Prancis pada tahun 1906, gaya bangunan tersebut masih mengadopsi gaya Afrika di wilayah tersebut. Bahkan, masjid dianggap oleh banyak orang sebagai salah satu contoh terbaik dari gaya arsitektur, contoh lain termasuk Agadez Masjid Agung di Nigeria dan Masjid Larabanga di Ghana.

 

Batu Bata dari lumpur yang juga disebut adobe (tidak ada hubungannya perusahaan Adobe), merupakan bahan bangunan benar-benar alami. dimana bahan bangunannya terbuat dari pasir, tanah liat, air dan bahan perekat organik seperti jerami, tongkat atau bahkan pupuk kandang, struktur yang dihasilkan dikenal sangat tahan lama dan kokoh.Dinding Masjid Agung terbuat dari bata lumpur yang dijemur di sinar matahari (disebut ferey)

Lumpur tersebut dilapisi dengan plester lumpur yang halus rapih.Dinding bangunan yang dihiasi dengan bundel kelapa sawit (Borassus aethiopum) atau di sebut Toron dengan ukuran sekitar 60 cm (2 kaki) dari permukaan, toron ini juga berfungsi sebagai “ready made” untuk perbaikan tahunan. Keramik dipasang untuk menjaga agar air hujan dapat melewati bangunan dan langsing keliar, dimana keramik ini di pasang di atas bangunan.

Masjid ini dibangun dengan fondasi berukuran sekitar 75 m x 75 m dan berada pada ketinggian 3 meter di atas permukaan tanah terdapat 6 set tangga, masing-masing dihiasi di puncaknya.Masjid Agung di Djenné, Mali Tahun 2010 (Umurnya sudah kira-kira 700- 800 Tahun, Jadi Sudah Sangat terbukti Mengatasi Gangguan Seperti Hujan dan Air)

Setiap tahunnya, masjid Djenné ini mendapat perawatan atau perbaikan dalam rangka menyambut berbagai perayaan festival rakyat sebagai hiburan yang luarbiasa, serta menyenangkan bagi masyarakat Djenné. Masjid Agung Djenné merupakan salah satu “Situs Warisan Dunia” yang ditetapkan oleh UNESCO pada tahun 1988?, yang dapat dikunjungi setiap saat, tetapi tidak dibolehkan memasuki bangunan, kecuali anda Muslim. Masjid Agung ini telah ditutup untuk non-Muslim pada tahun 1996, akibat dari kerusuhan dan penembakkan salah seorang official fotografi majalah Vogue Prancis di dalam masjid.

 

 

SALAH SATU MESJID TERINDAH

Masjid Sultan Ahmed, TURKI

 

Masjid Sultan Ahmed adalah sebuah masjid di Istanbul, kota terbesar di Turki dan merupakan ibukota Kesultanan Utsmaniyah ( dari 1453  M sampai 1923 M). Masjid ini dikenal dengan juga dengan nama Masjid Biru karena pada masa lalu interiornya berwarna biru.

Pada abad 17 pada masa pemerintahan Ahmed I, Masjid Biru wajah Hagia Sophia dan Hippodrome, mengacu pada peran penting sejarah di kota. Bagian dari Sultan Ahmed Mosque dibangun pada bagian-bagian dari dasar Istana Besar, tempat tinggal kerajaan Kaisar Byzantium dari (303 SM-1081 M), ketika Istanbul dikenal sebagai Konstantinopel.

Masjid ini berada dii kawasan tertua di Istanbul, di mana sebelum 1453 merupakan pusat Konstantinopel, ibukota Kekaisaran Bizantin/Bizantium. Berada di dekat situs kuno Hippodrome, serta berdekatan juga dengan apa yang dulunya bernama Gereja Kristen Kebijaksanaan Suci (Hagia Sophia) yang sekarang diubah fungsinya menjadi museum. (wikipedia)

Seperti halnya di semua masjid, masjid ini diarahkan sedemikian rupa sehingga orang yang melakukan Salat menghadap ke Makkah, dengan mihrab berada di depan.

Sultan Ahmed (yang kemudian meninggal dan dimakamkan di halaman masjid), memerintahkan arsiteknya, Sedefhar Mehmet Aga, diberi mandat (sebelum beliau meninggal tentunya) untuk tidak perlu berhemat biaya dalam penciptaan tempat ibadah umat Islam yang besar dan indah ini. Struktur dasar bangunan ini hampir berbentuk kubus, berukuran 53 kali 51 meter.

Masjid ini dibangun  tahun 1609 dan 1616 atas perintah Sultan Ahmed I, yang kemudian menjadi nama masjid tersebut. Ia dimakamkan di halaman masjid. Masjid ini terletak di kawasan tertua di Istanbul, di mana sebelum 1453 merupakan pusat Konstantinopel, ibukota Kekaisaran Bizantin/Bizantium. Berada di dekat situs kuno Hippodrome, serta berdekatan juga dengan apa yang dulunya bernama Gereja Kristen Kebijaksanaan Suci (Hagia Sophia) yang sekarang diubah fungsinya menjadi museum.

Lokasi jaraknya cukup dekat dengan Istana Topkap?, tempat kediaman para Sultan Utsmaniyah sampai tahun 1853 dan tidak jauh dari pantai Bosporus. Dilihat dari laut, kubah dan menaranya mendominasi cakrawala kota Istanbul.

 

MASJID DENGAN MENARA TERUNIK

MASJID MENARA KUDUS

Masjid Menara Kudus (n Masjid Al Aqsa dan Masjid Al Manar) adalah sebuah mesjid yang dibangun oleh Sunan Kudus pada tahun 1549 Masehi atau tahun 956 Hijriah dengan menggunakan batu Baitul Maqdis dari Palestina sebagai batu pertama. Masjid ini terletak di desa Kauman, kecamatan Kota, kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Mesjid ini berbentuk unik, karena memiliki menara yang serupa bangunan candi. Masjid ini adalah perpaduan antara budaya Islam dengan budaya Hindu.

Sunan Kudus sebagai pendiri dan pemrakarsa berdirinya masjid ini. Sebagaimana para walisongo yang lainnya, Sunan Kudus memiliki cara yang amat bijaksana dalam dakwahnya. Di antaranya, beliau mampu melakukan adaptasi dan pribumisasi ajaran Islam di tengah masyarakat yang telah memiliki budaya mapan dengan mayoritas beragama Hindu dan Budha. Pencampuran budaya Hindu dan Budha dalam dakwah yang dilakukan Sunan Kudus, salah satunya dapat kita lihat pada masjid Menara Kudus ini.

Tahun 956 H atau 1549 M. Hal ini dapat diketahui dari inskripsi (prasasti) pada batu yang lebarnya 30 cm dan panjang 46 cm yang terletak pada mihrab masjid yang ditulis dalam bahasa Arab.[1]

Masjid  ini memiliki 5 buah pintu sebelah kanan, dan 5 buah pintu sebelah kiri. Jendelanya semuanya ada 4 buah. Pintu besar terdiri dari 5 buah, dan tiang besar di dalam masjid yang berasal dari kayu jati ada 8 buah. Namun masjid ini tidak sesuai aslinya, lebih besar dari semula karena pada tahun 1918-an telah direnovasi. Di dalamnya terdapat kolam masjid, kolam yang merupakan “padasan” tersebut merupakan peninggalan kuna dan dijadikan sebagai tempat wudhu.

Ketinggian yang di miliki menara kudus  sekitar 18 meter dengan bagian dasar berukuran 10 x 10 m. Di sekeliling bangunan dihias dengan piring-piring bergambar yang kesemuanya berjumlah 32 buah. Dua puluh buah di antaranya berwarna biru serta berlukiskan masjid, manusia dengan unta dan pohon kurma. Sementara itu, 12 buah lainnya berwarna merah putih berlukiskan kembang. Di dalam menara terdapat tangga yang terbuat dari kayu jati yang mungkin dibuat pada tahun 1895 M. Bangunan dan hiasannya jelas menunjukkan adanya hubungan dengan kesenian Hindu Jawa karena bangunan Menara Kudus itu terdiri dari 3 bagian: (1) kaki, (2) badan, dan (3) puncak bangunan. Menara ini dihiasi pula antefiks (hiasan yang menyerupai bukit kecil).[2]

Kaki dan badan menara dibangun dan diukir dengan tradisi Jawa-Hindu, termasuk motifnya. Ciri lainnya bisa dilihat pada penggunaan material batu bata yang dipasang tanpa perekat semen. Teknik konstruksi tradisional Jawa juga dapat dilihat pada bagian kepala menara yang berbentuk suatu bangunan berkonstruksi kayu jati dengan empat batang saka guru yang menopang dua tumpuk atap tajug.

Terdapat mustaka pada bagian puncak atap tajug seperti pada puncak atap tumpang bangunan utama masjid-masjid tradisional di Jawa yang jelas merujuk pada unsur arsitektur Jawa-Hindu.

 

 

 

 

Tag:

SEJARAH MASJID AL-NABAWI

Masjid al-Nabawi

 

Masjid Nabawi merupakan masjid  yang terdapat di Kota Madinah, Arab Saudi karena dibangun oleh Nabi Muhammad saw. dan menjadi tempat makam beliau dan para sahabatnya. Masjid ini merupakan salah satu masjid yang utama bagi umat Muslim setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjidil Aqsa di Yerusalem. Masjid merupakan Masjid terbesar ke-2 di dunia, setelah Masjidil Haram di Mekkah.

Masjid Nabawi  dibangun oleh Rasulullah saw., setelah Masjid Quba yang didirikan dalam perjalanan hijrah beliau dari Mekkah ke Madinah. Masjid Nabawi dibangun sejak saat-saat pertama Rasulullah saw tiba di Madinah.

Masjid ini berukuran sekitar 50 m × 50 m, dengan tinggi atap sekitar 3,5 m[3]. Rasulullah saw turut membangunnya dengan tangannya sendiri, bersama-sama dengan para shahabat dan kaum muslimin. Tembok di keempat sisi masjid ini terbuat dari batu bata dan tanah & n atapnya dari daun kurma dengan tiang-tiang penopangnya dari batang kurma.

 

waktu rasulullah saw masuk madinah, kaum ansar mengelu-elukan beliau serta menawarkan rumah untuk beristirahat. Namun rasulullah saw menjawab dengan bijaksana:”biarkanlah unta ini jalan, karena ia diperintah allah”.
Setelah sampai di hadapan rumah abu ayyub al ansari, unta tersebut berhenti, kemudian dipersilahkan oleh abu ayyub al ansari tinggal di rumahnya.
Setelah beberapa bulan di rumah abu ayyub al ansari, nabi mendirikan masjid di atas sebidang tanah yang sebagian milik as’ad bin zurrah diserahkan sebagai wakaf. Sebagian lagi milik anak yatim sahal dan suhail anak amir bin amarah di bawah asuhan mu’adz bin atrah.
Waktu membangun masjid, nabi meletakkan batu pertama selanjutnya kedua, ketiga, keempat dan kelima masing-masing oleh abu bakar, umar, usman dan ali. Kemudian dikerjakan dengan gotong royong sampai selesai.

 

Dengan penambahan bangunan baru , luas lantai dasar masjid nabawi kira-kira 98.000 meter persegi yang dapat menampung 167.000 jamaah. Sedangkan lantai atas digunakan untuk sholat seluas 67.000 meter persegi dapat menampung sebanyak 90.000 jamaah.Luas halaman Masjid Nabawi yang dipersiapkan untuk dapat digunakan sebagai areal sholat di Masjid Nabawi adalah 206.000 meter persegi yang diperkirakan dapat menampung 400.000 jama’ah.

Halaman ini berlantai granit dan marmar putih yang didesain sedemikian rupa sehingga menampakkan bentuk seni arsitektur islam. Di bawah lantai ini terdapat konstruksi raksasa, terdiri dari dua lantai bawah tanah untuk parkir seluas 292.000 meter persegi yang dapat menampung 4.500 mobil.

SEJARAH 7 MASJID DI INDONESIA

1. MASJID AGUNG, DEMAK
Didirikan oleh R. Patah pada abad ke 15 M bersama dengan Wali Songo. Masjid ini pada mulanya diberi nama Masjid Pesantren Glagahwangi . Masjid ini dipercayai pernah menjadi tempat berkumpulnya para ulama (wali) yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa yang disebut dengan Walisongo.

Masjid ini mempunyai empat tiang utama bangunan induk atau disebut juga dengan nama saka guru. Salah satu dari tiang utama tersebut konon berasal dari serpihan-serpihan kayu, sehingga dinamai saka tatal. Bangunan serambi merupakan bangunan terbuka & Atapnya berbentuk limas yang ditopang delapan tiang yang disebut Saka Majapahit.  Atap limas Masjid terdiri dari tiga bagian yang menggambarkan ;

(1) Iman

(2) Islam

(3) Ihsan

Di Masjid ini juga terdapat “Pintu Bledeg” yang dapat dibaca Naga Mulat Salira Wani. Dengan makna tahun 1388 Saka atau 1466 M, atau 887 H.Selain itu dialam komplek Masjid Angung Demak juga terdapat beberapa makam para raja Kesultanan Demak beserta para abdinya. Di kompleks ini juga terdapat  pula Museum Masjid Agung Demak yang berisi tentang riwayat masjid agung demak.

Masjid Agung Demak dicalonkan untuk menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1995.

2. MASJID SULTAN SURIANSYAH, BANJARMASIN
Merupakan Masjid tertua yang ada di Kalimantan selatan atau sering juga di sebut dengan Masjid Kuin.  Dinamakan Masjid Kuin Karena terletak ditepi singai Kuin, masjid ini dibangun pada masa pemerintahan Sultan Suriansyah (1526-1550) yaitu seorang Raja Banjarmasin pertam yang memeluk agama Islam.

Masjid ini memiliki bentuk arsitektur tradisional Banjar, Dengan konstruksi panggung dan beratap tumpang. Pada bagian mihrab masjid ini memiliki atap sendiri yang terpisah dengan bangunan induk. Masjid ini juga memiliki 2 buah inskripsi  yang tertulis pada bidang berbentuk segi delapan berukuran 50 cm x 50 cm yakni pada dua daun pintu Lawang Agung.

Selain itu Pada mimbar yang terbuat dari kayu ulin juga terdapat pelengkung mimbar dengan kaligrafi berbunyi “Allah Muhammadarasulullah”. Pada bagian kanan atas terdapat tulisan “Krono Legi : Hijrah 1296 bulan Rajab hari Selasa tanggal 17″, sedang pada bagian kiri terdapat tulisan : “Allah subhanu wal hamdi al-Haj Muhammad Ali al-Najri”. Ini berarti  pada hari Selasa Legi tanggal 17 Rajab 1296 mimbar dibuat, atas nama Haji Muhammad Ali al-Najri.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3. MASJID RAYA BAITURRAHMAN, BANDA ACEH

Merupakan Masjid Kesultanan Aceh  sewaktu Belanda menyerang kota Banda Aceh  namun pada tahun 1873, masjid ini dibakar  kemudian pada tahun 1875 Belanda membangun kembali sebuah masjid sebagai penggantinya. masjin Baiturrahman ini adalah satu-satunya masjid yang tidak rubuh saat di terjang sunami yang terjadi di Aceh.

Mesjid ini  memiliki kubah tunggal dan dapat diselesaikan pada tanggal 27 Desember 1883. Selanjutnya Mesjid ini diperluas menjadi 3 kubah pada tahun 1935. Dan yang terakhir diperluas lagi menjadi 5 kubah (1959-1968). Mesjid ini kemudian telah diperluas dan saat ini memiliki 7 kubah.

Masjid  Baiturrahman ini merupakan salah satu masjid yang terindah di Indonesia yang memiliki bentuk yang manis, ukiran yang menarik, halaman yang luas dan terasa sangat sejuk apabila berada di dalam ruangan masjid tersebut.

4. MASJID SULTAN TERNATE, MALUKU
Masjid Sultan Ternate  terletak di kawasan Jalan Sultan Khairun  Kota Ternate  Provinsi Maluku Utara. Masjid ini menjadi bukti keberadaan Kesultanan Islam pertama di kawasan timur Nusantara ini. Kesultanan Ternate mulai menganut Islam sejak raja ke-18, yaitu Kolano Marhum yang bertahta sekitar 1465-1486 M[1]. Pengganti Kolano Marhum adalah puteranya, Zainal Abidin (1486-1500), yang makin memantapkan Ternate sebagai Kesultanan Islam dengan mengganti gelar Kolano menjadi Sultan.

Sebagaimana Kesultanan Islam Masjid Sultan Ternate dibangun di dekat Kedaton Sultan Ternate, tepatnya sekitar 100 meter sebelah tenggara kedaton. Posisi masjid ini tentu saja berkaitan dengan peran penting masjid dalam kehidupan beragama di Kesultanan Ternate. Tradisi atau ritual-ritual keagamaan yang diselenggarakan kesultanan selalu berpusat di masjid ini.

Bangunan Masjid Ternate ini terbuat dari komposisi bahan yang  dari susunan batu dengan bahan perekat dari campuran kulit kayu pohon kalumpang. Sementara arsitekturnya mengambil bentuk segi empat dengan atap berbentuk tumpang limas, di mana tiap tumpang dipenuhi dengan terali-terali berukir. Arsitektur ini nampaknya merupakan gaya arsitektur khas masjid-masjid awal di Nusantara.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5. MASJID ISTIQLAL, JAKARTA
Masjid ini dibangun pada 24 Agustus 1951 oleh preiden pertama Ir. Soekarno. Masjid yang berada di tepi sungai Ciliwung dan terletak sebelah timur laut dari Monas itu merupakan masjid terbesar se-Asia Tenggara.

Kompleks masjid ini berada di bekas Taman Wilhelmina, di timur laut lapangan Medan Merdeka yang ditengahnya berdiri Monumen Nasional (Monas).  Bangunan utama masjid ini terdiri dari lima lantai dan satu lantai dasar. Masjid ini memiliki gaya arsitektur modern dengan dinding dan lantai berlapis marmer, dihiasi ornamen geometrik dari baja antikarat. Bangunan utama masjid dimahkotai satu kubah besar berdiameter 45 meter yang ditopang 12 tiang besar. Menara tunggal setinggi total 96,66 meter menjulang di sudut selatan selasar masjid. Masjid ini jug dapat  menampung lebih dari dua ratus ribu jamaah

Setiap Hari Besar Islam seperti ; Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha, Tahun Baru Hijriyah, Maulid Nabi Muhammad dan Isra dan Mi’raj, Presiden Republik Indonesia selalu mengadakan kegiatan keagamaan di masjid ini yang disiarkan secara langsung melalui televisi nasional  maupun swasta.

 

 

 

 

 

 



6. MASJID TIBAN , MALANG                                                                                                 Pada abad ke-18. Konon masjid ini berdiri hanya 1 malam saja yang berupa 4 pilar yang atasnya diberi cungkup. uniknya lagi pilar0pilar tersebut saat diteliti hanya berupa kumpulan tatal (serpihan kayu) seperti yang dibuat oleh Sunan Kalijaga, keunikan lainnya yaitu, masjid tersebut memiliki sumur yang mempunyai air yang selalu jernih dan tidak pernah surut saat musim kemarau.

Disebut Masjid tiban karena Konon masjid yang sangat megah ini dibangun tanpa sepengetahuan warga sekitar dan hanya dalam waktu hanya semalam. Pondok Pesantren tersebut dibangun oleh Romo Kiai Haji Ahmad Bahru Mafdlaluddin Shaleh Al-Mahbub Rahmat Alam, atau yang akrab disapa Romo Kiai Ahmad.

Arsitek dari pembangunan ponpes ini bukanlah seseorang yang belajar dari ilmu arsitektur perguruan tinggi, melainkan hasil dari istikharah pemilik pondok, KH Achmad Bahru Mafdloludin Sholeh. Karenanya, bentuknya menjadi sangat unik, seperti perpaduan timur tengah, china dan modern. Untuk pembangunannya pun tidak menggunakan alat-alat berat dan modern seperti halnya untuk membangun gedung bertingkat. Semuanya dikerjakan oleh para santri yang berjumlah 250 orang dan beberapa penduduk di sekitar pondok.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

7. MASJID AL-AKBAR , SURABAYA                                                                                         Pembangunan Masjid ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Presiden RI Try Sutrisno. Namun karena krisis moneter pembangunannya dihentikan sementara waktu. Tahun 1999, masjid ini dibangun lagi dan selesai tahun 2001. Pada 10 November 2000, Masjid ini diresmikan oleh Presiden RI KH. Abdurrahman Wahid.

Luas bangunan dan fasilitas penunjang max adalah 22.300 meter persegi, dengan rincian panjang 147 meter dan lebar 128 meter. Bentuk atap MAS terdiri dari 1 kubah besar yang didukung 4 kubah kecil berbentuk limasan serta 1 menara. Keunikan bentuk kubah MAS ini terletak pada bentuk kubah yang hampir menyerupai setengah telur dengan 1,5 layer yang memiliki tinggi sekitar 27 meter.

Masjid Al-Akbar memiliki 45 pintu  dengan daun pintu (bukaan) ganda yang berarti dibutuhkan 90 daun pintu dengan ukuran masing-masing . Pintu itu terbuat dari kayu jati yang didatangkan khusus dari Perhutani dan dibuat oleh para pengrajin dari Surabaya.

 

Tag:

Masjid Muhammad Cheng Ho

<br><br>Masjid Muhammad Cheng Ho yang lebih populer disebut dengan nama masjid
Cheng Ho merupakan masjid yang memiliki keunikan tersendiri karena
bentuk masjidnya berbeda dengan bentuk masjid pada umumnya. Masjid ini
dibangun dengan perpaduan unsur budaya China, budaya Islam dan budaya
Jawa sebagai bentuk penghormatan kepada Laksamana Cheng Ho asal China
yang beragama Islam ketika berdagang, menjalin persahabatan dan
berdakwah agama Islam di tanah Jawa. Bentuk masjid Cheng Ho mirip dengan
kelenteng (tempat ibadah agama Tri Dharma) yang warnanya banyak di
dominasi oleh warna merah yang mencerminkan unsur budaya dari China.<br><br>

Lokasi Masjid Cheng Ho berada di belakang Rumah Sakit Adi Husada dan
untuk menuju ke lokasi masjid Cheng Ho melalui jalan Taman Kusuma Bangsa
yang letaknya didepan HI-TECH Mall.<br><br>

Masjid Cheng Ho memiliki daya tampung sekitar 200 jama'ah dan berdiri
diatas lahan seluas 21 x 11 meter persegi, sedangkan luas bangunannya
seluas 11 x 9 meter persegi.

Tag:

Keindahan Masjid Al-Irsyad

Sejak diresmikan 2010 lalu, bangunan ini sudah mencuri perhatian tidak
hanya warga sekitar tetapi juga di dunia maya. Masjid yang terletak di
Padalarang ini masuk 5 besar "Building Of The Year 2010" oleh National
Frame Building Association. Acara akbar yang melibatkan para arsitek di
seluruh dunia ini menempatkan Masjid Al Irsyad dalam kategori religious architecture. Menurut ArchDaily, situs publikasi arsitektur terpopuler, Masjid Al Irsyad cukup populer di antara tempat ibadah yang lain dan hanya dikalahkan oleh Gereja Tampa Covenant, Florida, Amerika serikat.

Jika umumnya masjid memiliki kubah atau menara, tidak dengan Masjid Al Irsyad.
Masjid yang dirancang oleh Ridwan Kamil, arsitek kenamaan Indonesia ini
didesain mirip Ka'bah, berbentuk kubus dengan warna abu-abu. Desainnya
sederhana, tidak banyak ornamen namun tetap memiliki keindahan
tersendiri.

Dinding masjid terbuat dari batu bata yang disusun sedemikian rupa
sehingga membentuk celah yang terbaca sebagai dua kalimat syahadat.
Selain memiliki fungsi artistik, lubang-lubang ini juga berfungsi
sebagai ventilasi udara. Menjelang malam ketika lampu di dalam masjid
mulai dinyalakan, sinar lampu akan menerobos celah ventilasi sehingga
jika dilihat dari luar tampak seperti masjid yang memancarkan cahaya
berbentuk kalimat syahadat. Sangat mengagumkan.

Keindahan tidak hanya tampak dari luar masjid. Di dalam masjid terdapat
99 lampu bulat berukir asmaul husna yang jika dinyalakan, cahayanya akan
membentuk siluet nama-nama suci Allah SWT. Terasa sekali kemegahannya.

Masjid Al Irsyad
juga seolah ingin mendekatkan kita pada alam. Lantai tepi mimbar
dimanfaatkan untuk kolam di lantai. Suara gemericik air kolam memberikan
suasana teduh yang dapat menambah ketenangan ketika beribadah. Dinding
di belakang mimbar juga dibiarkan terbuka sehingga jama'ah dapat
menikmati pemandangan Padalarang yang menyegarkan.

Didirikan di atas lahan seluas 1.100 meter persegi, masjid berkapasitas
1.500 jama'ah ini selain menjadi tempat ibadah juga menjadi tujuan
wisata tak hanya bagi para sekitar Bandung dan Jakarta tetapi juga
mancanegara.

Galery
Museum Olahraga

Kubah Masjid Poltek Semarang
Kubah Emas Palembang
Untuk melihat gambar yang lainnya klik Disini

Kubah Masjid