<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kontraktor Kubah Masjid &#187; Wisata Masjid</title>
	<atom:link href="http://kubahmasjid.com/category/wisata-masjid/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kubahmasjid.com</link>
	<description>Pembuatan kubah masjid</description>
	<lastBuildDate>Thu, 01 Mar 2012 17:58:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Masjid Muhammad Cheng Ho</title>
		<link>http://kubahmasjid.com/masjid-muhammad-cheng-ho</link>
		<comments>http://kubahmasjid.com/masjid-muhammad-cheng-ho#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Feb 2012 18:01:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>garden</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata Masjid]]></category>
		<category><![CDATA[sekilas info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kubahmasjid.com/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[&#60;br&#62;&#60;br&#62;Masjid Muhammad Cheng Ho yang lebih populer disebut dengan nama masjid Cheng Ho merupakan masjid yang memiliki keunikan tersendiri karena bentuk masjidnya berbeda dengan bentuk masjid pada umumnya. Masjid ini dibangun dengan perpaduan unsur budaya China, budaya Islam dan budaya Jawa sebagai bentuk penghormatan kepada Laksamana Cheng Ho asal China yang beragama Islam ketika berdagang, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&lt;br&gt;&lt;br&gt;Masjid Muhammad Cheng Ho yang lebih populer disebut dengan nama masjid<br />
Cheng Ho merupakan masjid yang memiliki keunikan tersendiri karena<br />
bentuk masjidnya berbeda dengan bentuk masjid pada umumnya. Masjid ini<br />
dibangun dengan perpaduan unsur budaya China, budaya Islam dan budaya<br />
Jawa sebagai bentuk penghormatan kepada Laksamana Cheng Ho asal China<br />
yang beragama Islam ketika berdagang, menjalin persahabatan dan<br />
berdakwah agama Islam di tanah Jawa. Bentuk masjid Cheng Ho mirip dengan<br />
kelenteng (tempat ibadah agama Tri Dharma) yang warnanya banyak di<br />
dominasi oleh warna merah yang mencerminkan unsur budaya dari China.&lt;br&gt;&lt;br&gt;</p>
<p>Lokasi Masjid Cheng Ho berada di belakang Rumah Sakit Adi Husada dan<br />
untuk menuju ke lokasi masjid Cheng Ho melalui jalan Taman Kusuma Bangsa<br />
yang letaknya didepan HI-TECH Mall.&lt;br&gt;&lt;br&gt;</p>
<p>Masjid Cheng Ho memiliki daya tampung sekitar 200 jama&#39;ah dan berdiri<br />
diatas lahan seluas 21 x 11 meter persegi, sedangkan luas bangunannya<br />
seluas 11 x 9 meter persegi.</p>
<h4>Tag:</h4><ul>kubah masjid terindah,relief dari masjid mantingan (jepara) berupa gambar kera yang disamarkan,relief dari masjid mantingan(Jepara) berupa gambar kera yang disamarkan,Kuba Masjid,gambar relief pada masjid mantingan(jepara)berupa gambar kera yang disamarkan,Relief dari masjid mantingan (jepara)berupa gambar kera yang disamarkan,relief dari masjid mantingan berupa kera yang disamarkan,relief masjid mantingan berupa gambar kera yang disamarkan,relief dari masjid mantingan berupa gambar kera yang disamarkan,relief pada masjid mantingan jepara berupa gambar kera yang disamarkan</ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kubahmasjid.com/masjid-muhammad-cheng-ho/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keindahan Masjid Al-Irsyad</title>
		<link>http://kubahmasjid.com/keindahan-masjid-al-irsyad</link>
		<comments>http://kubahmasjid.com/keindahan-masjid-al-irsyad#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Feb 2012 03:28:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>garden</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata Masjid]]></category>
		<category><![CDATA[sekilas info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kubahmasjid.com/?p=168</guid>
		<description><![CDATA[Sejak diresmikan 2010 lalu, bangunan ini sudah mencuri perhatian tidak hanya warga sekitar tetapi juga di dunia maya. Masjid yang terletak di Padalarang ini masuk 5 besar &#34;Building Of The Year 2010&#34; oleh National Frame Building Association. Acara akbar yang melibatkan para arsitek di seluruh dunia ini menempatkan Masjid Al Irsyad dalam kategori religious architecture. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak diresmikan 2010 lalu, bangunan ini sudah mencuri perhatian tidak<br />
hanya warga sekitar tetapi juga di dunia maya. Masjid yang terletak di<br />
Padalarang ini masuk 5 besar &quot;Building Of The Year 2010&quot; oleh National<br />
Frame Building Association. Acara akbar yang melibatkan para arsitek di<br />
seluruh dunia ini menempatkan <a class="bluelink" href="http://cityguide.kapanlagi.com/bandung/wisata//36534-masjid-al-irsyad.html" target="_blank">Masjid Al Irsyad</a> dalam kategori <i>religious architecture</i>. Menurut ArchDaily, situs publikasi arsitektur terpopuler, <a class="bluelink" href="http://cityguide.kapanlagi.com/bandung/wisata//36534-masjid-al-irsyad.html" target="_blank">Masjid Al Irsyad</a> cukup populer di antara tempat ibadah yang lain dan hanya dikalahkan oleh Gereja Tampa Covenant, Florida, Amerika serikat.</p>
<p>
Jika umumnya masjid memiliki kubah atau menara, tidak dengan <a class="bluelink" href="http://cityguide.kapanlagi.com/bandung/wisata//36534-masjid-al-irsyad.html" target="_blank">Masjid Al Irsyad</a>.<br />
Masjid yang dirancang oleh Ridwan Kamil, arsitek kenamaan Indonesia ini<br />
didesain mirip Ka&#39;bah, berbentuk kubus dengan warna abu-abu. Desainnya<br />
sederhana, tidak banyak ornamen namun tetap memiliki keindahan<br />
tersendiri. </p>
<p>Dinding masjid terbuat dari batu bata yang disusun sedemikian rupa<br />
sehingga membentuk celah yang terbaca sebagai dua kalimat syahadat.<br />
Selain memiliki fungsi artistik, lubang-lubang ini juga berfungsi<br />
sebagai ventilasi udara. Menjelang malam ketika lampu di dalam masjid<br />
mulai dinyalakan, sinar lampu akan menerobos celah ventilasi sehingga<br />
jika dilihat dari luar tampak seperti masjid yang memancarkan cahaya<br />
berbentuk kalimat syahadat. Sangat mengagumkan. </p>
<p>Keindahan tidak hanya tampak dari luar masjid. Di dalam masjid terdapat<br />
99 lampu bulat berukir asmaul husna yang jika dinyalakan, cahayanya akan<br />
membentuk siluet nama-nama suci Allah SWT. Terasa sekali kemegahannya.</p>
<p><a class="bluelink" href="http://cityguide.kapanlagi.com/bandung/wisata//36534-masjid-al-irsyad.html" target="_blank">Masjid Al Irsyad</a><br />
juga seolah ingin mendekatkan kita pada alam. Lantai tepi mimbar<br />
dimanfaatkan untuk kolam di lantai. Suara gemericik air kolam memberikan<br />
suasana teduh yang dapat menambah ketenangan ketika beribadah. Dinding<br />
di belakang mimbar juga dibiarkan terbuka sehingga jama&#39;ah dapat<br />
menikmati pemandangan Padalarang yang menyegarkan.</p>
<p>Didirikan di atas lahan seluas 1.100 meter persegi, masjid berkapasitas<br />
1.500 jama&#39;ah ini selain menjadi tempat ibadah juga menjadi tujuan<br />
wisata tak hanya bagi para sekitar Bandung dan Jakarta tetapi juga<br />
mancanegara.</p>
<h4>Tag:</h4><ul>kuba masjid,kontraktor kubah masjid,kubah masjid bandung,kontraktor masjid,dekorasi kuba masjid,nama kubah masjid fiber,ornamen gambar kubah masjid,Ornamen mancanegarara yang juga mempunyai keindahan tersendiri,qubah masjid com,www gambar kubahmasjid com</ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kubahmasjid.com/keindahan-masjid-al-irsyad/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>8 Masjid tertua di Indonesia</title>
		<link>http://kubahmasjid.com/8-masjid-tertua-di-indonesia</link>
		<comments>http://kubahmasjid.com/8-masjid-tertua-di-indonesia#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Feb 2012 09:10:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>garden</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata Masjid]]></category>
		<category><![CDATA[sekilas info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kubahmasjid.com/?p=164</guid>
		<description><![CDATA[8. Masjid Mantingan (1559) Masjid Mantingan adalah masjid kuno di desa Mantingan, Kecamatan Tahunan, Jepara, Jawa Tengah. Masjid ini dilaporkan didirikan di Kesultanan Demak pada tahun 1559. Didirikan oleh ubin lantai tinggi ditutup dengan Cina buatan sendiri, dan juga kereta api-undakannya. Semua didatangkan dari Makao. bubungan atap Bangunan gaya termasuk China. Dinding luar dan dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>8. Masjid Mantingan (1559</strong>)<br />
Masjid Mantingan adalah masjid kuno di desa Mantingan, Kecamatan Tahunan, Jepara, Jawa Tengah. Masjid ini dilaporkan didirikan di Kesultanan Demak pada tahun 1559. Didirikan oleh ubin lantai tinggi ditutup dengan Cina buatan sendiri, dan juga kereta api-undakannya. Semua didatangkan dari Makao. bubungan atap Bangunan gaya termasuk China. Dinding luar dan dalam dihiasi dengan piring tembikar bergambar biru, sedang dinding sebelah tempat imam dan pendeta itu dihiasi dengan relief persegi bergambar margasatwa, dan penari penari diukir di batu kuning tua. Pengawasan pekerjaan konstruksi masjid ini tak lain adalah Babah Liem Mo Han. Di dalam kompleks masjid terdapat makam Sultan Hadlirin, suami dari Kanjeng Ratu Kalinyamat dan adik ipar Sultan Trenggono, penguasa terakhir Demak. Selain itu ada juga makam Waliullah Mbah Abdul Jalil, yang disebut sebagai nama lain Syekh Siti Jenar.<a href="http://1.bp.blogspot.com/_Owgxo0uCZXA/S8dwRtSpbwI/AAAAAAAABQg/PrxWRarw8Yc/s1600/masjid+mantingan.jpg" target="_blank"><img src="http://1.bp.blogspot.com/_Owgxo0uCZXA/S8dwRtSpbwI/AAAAAAAABQg/PrxWRarw8Yc/s400/masjid+mantingan.jpg" alt="" border="0" /></a></p>
<p><strong>7. Masjid Agung Banten (1552-1570)</strong><br />
Masjid Agung Banten termasuk masjid tua yang penuh nilai sejarah. Setiap harinya masjid ini ramai dikunjungi para peziarah yang datang tak hanya dari Banten dan Jawa Barat, tapi juga dari berbagai daerah di Pulau Jawa.<br />
Masjid Agung Banten terletak di Kompleks bangunan masjid di Desa Banten Lama, sekitar 10 km sebelah utara Kota Serang. Masjid ini dibangun pertama kali oleh Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570), sultan pertama Kasultanan Demak. Ia adalah putra pertama Sunan Gunung Jati.<br />
Salah satu kekhasan yang tampak dari masjid ini adalah adalah atap bangunan utama yang bertumpuk lima, mirip pagoda China. Ini adalah karya arsitektur China yang bernama Tjek Ban Tjut. Dua buah serambi yang dibangun kemudian menjadi pelengkap di sisi utara dan selatan bangunan utama.<a href="http://3.bp.blogspot.com/_Owgxo0uCZXA/S8dv-QtQ3uI/AAAAAAAABQQ/ShJClS9xr-o/s1600/masjid+agung+banten.jpg" target="_blank"><img src="http://3.bp.blogspot.com/_Owgxo0uCZXA/S8dv-QtQ3uI/AAAAAAAABQQ/ShJClS9xr-o/s400/masjid+agung+banten.jpg" alt="" border="0" /></a><br />
Di masjid ini juga terdapat komplek makam sultan-sultan Banten serta keluarganya. Yaitu makam Sultan Maulana Hasanuddin dan istrinya, Sultan Ageng Tirtayasa, dan Sultan Abu Nasir Abdul Qohhar. Sementara di sisi utara serambi selatan terdapat makam Sultan Maulana Muhammad dan Sultan Zainul Abidin, dan lainnya.<br />
Masjid Agung Banten juga memiliki paviliun tambahan yang terletak di sisi selatan bangunan inti Masjid Agung. Paviliun dua lantai ini dinamakan Tiyamah. Berbentuk persegi panjang dengan gaya arsitektur Belanda kuno. Bangunan ini dirancang oleh seorang arsitek Belanda bernama Hendick Lucasz Cardeel. Biasanya, acara-acara seperti rapat, dan kajian Islami dilakukan di sini.<br />
Menara yang menjadi ciri khas sebuah masjid juga dimiliki Masjid Agung Banten. Terletak di sebelah timur masjid, menara ini terbuat dari batu bata dengan ketinggian kurang lebih 24 meter, diameter bagian bawahnya kurang lebih 10 meter. Untuk mencapai ujung menara, ada 83 buah anak tangga yang harus ditapaki dan melewati lorong yang hanya dapat dilewati oleh satu orang. Dari atas menara ini, pengunjung dapat melihat pemandangan di sekitar masjid dan perairan lepas pantai, karena jarak antara menara dengan laut hanya sekitar 1,5 km.<br />
Dahulu, selain digunakan sebagai tempang mengumandangkan azan, menara yang juga dibuat oleh Hendick Lucasz Cardeel ini digunakan sebagai tempat menyimpan senjata.</p>
<p><strong>6. Masijd Menara Kudus (1549)</strong><br />
Mesjid Menara Kudus (disebut juga sebagai mesjid Al Aqsa dan Mesjid Al Manar) adalah mesjid yang dibangun oleh Sunan Kudus pada tahun 1549 Masehi atau tahun 956 Hijriah dengan menggunakan batu dari Baitul Maqdis dari Palestina sebagai batu pertama dan terletak di desa Kauman, kecamatan Kota, kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Mesjid ini berbentuk unik, karena memiliki menara yang serupa bangunan candi. Masjid ini adalah perpaduan antara budaya Islam dengan budaya Hindu.<a href="http://1.bp.blogspot.com/_Owgxo0uCZXA/S8dxDUt6SkI/AAAAAAAABRg/JkI8NRdLPr4/s1600/menara+kudus.jpg" target="_blank"><img src="http://1.bp.blogspot.com/_Owgxo0uCZXA/S8dxDUt6SkI/AAAAAAAABRg/JkI8NRdLPr4/s400/menara+kudus.jpg" alt="" border="0" /></a></p>
<p><strong>5. Masjid Sultan Suriansyah (1526)</strong><br />
Masjid Sultan Suriansyah adalah sebuah masjid bersejarah yang merupakan masjid tertua di Kalimantan Selatan. masjid ini dibangun pada masa pemerintahan Tuan Guru (1526-1550), raja Banjar yang pertama masuk Islam.<br />
Masjid ini terletak di Utara Kecamatan Kesehatan, Banjarmasin Utara, Banjarmasin, daerah yang dikenal sebagai Banjar Lama merupakan ibukota Kesultanan Banjar untuk pertama kalinya.<br />
Arsitektur tahap konstruksi dan atap tumpang tindih, merupakan masjid bergaya tradisional Banjar. gaya masjid tradisional di Banjar mihrabnya memiliki atap sendiri terpisah dengan bangunan utama. Masjid ini dibangun di tepi sungai di Kecamatan Kesehatan.<a href="http://4.bp.blogspot.com/_Owgxo0uCZXA/S8dwpZ5ZqnI/AAAAAAAABQ4/C78pLwcTFmI/s1600/masjid+sultan+suriansyah.jpg" target="_blank"><img src="http://4.bp.blogspot.com/_Owgxo0uCZXA/S8dwpZ5ZqnI/AAAAAAAABQ4/C78pLwcTFmI/s400/masjid+sultan+suriansyah.jpg" alt="" border="0" /></a></p>
<p><strong>4. Masjid Agung Demak (1474</strong>)<br />
Masjid Agung Demak adalah salah satu mesjid yang tertua di Indonesia. Masjid ini terletak di desa Kauman, Demak, Jawa Tengah. Masjid ini dipercayai pernah merupakan tempat berkumpulnya para ulama (wali) penyebar agama Islam, disebut juga Walisongo, untuk membahas penyebaran agama Islam di Tanah Jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya. Pendiri masjid ini diperkirakan adalah Raden Patah, yaitu raja pertama dari Kesultanan Demak, pada sekitar abad ke-15 Masehi.<a href="http://3.bp.blogspot.com/_Owgxo0uCZXA/S8dw6FW1TkI/AAAAAAAABRQ/Wp-bzellRzs/s1600/Masjid_demak.jpg" target="_blank"><img src="http://3.bp.blogspot.com/_Owgxo0uCZXA/S8dw6FW1TkI/AAAAAAAABRQ/Wp-bzellRzs/s400/Masjid_demak.jpg" alt="" border="0" /></a><br />
Masjid ini mempunyai bangunan-bangunan induk dan serambi. Bangunan induk memiliki empat tiang utama yang disebut saka guru. Tiang ini konon berasal dari serpihan-serpihan kayu, sehingga dinamai &#8216;saka tatal&#8217;Bangunan serambi merupakan bangunan terbuka. Atapnya berbentuk limas yang ditopang delapan tiang yang disebut Saka Majapahit.<br />
Di dalam lokasi kompleks Masjid Agung Demak, terdapat beberapa makam raja-raja Kesultanan Demak dan para abdinya. Di sana juga terdapat sebuah museum, yang berisi berbagai hal mengenai riwayat berdirinya Masjid Agung Demak.</p>
<p><strong>3. Masjid Ampel (1421)</strong><br />
Masjid Ampel adalah sebuah masjid kuno yang berada di bagian utara Kota Surabaya, Jawa Timur. Masjid ini didirikan oleh Sunan Ampel, dan didekatnya terdapat kompleks Makam Sunan Ampel.<br />
Saat ini Masjid Ampel merupakan salah satu daerah tujuan wisata religi di Surabaya. Masjid ini dikelilingi oleh bangunan berarsitektur Tiongkok dan Arab.<br />
Disamping kiri halaman masjid Ampel, terdapat sebuah sumur yang diyakini merupakan sumur yang bertuah, biasanya digunakan oleh mereka yang meyakininnya untuk penguat janji atau sumpah.<a href="http://2.bp.blogspot.com/_Owgxo0uCZXA/S8dwNQL70xI/AAAAAAAABQY/oonVVsgzKNQ/s1600/masjid+ampel.jpg" target="_blank"><img src="http://2.bp.blogspot.com/_Owgxo0uCZXA/S8dwNQL70xI/AAAAAAAABQY/oonVVsgzKNQ/s400/masjid+ampel.jpg" alt="" border="0" /></a></p>
<p><strong>2. Masjid Wapauwe (1414)</strong><br />
Masjid ini masih terawat dengan baik.<br />
Kebanyakan bangunan aslinya juga disimpan beberapa benda warisan seperti drum, tulisan tangan s Alquran &#8216;, sifat skala batu yang beratnya 2,5 kg, dan logam hiasan dan membaca huruf arab di dinding. Masjid juga masih berfungsi sebagai tempat doa arround penduduk.<br />
Jika drum atau beduk dipukuli, maka suaranya akan terdengar sampai seluruh desa, mengundang orang untuk datang ke masjid untuk jemaat.<a href="http://4.bp.blogspot.com/_Owgxo0uCZXA/S8dw1in8QwI/AAAAAAAABRI/9sw8nE2p8N8/s1600/masjid+wapauwe.jpg" target="_blank"><img src="http://4.bp.blogspot.com/_Owgxo0uCZXA/S8dw1in8QwI/AAAAAAAABRI/9sw8nE2p8N8/s400/masjid+wapauwe.jpg" alt="" border="0" /></a><br />
Kitab suci Alquran tulisan tangan di masjid ini pernah dipamerkan di Festival Istiqlal di Jakarta. Beberapa tambahan baru adalah tempat wudlu, karpet, kipas dan listrik untuk pencahayaan.</p>
<p><strong>1. Masjid Saka Tunggal (1288)</strong><br />
Masjid Saka Tunggal terletak di desa Cikakak kecamatan Wangon dibangun pada tahun 1288 sebagaimana terukir di Guru Saka (Pilar Utama) masjid. Tapi dalam membuat masjid ini lebih jelas ditulis dalam buku-buku kiri oleh para pendiri masjid ini adalah Kyai Mustolih. Tapi buku-buku ini telah hilang bertahun-tahun yang lalu. Setiap tanggal 27 Rajab diadakan ziarah di masjid dan membersihkan makam Kyai Jaro Mustolih. Masjid ini terletak ± 30 km dari kota Purwokerto. Disebut Saka Tunggal untuk membangun tiang yang digunakan untuk membentuk hanya satu tiang (tunggal). Yang menurut Bp. Sopani salah satu pengurus masjid adalah bahwa pilar tunggal melambangkan bahwa Allah adalah hanya satu Allah SWT. Di beberapa tempat terdapat hutan pinus dan hutan lainnya dihuni oleh ratusan monyet jinak dan ramah, seperti di Sangeh Bali.<a href="http://1.bp.blogspot.com/_Owgxo0uCZXA/S8dwlcOObkI/AAAAAAAABQw/5G3kZzwyM44/s1600/masjid+saka+tunggal.jpg" target="_blank"><img src="http://1.bp.blogspot.com/_Owgxo0uCZXA/S8dwlcOObkI/AAAAAAAABQw/5G3kZzwyM44/s400/masjid+saka+tunggal.jpg" alt="" border="0" /></a></p>
<h4>Tag:</h4><ul>ciri ciri kubah masjid tradisional indonesia,kubah asjid banten</ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kubahmasjid.com/8-masjid-tertua-di-indonesia/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indonesia</title>
		<link>http://kubahmasjid.com/indonesia</link>
		<comments>http://kubahmasjid.com/indonesia#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Feb 2012 08:55:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>garden</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata Masjid]]></category>
		<category><![CDATA[sekilas info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kubahmasjid.com/?p=163</guid>
		<description><![CDATA[Operator seluler terbesar di Indonesia, Telkomsel, melalui program corporate social responsibility (CSR), menghadirkan inovasi dalam menyambut hadirnya bulan suci Ramadhan 1432 H dengan meluncurkan program Online Masjid Raya. Program ini menghubungkan komunikasi di 99 (sembilan puluh sembilan) masjid besar di seluruh Indonesia, sekaligus membawa berbagai aktivitas syiar Islam ke dalam jaringan dakwah digital. Program Online [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Operator seluler terbesar di Indonesia, Telkomsel, melalui program corporate social responsibility (CSR), menghadirkan inovasi dalam menyambut hadirnya bulan suci Ramadhan 1432 H dengan meluncurkan program Online Masjid Raya. Program ini menghubungkan komunikasi di 99 (sembilan puluh sembilan) masjid besar di seluruh Indonesia, sekaligus membawa berbagai aktivitas syiar Islam ke dalam jaringan dakwah digital.</p>
<p>Program Online Masjid Raya ini merupakan inovasi Telkomsel untuk mengelola alur informasi antar masjid melalui ranah digital. Dengan kemampuan dan kepeloporan di bidang komunikasi data pita lebar, Telkomsel menghidupkan fungsi dakwah Islami dalam bentuk media digital, melalui masjid sebagai pusat jaringan kegiatan umat Islam. OMR Telkomsel ini merupakan program Sinergy CSR dalam lingkungan Telkom Group.</p>
<p>Menurut Direktur Perencanaan &#038; Pengembangan Telkomsel, Herfini Haryono, &#8220;Melalui Program Online Masjid Raya, Telkomsel mendorong peningkatan pemahaman dan pengetahuan umat tentang informasi ke-Islaman. Selain itu, karena konten informasi dikelola secara mandiri oleh jaringan masjid, maka informasi yang disajikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan jamaah setempat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Jumlah masjid yang ditargetkan online melalui program ini mencapai 99 Masjid Raya dan Masjid Agung di seluruh Indonesia. Pada tahap awal, program akan diimplementasikan di Pulau Jawa, menyusul selanjutnya ke wilayah Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. </p>
<p>Dalam pelaksanaannya, Program Online Masjid Raya (OMR) ini akan melibatkan Majelis Ta&#8217;lim Telkomsel (MTT) sebagai administrator sistem online dan Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) yang akan melakukan pemutakhiran (updating) konten informasi Islami di situs website <a href="http://www.onlinemasjidraya.com." >www.onlinemasjidraya.com.</a> Karena itu, termasuk dalam kegiatan Program OMR adalah pelatihan terhadap pengurus dan remaja masjid dalam tata kelola informasi online.</p>
<p>Berbagai konten informasi yang akan dikelola tersebut meliputi antara lain, informasi internal masjid yang di antaranya berisi jadwal shalat, jadwal khatib Jumat, jadwal kegiatan masjid dan informasi internal lain yang dianggap perlu. Tata kelola pemutakhiran (updating) dan pengunggahan (uploading) informasi internal ini dilakukan oleh pengurus dan remaja masjid setempat. </p>
<p>Konten informasi lainnya adalah syiar Islam secara luas, dalam bentuk artikel, foto ataupun video dakwah. Sedangkan konten berikutnya berupa informasi terkini yang disampaikan melalui running text. Kedua jenis konten informasi ini dikelola MTT sebagai operator online bersama dengan JPRMI. </p>
<p>Aplikasi sistem OMR dapat digunakan sebagai media database yang bisa difungsikan sebagai pendataan secara real time mengenai jumlah anak yatim, kaum fakir miskin dan kalangan dhuafa di sekitar lokasi masjid raya. Sehingga memudahkan lembaga amil zakat atau institusi lain dalam menyalurkan bantuan karena memperoleh data yang akurat.</p>
<p>Seluruh konten informasi ini dapat disimak jamaah masjid melalui layar televisi LED 32 inci yang diletakkan pada posisi strategis di dalam ruang utama setiap masjid raya. Dengan begitu, diharapkan aktivitas masjid sehari-hari akan lebih lengkap dan memudahkan jamaah dalam beribadah selama Ramadhan, maupun dalam mencari informasi terkini perihal pemahaman ke-Islaman yang dibutuhkan. </p>
<p> &#8220;Program ini merupakan wujud komitmen Telkomsel dalam mendukung berbagai komponen masyarakat Indonesia secara konsisten dengan memberikan inovasi terbaik sesuai kebutuhan. Karena Telkomsel memang hadir untuk Indonesia, Telkomsel Paling Indonesia,&#8221; pungkas Herfini.</p>
<h4>Tag:</h4><ul>kubah masjid terbaik di indonesia,dibutuhkan : kubah masjid,kubah masjid</ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kubahmasjid.com/indonesia/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keindahan Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin</title>
		<link>http://kubahmasjid.com/keindahan-masjid-sultan-omar-ali-saifuddin</link>
		<comments>http://kubahmasjid.com/keindahan-masjid-sultan-omar-ali-saifuddin#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Feb 2012 08:42:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>garden</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata Masjid]]></category>
		<category><![CDATA[sekilas info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kubahmasjid.com/?p=162</guid>
		<description><![CDATA[Pesona keindahan Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin Brunei Darussalam sering didengar orang. Masjid yang berdiri di atas tanah seluas 5 Ha itu memiliki keindahan arsitektur paling menonjol, di tengah-tengah gedung lain di sekitarnya. Kemilaunya mendominasi gedung-gedung pencakar langit di ibukota Brunei Darussalam Masjid itu juga disebut-sebut sebagai salah satu masjid termegah di kawasan Asia Pasifik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pesona keindahan Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin Brunei Darussalam sering didengar orang. Masjid yang berdiri di atas tanah seluas 5 Ha itu memiliki keindahan arsitektur paling menonjol, di tengah-tengah gedung lain di sekitarnya. Kemilaunya mendominasi gedung-gedung pencakar langit di ibukota Brunei Darussalam Masjid itu juga disebut-sebut sebagai salah satu masjid termegah di kawasan Asia Pasifik dan bahkan katanya, bangunannya merupakan bangunan terindah di dunia. Ya, kemegahan masjid berarsitektur Itali itu sangat fantastik. Terlebih masjid berkubah emas 24 karat, berada persis di atas permukaan air danau buatan, bersebelahan dengan Sungai Brunei di Kampung Ayer, atau biasa dikenal dengan sebutan &#8220;Kampung Air&#8221;, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam. Sebuah jembatan dengan konstruksi yang kokoh terbentang siap mengantar para jamaah yang hendak mengunjungi masjid itu. Di samping itu, sejumlah perahu juga dipersiapkan bagi mereka yang hendak menuju masjid dengan menggunakan alat transportasi air di sekitar area bangunan masjid. Tingginya menara masjid itu yang mencapai hingga ketinggian 52 meter, semakin menarik perhatian wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, untuk datang berkunjung. Bahkan pengunjung dapat menyaksikan pemandangan seluruh sudut kota Bandar Seri Begawan, melalui puncak ketinggian menara masjid itu. Meski banyak dikunjungi oleh para wisatawan, kesakrakalan masjid ini sedemikian rupa tetap dijaga. Seperti halnya bila ada perempuan yang berpakaian agak terbuka, baik itu muslim maupun non-muslim, yang mau masuk ke dalam masjid itu, mereka diwajibkan untuk menutupi aurat mereka dengan mengenakan pakaian jubah berwarna hitam. Masjid yang dibangun pada tahun 1958 dengan menghabiskan dana sebesar $ 5 juta itu adalah simbol kejayaan dan kemodernan Islam warga Brunei. Pemilihan nama masjid diambil dari nama sultan Brunei Darussalam yang ke-28, yakni Sultan Omar Ali Saifuddin III, yang dinobatkan sebagai sultan pada tahun 1950. Tahun 1955, saat sang Sultan merancang kemajuan pembangunan negara pada lima tahun pertama kepemimpinannya, salah satunya ia menggagas pendirian masjid Sultan Omar Ali Saifuddin. Tepat pada tahun 1958 masjid tersebut selesai dibangun dan mulai digunakan untuk umum. Selain sebagai sarana tempat beribadah, masjid tersebut difungsikan untuk acara-acara resmi kenegaraan. Belakangan masjid megah ini juga difungsikan sebagai salah satu obyek wisata yang menarik untuk dikunjungi</p>
<h4>Tag:</h4><ul>gedung pencakar langit bandar seri begawan,gedung-gedung di brunei darussalam,kubah mesjid omar,masjid Sultan Omar Ali Saifuddin,Mesjid Agung Sultan di brunei darusalam,www kubahmasjid com</ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kubahmasjid.com/keindahan-masjid-sultan-omar-ali-saifuddin/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masjid Al Askari &lt; Traveling &gt;</title>
		<link>http://kubahmasjid.com/masjid-al-askari-traveling</link>
		<comments>http://kubahmasjid.com/masjid-al-askari-traveling#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Jun 2011 16:06:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faizal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata Masjid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kubahmasjid.com/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[Tahukah kalian mengenai sebuah Masjid Megah yang kubah masjidnya dilapisi emas..? Saya tidak tahu apakah masjid yang selesai dibangun kembali pada tahun 1905 ini merupakan masjid dengan kubah emas pertama atau bukan, namun pastinya konstruksi bangunan yang Masjid ini merupakan salah satu konstruksi bangunan yang sangat kokoh dan megah karena masih berdiri dan menjadi pusat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="margin: 2px; border: 1px solid black;" title="Masjid Al Askari" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/d0/Al_Askari_Mosque.jpg/250px-Al_Askari_Mosque.jpg" alt="Masjid Al Askari" width="250" height="176" />Tahukah kalian mengenai sebuah Masjid Megah yang kubah masjidnya dilapisi emas..?<br />
Saya tidak tahu apakah masjid yang selesai dibangun kembali pada tahun 1905 ini merupakan masjid dengan kubah emas pertama atau bukan, namun pastinya konstruksi bangunan yang Masjid ini merupakan salah satu konstruksi bangunan yang sangat kokoh dan megah karena masih berdiri dan menjadi pusat keagamaan di Samara,Irak.</p>
<p><a href="http://kubahmasjid.com/kubah-emas-palembang">Masjib berkubah emas</a> ini bernama Al Askari. Sebuah tempat suci Muslim Syi&#8217;ah yang paling suci diseluruh dunia. Pertama kali dibangun pada tahun 944, dan merupakan tempat peristirahatan terakhir bagi Imam Syi&#8217;ah yang ke-10 dan ke-11, Ali al-Hadi dan anak laki-lakinya Hasan al-Asykari. Di situ juga terdapat tempat suci untuk Imam yang ke-12, yaitu Imam yang tersembunyi menurut kepercayaan Syi&#8217;ah, Imam Mahdi. Tempat ini juga dikenal sebagai tempat suci untuk Ali al-Hadi, atau al-Hadhrah al-Askariyah.<span id="more-148"></span></p>
<p><strong>Masjid Al Askari</strong> pada tahun 1905 selesai dibangun kembali atau kemungkinan direnovasi dimana kemudian kubahnya yang berukuran kira-kira 20 meter dengan tinggi 68 meter itu menjulang tinggi di kaki langit kota Samara, Irak ditutupi oleh 72.000 lapisan emas yang membuatnya dapat terlihat megah meskipun dari kejauhan dan menjadi pusat di tengah kota tersebut.<br />
Namun sayangnya, pada 22 Februari 2006, sekitar pukul 06:55 waktu setempat, dua buah bom meledak didalam Masjid <a href="http://kubahmasjid.com/kubah-emas-palembang">Berkubah emas </a>tersebut, dan membelahnya hingga menjadi porak poranda. Menurut sumber yang berhasil menghimpun keterangan Bom tersebut diledakkan oleh lima hingga tujuh orang berpakaian Pasukan Khusus Irak yang memasuki tempat suci tersebut di pagi hari.</p>
<p>http://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Al_Askari</p>
<h4>Tag:</h4><ul>traveling to semarang,struktur bangunan masjid kubah emas</ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kubahmasjid.com/masjid-al-askari-traveling/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masjid Qiblatain</title>
		<link>http://kubahmasjid.com/masjid-qiblatain</link>
		<comments>http://kubahmasjid.com/masjid-qiblatain#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2009 10:02:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faizal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata Masjid]]></category>
		<category><![CDATA[kubah]]></category>
		<category><![CDATA[masjid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kubahmasjid.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[MASJID Qiblatain mula-mula dikenal dengan nama masjid Bani Salamah, karena masjid ini dibangun di atas bekas rumah Bani Salamah. Letaknya di tepi jalan menuju kampus Universitas Madinah di dekat Istana Raja ke jurusan Wadi Aqiq atau di atas sebuah bukit kecil di Utara Harrah Wabrah, Madinah. Pada permulaan Islam, orang melakukan shalat dengan menghadap kiblat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 220px"><img title="kubah masjid" src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/11/07/110237p.jpg" alt="Kubah masjid" width="210" height="150" /><p class="wp-caption-text">Kubah masjid</p></div>
<p>MASJID Qiblatain mula-mula dikenal dengan nama masjid Bani Salamah, karena masjid ini dibangun di atas bekas rumah Bani Salamah. Letaknya di tepi jalan menuju kampus Universitas Madinah di dekat Istana Raja ke jurusan Wadi Aqiq atau di atas sebuah bukit kecil di Utara Harrah Wabrah, Madinah.</p>
<p>Pada permulaan Islam, orang melakukan shalat dengan menghadap kiblat ke arah Baitul Maqdis di Yerussalem/Palestina. Pada tahun ke 2 Hijriyah hari Senin bulan Rajab waktu dhuhur di masjid Salamah ini, tiba-tiba turunlah wahyu surat Al Baqarah ayat 144.</p>
<p>Dalam shalat tersebut mula-mula Rasulullah SAW menghadap ke arah masjidil Aqsa tetapi setelah turun ayat tersebut di atas, beliau menghentikan sementara, kemudian meneruskan shalat dengan memindahkan arah kiblat menghadap ke Masjidil Haram.</p>
<p>Adapun wahyu yang diturunkan Allah untuk mengubah arah kiblat tersebut :<br />
Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Allahnya dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan&#8221;. (Albaqarah: 144).</p>
<p>Merujuk dengan peristiwa tersebut, lalu  <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank"> Masjid</a> ini dinamakan Masjid Qiblatain, yang artinya masjid berkiblat dua.</p>
<p>Menurut sejarah, Masjid Qiblatain ini adalah masjid pertama yang didirikan oleh Rasullulah sewaktu mampir di Quba dalam perjalanan (hijrah) beliau ke Madinah. Masjid Qiblatain, merupakan salah satu tempat ziarah di Madinah bagi jamaah haji maupun umrah dari seluruh dunia.</p>
<p>Masjid Qiblatain mengalami beberapa kali pemugaran di antaranya pada tahun 893 H atau 1543 M oleh Sultan Sulaiman. Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sekarang juga mengadakan perluasan dan pembangunan konstruksi baru, namun tidak menghilangkan ciri kas masjid tersebut.</p>
<h4>Tag:</h4><ul>masjid qiblatain madinah,masjid qiblatain,Konstruksi kuba masjid,kubah masjid madinah,buku konstruksi kubah masjid,ciri masjid qiblatain,Konstruksi kubah masjid,mengapa dinamakan masjid qiblatain</ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kubahmasjid.com/masjid-qiblatain/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berkelana ke Negeri-negeri Uzbekistan</title>
		<link>http://kubahmasjid.com/berkelana-ke-negeri-negeri-uzbekistan</link>
		<comments>http://kubahmasjid.com/berkelana-ke-negeri-negeri-uzbekistan#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2009 09:52:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faizal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata Masjid]]></category>
		<category><![CDATA[kubah masjid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kubahmasjid.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[Permata Islami O Bokhara! Engkau menghias Langit, Ialah Bulan yang cemerlang, O Langit yang perkasa, memeluk BulanMu dengan riang Demikian Abu Abdullah Rudaki, sang pujangga Persia, menggoreskan bait syahdu tentang keagungan kota suci Bukhara, lebih dari seribu tahun silam. Keagungan kota suci Bukhara terpancar dari Masjid Kalon yang berdiri megah mendominasi pemandangan langit kota kuno [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><img title="kubah masjid" src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/05/22/061453p.jpg" alt="Kubah masjid" width="150" height="150" /><p class="wp-caption-text">Kubah masjid</p></div>
<p>Permata Islami</p>
<p>O Bokhara!<br />
Engkau menghias Langit, Ialah Bulan yang cemerlang,<br />
O Langit yang perkasa, memeluk BulanMu dengan riang</p>
<p>Demikian Abu Abdullah Rudaki, sang pujangga Persia, menggoreskan bait syahdu tentang keagungan kota suci Bukhara, lebih dari seribu tahun silam.</p>
<p>Keagungan kota suci Bukhara terpancar dari <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">Masjid</a> Kalon yang berdiri megah mendominasi pemandangan langit kota kuno ini. Kalon, dalam bahasa Tajik, berarti besar, secara harafiah mendeskripsikan kebesaran tempat suci ini. Takzim menyelimuti sanubari siapa pun yang berziarah ke Bukhara, kota yang paling mulia di seluruh penjuru dataran Asia Tengah.</p>
<p>Pintu gerbang <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">Masjid</a> Kalon membentang tinggi, berhadap-hadapan dengan Madrasah Mir-e-Arab, seperti jiplakan cermin tembus pandang. Gerbang utama, berbentuk kotak, bertabur mozaik dekorasi yang dibuat dengan ketelitian tingkat tinggi, bertahtakan huruf-huruf Arab, dan asma Allah dan Muhammad yang disamarkan dalam ornamen-ornamen yang menyelimuti seluruh dinding. Warnanya coklat, menyiratkan kejayaan masa lalu, dan berkilauan diterpa mentari senja.<span id="more-57"></span></p>
<p>Menara Kalon, hampir 1000 tahun usianya, menjulang setinggi 47 meter, berselimutkan ukir-ukiran dan detail yang indah. Bentuknya sedikit mengerucut, dan dari puncaknya kita bisa melihat keindahan kota kuno Bukhara. Sayangnya, menara ini sementara tidak boleh dinaiki, gara-gara beberapa bulan yang lalu ada turis bule yang terpeleset dari atas.</p>
<p>Keindahan Menara Kalon bahkan menggugah hati sang Genghis Khan, penakluk dan penghancur tanpa ampun. Ketika seluruh Bukhara diluluhlantakkan, dia menyisakan menara ini berdiri sendiri, mentahbiskan rasa hormat dan takzimnya.</p>
<p>Dulunya Menara Kalon berfungsi sebagai tempat eksekusi. Para khan (penguasa) dari Bukhara, yang terkenal dengan kekejamannya, menjatuhkan hukuman kepada pelaku kriminal dengan cara dilemparkan dari puncak menara.</p>
<p>Dibandingkan dengan menaranya yang sudah tua, <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">Masjid</a> Kalon masih relatif muda, baru sekitar 500 tahun umurnya. Pekarangan masjid ini berbentuk persegi. Di tengah halaman sebatang pohon besar yang meneduhkan tumbuh sendiri dalam kesunyian. Tak banyak orang di sini. Masjid besar ini sangat lengang, sepi. Di sini masjid bukan tempat komunal di mana umat menghabiskan waktu berzikir dan berdiskusi. Orang-orang hanya datang ke masjid waktu sembahyang, dan dalam sekejap kosong melompong setelah salat usai. Sesekali ada rombongan turis yang datang juga, potret sana, potret sini, dan pergi, diiringi bocah-bocah yang dengan gencar menawarkan kartu pos dan barang-barang kerajinan.</p>
<p><a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">Masjid</a> yang dulunya mercu suar peradaban Muslim ini, sempat menjadi gudang waktu negeri ini berada di bawah pemerintahan komunis Uni Soviet, yang melarang simbol-simbol keagamaan dan memaksa wanita-wanita Bukhara untuk melepaskan cadarnya. Baru ketika Uzbekistan merdeka tahun 1991, masjid ini kembali lagi pada fungsinya semula. Itu pun masih belum mengembalikan kebesarannya, karena Uzbekistan masih sangat berhati-hati terhadap perkembangan Islam, membatasi pemberian izin kepada masjid, dan memberlakukan kontrol ketat terhadap bahan ceramah agama.</p>
<p>Saya membayangkan, ratusan tahun lalu, ketika Bukhara adalah kota paling modern di tengah padang Turkestan, ribuan pria bersurban dan berjubah dari seluruh penjuru padang datang ke kota ini untuk menimba ilmu fikih dan sains. Siapa yang tak kenal dengan Imam Bukhari, yang tafsir hadistnya termasuk sahih yang paling dimuliakan? Siapa yang tak ingat dengan Abu Ibnu Sina, sang Bapa Kedokteran, yang juga dihormati di dunia barat sebagai Avicenna? Bait-bait indah pujangga Rudaki memperkaya khasanah kesusastraan Persia. Dan semuanya itu berawal di sini, di kompleks Masjid dan madrasah di seberang.</p>
<p>Madrasah Mir-e-Arab, Gerbang Arab, berhadap-hadapan dengan Masjid Kalon. Sekarang madrasah ini masih berfungsi, dan ribuan santri dari seluruh penjuru negeri datang belajar pelbagai ilmu agama.</p>
<p>Muhammad, putra imam besar Bukhara Abdul Ghofur, berwajah seperti orang Eropa. Bola matanya biru kehijauan, kulitnya putih bersih, dan rambutnya sedikit pirang. Tubuhnya agak kurus, namun tetap gagah berselimut chapan yang menghangatkan di musim yang menggigit tulang ini. Kepalanya tak pernah lepas dari kopiah putih berhiaskan sulam-sulaman tradisional.</p>
<p>&#8220;Kopiah ini dari Indonesia dibawa oleh ayahanda waktu ke Indonesia dulu,&#8221; ujarnya bangga. Perjalanan sang Imam mengunjungi masjid-masjid dan madrasah-madrasah di Jawa dulu adalah sebuah perjalanan yang fenomenal.<br />
&#8220;Di rumah ada foto-foto Indonesia. Negara kamu benar-benar indah,&#8221; lanjut Muhammad.</p>
<p>Muhammad bekerja di masjid. Katanya baru-baru ini saja, setelah menikah, ia tobat dan kembali ke jalan yang benar. Dulunya, sang putra imam ini lebih banyak menghabiskan waktunya  bermain dengan kehidupan duniawi. Abang dan adik Muhammad semuanya aktif di madrasah dan masjid.</p>
<p>Perkenalan saya dengan Muhammad membuat saya semakin sering mengunjungi masjid ini, melihat aktivitas para santri muda selepas pelajaran di Madrasah. Saya hanya sekali berhasil melongok ke dalam Madrasah, karena sekolah agama ini punya aturan ketat – non-Muslim dilarang menginjakkan kaki. Itu pun sudah dibantu oleh adik Muhammad, Abdul Rauf, yang masih belajar di sana.</p>
<p>Sore hari, para santri dan anak-anak dari kampung sekitar bermain sepak bola di hadapan masjid. Kehidupan yang tertutup di balik tembok madrasah, kini berubah menjadi tawa ceria bocah-bocah yang berusaha memasukkan bola ke gawang – sebuah coretan berbentuk kotak persegi di tembok.</p>
<p>Diterpa sinar keemasan mentari senja, di sudut masjid, seorang calon imam sedang khusyuk membaca Qur&#8217;an Nur Karim. Jubah hitam membungkus tubuhnya, dengan kepala berbalut surban. Kekhusyukan yang maha tinggi, berpadu dengan siluet lengkung-lengkung kubah yang disiram semburat cahaya. Saya terbayang para cendekiawan Muslim Bukhara yang pernah menggemparkan dunia.</p>
<p>Kejayaan peradaban Islami itu perlahan-lahan bersinar kembali.</p>
<h4>Tag:</h4><ul>CONTOH KUBAH MASJID,makna kubah masjid,perkembangan islam di uzbekistan,gambar kubah masjid,pengertian kubah masjid,pengertian kubah,cara membuat kubah masjid,makna kubah mesjid,arti kubah masjid,gambar masjid kubah</ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kubahmasjid.com/berkelana-ke-negeri-negeri-uzbekistan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menikmati Indahnya Kubah Emas</title>
		<link>http://kubahmasjid.com/menikmati-indahnya-kubah-emas</link>
		<comments>http://kubahmasjid.com/menikmati-indahnya-kubah-emas#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2009 09:33:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faizal</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikle]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Masjid]]></category>
		<category><![CDATA[kubah]]></category>
		<category><![CDATA[Kubah Emas]]></category>
		<category><![CDATA[kubah masjid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kubahmasjid.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Apa sih keistimewaan Mesjid Dian Al Mahri? Mengapa banyak orang ingin membuktikan kemegahan tempat ibadah yang biasa disebut Mesjid kubah emas ini? Keindahan arsitektur, lapisan emas 24 karat yang membalut kubah, dan beragam fasilitas memang membuatnya layak disebut tempat wisata religi favorit. Sejak diresmikan pada 31 Desember 2006, Mesjid Dian Al Mahri seperti menjadi ikon [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><img title="kubah masjid" src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/03/13/121836p.bmp" alt="Kubah masjid" width="150" height="150" /><p class="wp-caption-text">Kubah masjid</p></div>
<p>Apa sih keistimewaan Mesjid Dian Al Mahri? Mengapa banyak orang ingin membuktikan kemegahan tempat ibadah yang biasa disebut Mesjid  <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">kubah</a> emas ini? Keindahan arsitektur, lapisan emas 24 karat yang membalut kubah, dan beragam fasilitas memang membuatnya layak disebut tempat wisata religi favorit.</p>
<p>Sejak diresmikan pada 31 Desember 2006, Mesjid Dian Al Mahri seperti menjadi ikon baru wisata religi, selain Mesjid Istiqlal di Jakarta. Hampir sepanjang hari, puluhan bus wisata maupun kendaraan pribadi rela menembus kepadatan Jalan Raya Cinere-Meruyung. Kondisi ini semakin ramai terutama di akhir pekan atau saat musim liburan tiba.</p>
<p>Saking ramainya, pengunjung harus rela berjalan kaki kurang lebih satu kilometer sebelum mencapai pelataran mesjid. Maklum, tempat parkir di areal mesjid sudah tak mampu lagi menampung ratusan bus rombongan maupun kendaraan pengunjung.</p>
<p>Kenyataan ini dapat dijadikan gambaran bahwa mesjid ini memang menjadi buruan penggemar wisata religi khususnya di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya. Saat GHS berkunjung ke mesjid seluas 8.000 meter persegi ini, bus rombongan maupun kendaraan pribadi berplat luar Jakarta, seperti Cirebon, Bandung, dan beberapa kota di Jawa Tengah maupun Jawa Timur, terparkir rapi.<span id="more-49"></span></p>
<p>“Kami kelompok pengajian dari Semarang. Selain ingin menikmati keindahannya, kami juga berharap bisa salat di sini. Bagaimana sih rasanya salat di mesjid sebesar ini? Sayang sebelum sampai ke mesjid ini, kami sudah kecapekan di jalan,” ujar perempuan yang terlihat ngos-ngosan setelah berjalan dari tempat parkir.</p>
<p>Material Emas</p>
<p>Di siang atau malam hari, kemegahan maupun keindahan mesjid Dian Al Mahri memang tak pernah surut. Selain kubah dengan lapisan emas 24 karat, puncaknya selalu berubah warna setiap fajar, tengah hari, senja, dan malam.<br />
Mesjid yang diklaim berciri arsitektur Islam kuat ini memadukan skalanya yang besar dengan ornamen yang detail guna mencerminkan kemegahan dan keindahan. Sesuai namanya, mesjid ini memang menggunakan material emas dengan tiga teknik pemasangan. Pertama, serbuk emas (prada) yang terpasang di  <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">Mahkota</a> pilar. Kedua, gold plating yang terdapat pada lampu gantung, railing tangga mezanin, pagar mezanin, ornamen kaligrafi kalimat tasbih di pucuk langit-langit kubah dan ornamen dekoratif di atas mimbar. Ketiga, gold mozaik yang terdapat di <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">kubah</a> utama dan  <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">kubah </a> menara.</p>
<p>Mesjid ini menempati areal seluas 70 hektare dan merupakan bagian dari konsep pengembangan sebuah kawasan terpadu yang memfasilitasi kebutuhan setiap umat Islam akan sarana ibadah, dakwah, pendidikan, dan sosial yang menyatu dalam ruang lingkup kawasan bernama Islamic Center Dian Al Mahri.<br />
Mesjid yang terletak di Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat ini terbagi atas ruangan utama mesjid, ruang mezanin, halaman dalam, selasar atas, selasar luar, dan ruangan fungsional lainnya yang mampu menampung 15 ribu jamaah untuk pelaksanaan salat. Untuk acara majelis taklim mampu menampung hingga 20 ribu orang.</p>
<p>Secara umum arsitekturnya memiliki tipologi mesjid dengan ciri <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">kubah</a>, minaret, halaman dalam, serta penggunaan detail atau hiasan dekoratif dengan elemen geometris dan obelisk (ukiran bergaya Mediteranian untuk memperkuat ciri keislaman pada arsitekturnya.</p>
<p>Batu Granit dari Brasil</p>
<p>Lebih lanjut, halaman dalam berukuran 45 x 57 meter, mampu menampung 8.000 orang. Salah satu sisinya berhubungan dengan ruang salat, sedangkan sisi lainnya dibatasi selasar dengan deretan pilar-pilar berbalut batu granit dari Brasil. Minaret atau menara mesjid berbentuk segienam berjumlah enam yang melambangkan rukun iman, menjulang ke angkasa setinggi 40 meter. Keenam minaret ini dibalut granit abu-abu dari Italia dengan ornamen yang melingkar. Tepat pada puncaknya terdapat kubah berlapis mozaik emas 24 karat.</p>
<p>Bagian paling menonjol, yakni kubah, mengacu pada <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">kubah</a> mesjid di Persia dan India. Lima kubah ini melambangkan rukun Islam. Seluruhnya dibalut mozaik berlapis emas 24 karat yang materialnya didatangkan dari Italia.</p>
<p>Di bagian dalam mesjid berdiri pilar-pilar kokoh yang menjulang ke atas guna menciptakan skala ruang yang agung, membuat mereka yang berada di dalamnya akan merasa kecil dan membangkitkan suasana tawadhu dalam keagungan Tuhan. Ruangan mesjid didominasi monokrom dengan unsur utama warna krem untuk memberi karakter ruangan yang tenang dan hangat.</p>
<p>Materialnya, merurut seorang penjaga mesjid, adalah marmer dari Italia dan Turki. Ornamennya menggunakan marmer hitam untuk mendapatkan unsur sakral serta warna emas untuk keindahan dan kekuatan.</p>
<p>Di bagian luar mesjid, terdapat taman-taman yang mengitari seluruh bagian, sehingga mampu menghidupkan suasana kesejukan dan keteduhan bagi pengunjung. Konsep penataan merupakan kolaborasi antara arsitektur bangunan mesjid bernuansa Timur Tengah di lingkungan tropis. Masih satu kompleks, tersedia ruko yang menjajakan beragam aksesori untuk cinderamata, vila tempat para pengunjung menginap, serta rumah tinggal pemilik mesjid.</p>
<p>Memasuki bulan Ramadan, di siang hari, jumlah pengunjung cenderung menurun. Di hari-hari biasa, mesjid ini ramai dikunjungi dari pukul 10.00 hingga 20.00. Sebaliknya, selama bulan Ramadan, aktivitas justru mulai terlihat saat sore hari. Selain itu, setiap hari juga digelar buka puasa bersama di Gedung Serba Guna yang didahului dengan taushiyyah pengantar buka puasa mulai pukul 16.00-17.00.</p>
<p>Mesjid ini, seperti mesjid lain, juga menggelar salat tarawih berjamaah selama bulan Ramadan. Tanggal 28 September nanti, sekaligus menyambut malam Nuzulul Qur’an, digelar beragam acara mulai pukul 05.00 hingga tengah malam. Puncaknya saat Lebaran tiba, diselenggarakan salat Idul Fitri 1 Syawal 1428 H dengan imam Ustad H Amiruddin Said SQ dan kholib dai kondang Ahmad Al Habsyi.</p>
<p>Untuk menuju lokasi mesjid kubah emas, pengunjung dapat melintasi Jalan Raya Cinere, Jakarta Selatan. Namun, disarankan menghindari hari Sabtu dan Minggu karena lalu lintas Jalan Raya Cinere-Meruyung relatif padat, sehingga tak jarang terjadi kemacetan parah.</p>
<p>Sejauh ini akses jalan menuju lokasi menjadi persoalan serius bagi pemilik sekaligus pemerintah Kota Depok. Tujuannya agar pengunjung lebih nyaman dan mesjid ini kian menjadi tempat wisata religi favorit. (SENIOR/Lalang Ken Handita)</p>
<h4>Tag:</h4><ul>material kubah masjid,arsitektur kubah emas,ustadz amirudin said,Mesjid Kubah Mas,masjid kubah mas di malam hari,MASJID KUbah emas,kubah mesjid,Kubah masjid istiqlal berubah warna,kubah emas,kontraktor masjid istiqlal</ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kubahmasjid.com/menikmati-indahnya-kubah-emas/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Presiden Resmikan Masjid Bani Umar di Graha Bintaro</title>
		<link>http://kubahmasjid.com/presiden-resmikan-masjid-bani-umar-di-graha-bintaro</link>
		<comments>http://kubahmasjid.com/presiden-resmikan-masjid-bani-umar-di-graha-bintaro#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2009 09:46:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faizal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata Masjid]]></category>
		<category><![CDATA[kubah]]></category>
		<category><![CDATA[kubah masjid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kubahmasjid.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA, JUMAT — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan Masjid Raya Bani Umar di Jalan Raya Graha Bintaro, Parigi Baru, Kabupaten Tangerang, Jumat (10/10) pagi. Presiden juga akan melaksanakan shalat jumat bersama 800 jemaah lainnya di masjid yang terletak di kompleks perumahan Graha Bintaro Jaya tersebut. Pembangunan masjid berlantai tiga di lahan seluas 1,2 hektar ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA, JUMAT — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan Masjid Raya Bani Umar di Jalan Raya Graha Bintaro, Parigi Baru, Kabupaten Tangerang, Jumat (10/10) pagi. Presiden juga akan melaksanakan shalat jumat bersama 800 jemaah lainnya di masjid yang terletak di kompleks perumahan Graha Bintaro Jaya tersebut.</p>
<p>Pembangunan masjid berlantai tiga di lahan seluas 1,2 hektar ini memakan biaya sekitar Rp 2 miliar dan dapat menampung 1.600 jemaah. Masjid ini terbilang unik karena dibangun tanpa <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">kubah Masjid</a>. Fauzan Noe&#8217;man, arsitek masjid ini, mengatakan,  <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">Kubah </a> bukanlah unsur wajib dalam bangunan masjid. Tidak punya <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">kubah</a>, tapi masjid ini memiliki menara setinggi 59 meter yang diklaim sebagai menara tertinggi di Tangerang.</p>
<p>Selain ini, di dalam kompleks masjid terdapat gedung serba guna yang dapat menampung sekitar 500 orang, klinik, serta akan dibangun sekolah untuk menampung anak-anak kurang mampu.</p>
<p>Menurut data dari presidensby.info, peresmian Masjid Raya Bani Umar ini bertepatan dengan hari kelahiran almarhum Jenderal TNI (Purn) Umar Wirahadikusumah. Pembangunannya diprakarsai oleh keluarga almarhum yang tergabung dalam Yayasan Bakti Djajakusumah. Umar Wirahadikusumah adalah mantan Wakil Presiden RI periode 1983-1988.</p>
<p>Karlinah Djaja Atmadja, istri almarhum Umar Wirahadikusumah, mengungkapkan bahwa keberadaan masjid yang nyaman digunakan untuk beribadah sudah menjadi kebutuhan bagi semua umat Islam. &#8220;Kita semua sangat mendambakan sebuah masjid yang indah, dikelilingi taman-taman yang segar dan bernilai estetis dengan arsitektur tinggi,&#8221; kata Karlinah.</p>
<h4>Tag:</h4><ul>masjid bani umar bintaro,ir fauzan noeman,masjid baniumar bintaro,masjid di bintaro,web masjid bani umar</ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kubahmasjid.com/presiden-resmikan-masjid-bani-umar-di-graha-bintaro/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

