<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kubah Masjid &#187; Wisata Masjid</title>
	<atom:link href="http://kubahmasjid.com/category/wisata-masjid/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kubahmasjid.com</link>
	<description>Pembuatan kubah masjid</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Jan 2012 04:54:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Masjid Al Askari &lt; Traveling &gt;</title>
		<link>http://kubahmasjid.com/masjid-al-askari-traveling</link>
		<comments>http://kubahmasjid.com/masjid-al-askari-traveling#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Jun 2011 16:06:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faizal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata Masjid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kubahmasjid.com/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[Tahukah kalian mengenai sebuah Masjid Megah yang kubah masjidnya dilapisi emas..? Saya tidak tahu apakah masjid yang selesai dibangun kembali pada tahun 1905 ini merupakan masjid dengan kubah emas pertama atau bukan, namun pastinya konstruksi bangunan yang Masjid ini merupakan salah satu konstruksi bangunan yang sangat kokoh dan megah karena masih berdiri dan menjadi pusat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="margin: 2px; border: 1px solid black;" title="Masjid Al Askari" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/d0/Al_Askari_Mosque.jpg/250px-Al_Askari_Mosque.jpg" alt="Masjid Al Askari" width="250" height="176" />Tahukah kalian mengenai sebuah Masjid Megah yang kubah masjidnya dilapisi emas..?<br />
Saya tidak tahu apakah masjid yang selesai dibangun kembali pada tahun 1905 ini merupakan masjid dengan kubah emas pertama atau bukan, namun pastinya konstruksi bangunan yang Masjid ini merupakan salah satu konstruksi bangunan yang sangat kokoh dan megah karena masih berdiri dan menjadi pusat keagamaan di Samara,Irak.</p>
<p><a href="http://kubahmasjid.com/kubah-emas-palembang">Masjib berkubah emas</a> ini bernama Al Askari. Sebuah tempat suci Muslim Syi&#8217;ah yang paling suci diseluruh dunia. Pertama kali dibangun pada tahun 944, dan merupakan tempat peristirahatan terakhir bagi Imam Syi&#8217;ah yang ke-10 dan ke-11, Ali al-Hadi dan anak laki-lakinya Hasan al-Asykari. Di situ juga terdapat tempat suci untuk Imam yang ke-12, yaitu Imam yang tersembunyi menurut kepercayaan Syi&#8217;ah, Imam Mahdi. Tempat ini juga dikenal sebagai tempat suci untuk Ali al-Hadi, atau al-Hadhrah al-Askariyah.<span id="more-148"></span></p>
<p><strong>Masjid Al Askari</strong> pada tahun 1905 selesai dibangun kembali atau kemungkinan direnovasi dimana kemudian kubahnya yang berukuran kira-kira 20 meter dengan tinggi 68 meter itu menjulang tinggi di kaki langit kota Samara, Irak ditutupi oleh 72.000 lapisan emas yang membuatnya dapat terlihat megah meskipun dari kejauhan dan menjadi pusat di tengah kota tersebut.<br />
Namun sayangnya, pada 22 Februari 2006, sekitar pukul 06:55 waktu setempat, dua buah bom meledak didalam Masjid <a href="http://kubahmasjid.com/kubah-emas-palembang">Berkubah emas </a>tersebut, dan membelahnya hingga menjadi porak poranda. Menurut sumber yang berhasil menghimpun keterangan Bom tersebut diledakkan oleh lima hingga tujuh orang berpakaian Pasukan Khusus Irak yang memasuki tempat suci tersebut di pagi hari.</p>
<p>http://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Al_Askari</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kubahmasjid.com/masjid-al-askari-traveling/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masjid Qiblatain</title>
		<link>http://kubahmasjid.com/masjid-qiblatain</link>
		<comments>http://kubahmasjid.com/masjid-qiblatain#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2009 10:02:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faizal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata Masjid]]></category>
		<category><![CDATA[kubah]]></category>
		<category><![CDATA[masjid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kubahmasjid.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[MASJID Qiblatain mula-mula dikenal dengan nama masjid Bani Salamah, karena masjid ini dibangun di atas bekas rumah Bani Salamah. Letaknya di tepi jalan menuju kampus Universitas Madinah di dekat Istana Raja ke jurusan Wadi Aqiq atau di atas sebuah bukit kecil di Utara Harrah Wabrah, Madinah. Pada permulaan Islam, orang melakukan shalat dengan menghadap kiblat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 220px"><img title="kubah masjid" src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/11/07/110237p.jpg" alt="Kubah masjid" width="210" height="150" /><p class="wp-caption-text">Kubah masjid</p></div>
<p>MASJID Qiblatain mula-mula dikenal dengan nama masjid Bani Salamah, karena masjid ini dibangun di atas bekas rumah Bani Salamah. Letaknya di tepi jalan menuju kampus Universitas Madinah di dekat Istana Raja ke jurusan Wadi Aqiq atau di atas sebuah bukit kecil di Utara Harrah Wabrah, Madinah.</p>
<p>Pada permulaan Islam, orang melakukan shalat dengan menghadap kiblat ke arah Baitul Maqdis di Yerussalem/Palestina. Pada tahun ke 2 Hijriyah hari Senin bulan Rajab waktu dhuhur di masjid Salamah ini, tiba-tiba turunlah wahyu surat Al Baqarah ayat 144.</p>
<p>Dalam shalat tersebut mula-mula Rasulullah SAW menghadap ke arah masjidil Aqsa tetapi setelah turun ayat tersebut di atas, beliau menghentikan sementara, kemudian meneruskan shalat dengan memindahkan arah kiblat menghadap ke Masjidil Haram.</p>
<p>Adapun wahyu yang diturunkan Allah untuk mengubah arah kiblat tersebut :<br />
Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Allahnya dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan&#8221;. (Albaqarah: 144).</p>
<p>Merujuk dengan peristiwa tersebut, lalu  <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank"> Masjid</a> ini dinamakan Masjid Qiblatain, yang artinya masjid berkiblat dua.</p>
<p>Menurut sejarah, Masjid Qiblatain ini adalah masjid pertama yang didirikan oleh Rasullulah sewaktu mampir di Quba dalam perjalanan (hijrah) beliau ke Madinah. Masjid Qiblatain, merupakan salah satu tempat ziarah di Madinah bagi jamaah haji maupun umrah dari seluruh dunia.</p>
<p>Masjid Qiblatain mengalami beberapa kali pemugaran di antaranya pada tahun 893 H atau 1543 M oleh Sultan Sulaiman. Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sekarang juga mengadakan perluasan dan pembangunan konstruksi baru, namun tidak menghilangkan ciri kas masjid tersebut.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kubahmasjid.com/masjid-qiblatain/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berkelana ke Negeri-negeri Uzbekistan</title>
		<link>http://kubahmasjid.com/berkelana-ke-negeri-negeri-uzbekistan</link>
		<comments>http://kubahmasjid.com/berkelana-ke-negeri-negeri-uzbekistan#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2009 09:52:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faizal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata Masjid]]></category>
		<category><![CDATA[kubah masjid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kubahmasjid.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[Permata Islami O Bokhara! Engkau menghias Langit, Ialah Bulan yang cemerlang, O Langit yang perkasa, memeluk BulanMu dengan riang Demikian Abu Abdullah Rudaki, sang pujangga Persia, menggoreskan bait syahdu tentang keagungan kota suci Bukhara, lebih dari seribu tahun silam. Keagungan kota suci Bukhara terpancar dari Masjid Kalon yang berdiri megah mendominasi pemandangan langit kota kuno [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><img title="kubah masjid" src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/05/22/061453p.jpg" alt="Kubah masjid" width="150" height="150" /><p class="wp-caption-text">Kubah masjid</p></div>
<p>Permata Islami</p>
<p>O Bokhara!<br />
Engkau menghias Langit, Ialah Bulan yang cemerlang,<br />
O Langit yang perkasa, memeluk BulanMu dengan riang</p>
<p>Demikian Abu Abdullah Rudaki, sang pujangga Persia, menggoreskan bait syahdu tentang keagungan kota suci Bukhara, lebih dari seribu tahun silam.</p>
<p>Keagungan kota suci Bukhara terpancar dari <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">Masjid</a> Kalon yang berdiri megah mendominasi pemandangan langit kota kuno ini. Kalon, dalam bahasa Tajik, berarti besar, secara harafiah mendeskripsikan kebesaran tempat suci ini. Takzim menyelimuti sanubari siapa pun yang berziarah ke Bukhara, kota yang paling mulia di seluruh penjuru dataran Asia Tengah.</p>
<p>Pintu gerbang <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">Masjid</a> Kalon membentang tinggi, berhadap-hadapan dengan Madrasah Mir-e-Arab, seperti jiplakan cermin tembus pandang. Gerbang utama, berbentuk kotak, bertabur mozaik dekorasi yang dibuat dengan ketelitian tingkat tinggi, bertahtakan huruf-huruf Arab, dan asma Allah dan Muhammad yang disamarkan dalam ornamen-ornamen yang menyelimuti seluruh dinding. Warnanya coklat, menyiratkan kejayaan masa lalu, dan berkilauan diterpa mentari senja.<span id="more-57"></span></p>
<p>Menara Kalon, hampir 1000 tahun usianya, menjulang setinggi 47 meter, berselimutkan ukir-ukiran dan detail yang indah. Bentuknya sedikit mengerucut, dan dari puncaknya kita bisa melihat keindahan kota kuno Bukhara. Sayangnya, menara ini sementara tidak boleh dinaiki, gara-gara beberapa bulan yang lalu ada turis bule yang terpeleset dari atas.</p>
<p>Keindahan Menara Kalon bahkan menggugah hati sang Genghis Khan, penakluk dan penghancur tanpa ampun. Ketika seluruh Bukhara diluluhlantakkan, dia menyisakan menara ini berdiri sendiri, mentahbiskan rasa hormat dan takzimnya.</p>
<p>Dulunya Menara Kalon berfungsi sebagai tempat eksekusi. Para khan (penguasa) dari Bukhara, yang terkenal dengan kekejamannya, menjatuhkan hukuman kepada pelaku kriminal dengan cara dilemparkan dari puncak menara.</p>
<p>Dibandingkan dengan menaranya yang sudah tua, <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">Masjid</a> Kalon masih relatif muda, baru sekitar 500 tahun umurnya. Pekarangan masjid ini berbentuk persegi. Di tengah halaman sebatang pohon besar yang meneduhkan tumbuh sendiri dalam kesunyian. Tak banyak orang di sini. Masjid besar ini sangat lengang, sepi. Di sini masjid bukan tempat komunal di mana umat menghabiskan waktu berzikir dan berdiskusi. Orang-orang hanya datang ke masjid waktu sembahyang, dan dalam sekejap kosong melompong setelah salat usai. Sesekali ada rombongan turis yang datang juga, potret sana, potret sini, dan pergi, diiringi bocah-bocah yang dengan gencar menawarkan kartu pos dan barang-barang kerajinan.</p>
<p><a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">Masjid</a> yang dulunya mercu suar peradaban Muslim ini, sempat menjadi gudang waktu negeri ini berada di bawah pemerintahan komunis Uni Soviet, yang melarang simbol-simbol keagamaan dan memaksa wanita-wanita Bukhara untuk melepaskan cadarnya. Baru ketika Uzbekistan merdeka tahun 1991, masjid ini kembali lagi pada fungsinya semula. Itu pun masih belum mengembalikan kebesarannya, karena Uzbekistan masih sangat berhati-hati terhadap perkembangan Islam, membatasi pemberian izin kepada masjid, dan memberlakukan kontrol ketat terhadap bahan ceramah agama.</p>
<p>Saya membayangkan, ratusan tahun lalu, ketika Bukhara adalah kota paling modern di tengah padang Turkestan, ribuan pria bersurban dan berjubah dari seluruh penjuru padang datang ke kota ini untuk menimba ilmu fikih dan sains. Siapa yang tak kenal dengan Imam Bukhari, yang tafsir hadistnya termasuk sahih yang paling dimuliakan? Siapa yang tak ingat dengan Abu Ibnu Sina, sang Bapa Kedokteran, yang juga dihormati di dunia barat sebagai Avicenna? Bait-bait indah pujangga Rudaki memperkaya khasanah kesusastraan Persia. Dan semuanya itu berawal di sini, di kompleks Masjid dan madrasah di seberang.</p>
<p>Madrasah Mir-e-Arab, Gerbang Arab, berhadap-hadapan dengan Masjid Kalon. Sekarang madrasah ini masih berfungsi, dan ribuan santri dari seluruh penjuru negeri datang belajar pelbagai ilmu agama.</p>
<p>Muhammad, putra imam besar Bukhara Abdul Ghofur, berwajah seperti orang Eropa. Bola matanya biru kehijauan, kulitnya putih bersih, dan rambutnya sedikit pirang. Tubuhnya agak kurus, namun tetap gagah berselimut chapan yang menghangatkan di musim yang menggigit tulang ini. Kepalanya tak pernah lepas dari kopiah putih berhiaskan sulam-sulaman tradisional.</p>
<p>&#8220;Kopiah ini dari Indonesia dibawa oleh ayahanda waktu ke Indonesia dulu,&#8221; ujarnya bangga. Perjalanan sang Imam mengunjungi masjid-masjid dan madrasah-madrasah di Jawa dulu adalah sebuah perjalanan yang fenomenal.<br />
&#8220;Di rumah ada foto-foto Indonesia. Negara kamu benar-benar indah,&#8221; lanjut Muhammad.</p>
<p>Muhammad bekerja di masjid. Katanya baru-baru ini saja, setelah menikah, ia tobat dan kembali ke jalan yang benar. Dulunya, sang putra imam ini lebih banyak menghabiskan waktunya  bermain dengan kehidupan duniawi. Abang dan adik Muhammad semuanya aktif di madrasah dan masjid.</p>
<p>Perkenalan saya dengan Muhammad membuat saya semakin sering mengunjungi masjid ini, melihat aktivitas para santri muda selepas pelajaran di Madrasah. Saya hanya sekali berhasil melongok ke dalam Madrasah, karena sekolah agama ini punya aturan ketat – non-Muslim dilarang menginjakkan kaki. Itu pun sudah dibantu oleh adik Muhammad, Abdul Rauf, yang masih belajar di sana.</p>
<p>Sore hari, para santri dan anak-anak dari kampung sekitar bermain sepak bola di hadapan masjid. Kehidupan yang tertutup di balik tembok madrasah, kini berubah menjadi tawa ceria bocah-bocah yang berusaha memasukkan bola ke gawang – sebuah coretan berbentuk kotak persegi di tembok.</p>
<p>Diterpa sinar keemasan mentari senja, di sudut masjid, seorang calon imam sedang khusyuk membaca Qur&#8217;an Nur Karim. Jubah hitam membungkus tubuhnya, dengan kepala berbalut surban. Kekhusyukan yang maha tinggi, berpadu dengan siluet lengkung-lengkung kubah yang disiram semburat cahaya. Saya terbayang para cendekiawan Muslim Bukhara yang pernah menggemparkan dunia.</p>
<p>Kejayaan peradaban Islami itu perlahan-lahan bersinar kembali.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kubahmasjid.com/berkelana-ke-negeri-negeri-uzbekistan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menikmati Indahnya Kubah Emas</title>
		<link>http://kubahmasjid.com/menikmati-indahnya-kubah-emas</link>
		<comments>http://kubahmasjid.com/menikmati-indahnya-kubah-emas#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2009 09:33:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faizal</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikle]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Masjid]]></category>
		<category><![CDATA[kubah]]></category>
		<category><![CDATA[Kubah Emas]]></category>
		<category><![CDATA[kubah masjid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kubahmasjid.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Apa sih keistimewaan Mesjid Dian Al Mahri? Mengapa banyak orang ingin membuktikan kemegahan tempat ibadah yang biasa disebut Mesjid kubah emas ini? Keindahan arsitektur, lapisan emas 24 karat yang membalut kubah, dan beragam fasilitas memang membuatnya layak disebut tempat wisata religi favorit. Sejak diresmikan pada 31 Desember 2006, Mesjid Dian Al Mahri seperti menjadi ikon [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><img title="kubah masjid" src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/03/13/121836p.bmp" alt="Kubah masjid" width="150" height="150" /><p class="wp-caption-text">Kubah masjid</p></div>
<p>Apa sih keistimewaan Mesjid Dian Al Mahri? Mengapa banyak orang ingin membuktikan kemegahan tempat ibadah yang biasa disebut Mesjid  <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">kubah</a> emas ini? Keindahan arsitektur, lapisan emas 24 karat yang membalut kubah, dan beragam fasilitas memang membuatnya layak disebut tempat wisata religi favorit.</p>
<p>Sejak diresmikan pada 31 Desember 2006, Mesjid Dian Al Mahri seperti menjadi ikon baru wisata religi, selain Mesjid Istiqlal di Jakarta. Hampir sepanjang hari, puluhan bus wisata maupun kendaraan pribadi rela menembus kepadatan Jalan Raya Cinere-Meruyung. Kondisi ini semakin ramai terutama di akhir pekan atau saat musim liburan tiba.</p>
<p>Saking ramainya, pengunjung harus rela berjalan kaki kurang lebih satu kilometer sebelum mencapai pelataran mesjid. Maklum, tempat parkir di areal mesjid sudah tak mampu lagi menampung ratusan bus rombongan maupun kendaraan pengunjung.</p>
<p>Kenyataan ini dapat dijadikan gambaran bahwa mesjid ini memang menjadi buruan penggemar wisata religi khususnya di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya. Saat GHS berkunjung ke mesjid seluas 8.000 meter persegi ini, bus rombongan maupun kendaraan pribadi berplat luar Jakarta, seperti Cirebon, Bandung, dan beberapa kota di Jawa Tengah maupun Jawa Timur, terparkir rapi.<span id="more-49"></span></p>
<p>“Kami kelompok pengajian dari Semarang. Selain ingin menikmati keindahannya, kami juga berharap bisa salat di sini. Bagaimana sih rasanya salat di mesjid sebesar ini? Sayang sebelum sampai ke mesjid ini, kami sudah kecapekan di jalan,” ujar perempuan yang terlihat ngos-ngosan setelah berjalan dari tempat parkir.</p>
<p>Material Emas</p>
<p>Di siang atau malam hari, kemegahan maupun keindahan mesjid Dian Al Mahri memang tak pernah surut. Selain kubah dengan lapisan emas 24 karat, puncaknya selalu berubah warna setiap fajar, tengah hari, senja, dan malam.<br />
Mesjid yang diklaim berciri arsitektur Islam kuat ini memadukan skalanya yang besar dengan ornamen yang detail guna mencerminkan kemegahan dan keindahan. Sesuai namanya, mesjid ini memang menggunakan material emas dengan tiga teknik pemasangan. Pertama, serbuk emas (prada) yang terpasang di  <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">Mahkota</a> pilar. Kedua, gold plating yang terdapat pada lampu gantung, railing tangga mezanin, pagar mezanin, ornamen kaligrafi kalimat tasbih di pucuk langit-langit kubah dan ornamen dekoratif di atas mimbar. Ketiga, gold mozaik yang terdapat di <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">kubah</a> utama dan  <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">kubah </a> menara.</p>
<p>Mesjid ini menempati areal seluas 70 hektare dan merupakan bagian dari konsep pengembangan sebuah kawasan terpadu yang memfasilitasi kebutuhan setiap umat Islam akan sarana ibadah, dakwah, pendidikan, dan sosial yang menyatu dalam ruang lingkup kawasan bernama Islamic Center Dian Al Mahri.<br />
Mesjid yang terletak di Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat ini terbagi atas ruangan utama mesjid, ruang mezanin, halaman dalam, selasar atas, selasar luar, dan ruangan fungsional lainnya yang mampu menampung 15 ribu jamaah untuk pelaksanaan salat. Untuk acara majelis taklim mampu menampung hingga 20 ribu orang.</p>
<p>Secara umum arsitekturnya memiliki tipologi mesjid dengan ciri <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">kubah</a>, minaret, halaman dalam, serta penggunaan detail atau hiasan dekoratif dengan elemen geometris dan obelisk (ukiran bergaya Mediteranian untuk memperkuat ciri keislaman pada arsitekturnya.</p>
<p>Batu Granit dari Brasil</p>
<p>Lebih lanjut, halaman dalam berukuran 45 x 57 meter, mampu menampung 8.000 orang. Salah satu sisinya berhubungan dengan ruang salat, sedangkan sisi lainnya dibatasi selasar dengan deretan pilar-pilar berbalut batu granit dari Brasil. Minaret atau menara mesjid berbentuk segienam berjumlah enam yang melambangkan rukun iman, menjulang ke angkasa setinggi 40 meter. Keenam minaret ini dibalut granit abu-abu dari Italia dengan ornamen yang melingkar. Tepat pada puncaknya terdapat kubah berlapis mozaik emas 24 karat.</p>
<p>Bagian paling menonjol, yakni kubah, mengacu pada <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">kubah</a> mesjid di Persia dan India. Lima kubah ini melambangkan rukun Islam. Seluruhnya dibalut mozaik berlapis emas 24 karat yang materialnya didatangkan dari Italia.</p>
<p>Di bagian dalam mesjid berdiri pilar-pilar kokoh yang menjulang ke atas guna menciptakan skala ruang yang agung, membuat mereka yang berada di dalamnya akan merasa kecil dan membangkitkan suasana tawadhu dalam keagungan Tuhan. Ruangan mesjid didominasi monokrom dengan unsur utama warna krem untuk memberi karakter ruangan yang tenang dan hangat.</p>
<p>Materialnya, merurut seorang penjaga mesjid, adalah marmer dari Italia dan Turki. Ornamennya menggunakan marmer hitam untuk mendapatkan unsur sakral serta warna emas untuk keindahan dan kekuatan.</p>
<p>Di bagian luar mesjid, terdapat taman-taman yang mengitari seluruh bagian, sehingga mampu menghidupkan suasana kesejukan dan keteduhan bagi pengunjung. Konsep penataan merupakan kolaborasi antara arsitektur bangunan mesjid bernuansa Timur Tengah di lingkungan tropis. Masih satu kompleks, tersedia ruko yang menjajakan beragam aksesori untuk cinderamata, vila tempat para pengunjung menginap, serta rumah tinggal pemilik mesjid.</p>
<p>Memasuki bulan Ramadan, di siang hari, jumlah pengunjung cenderung menurun. Di hari-hari biasa, mesjid ini ramai dikunjungi dari pukul 10.00 hingga 20.00. Sebaliknya, selama bulan Ramadan, aktivitas justru mulai terlihat saat sore hari. Selain itu, setiap hari juga digelar buka puasa bersama di Gedung Serba Guna yang didahului dengan taushiyyah pengantar buka puasa mulai pukul 16.00-17.00.</p>
<p>Mesjid ini, seperti mesjid lain, juga menggelar salat tarawih berjamaah selama bulan Ramadan. Tanggal 28 September nanti, sekaligus menyambut malam Nuzulul Qur’an, digelar beragam acara mulai pukul 05.00 hingga tengah malam. Puncaknya saat Lebaran tiba, diselenggarakan salat Idul Fitri 1 Syawal 1428 H dengan imam Ustad H Amiruddin Said SQ dan kholib dai kondang Ahmad Al Habsyi.</p>
<p>Untuk menuju lokasi mesjid kubah emas, pengunjung dapat melintasi Jalan Raya Cinere, Jakarta Selatan. Namun, disarankan menghindari hari Sabtu dan Minggu karena lalu lintas Jalan Raya Cinere-Meruyung relatif padat, sehingga tak jarang terjadi kemacetan parah.</p>
<p>Sejauh ini akses jalan menuju lokasi menjadi persoalan serius bagi pemilik sekaligus pemerintah Kota Depok. Tujuannya agar pengunjung lebih nyaman dan mesjid ini kian menjadi tempat wisata religi favorit. (SENIOR/Lalang Ken Handita)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kubahmasjid.com/menikmati-indahnya-kubah-emas/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Presiden Resmikan Masjid Bani Umar di Graha Bintaro</title>
		<link>http://kubahmasjid.com/presiden-resmikan-masjid-bani-umar-di-graha-bintaro</link>
		<comments>http://kubahmasjid.com/presiden-resmikan-masjid-bani-umar-di-graha-bintaro#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2009 09:46:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faizal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata Masjid]]></category>
		<category><![CDATA[kubah]]></category>
		<category><![CDATA[kubah masjid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kubahmasjid.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA, JUMAT — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan Masjid Raya Bani Umar di Jalan Raya Graha Bintaro, Parigi Baru, Kabupaten Tangerang, Jumat (10/10) pagi. Presiden juga akan melaksanakan shalat jumat bersama 800 jemaah lainnya di masjid yang terletak di kompleks perumahan Graha Bintaro Jaya tersebut. Pembangunan masjid berlantai tiga di lahan seluas 1,2 hektar ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA, JUMAT — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan Masjid Raya Bani Umar di Jalan Raya Graha Bintaro, Parigi Baru, Kabupaten Tangerang, Jumat (10/10) pagi. Presiden juga akan melaksanakan shalat jumat bersama 800 jemaah lainnya di masjid yang terletak di kompleks perumahan Graha Bintaro Jaya tersebut.</p>
<p>Pembangunan masjid berlantai tiga di lahan seluas 1,2 hektar ini memakan biaya sekitar Rp 2 miliar dan dapat menampung 1.600 jemaah. Masjid ini terbilang unik karena dibangun tanpa <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">kubah Masjid</a>. Fauzan Noe&#8217;man, arsitek masjid ini, mengatakan,  <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">Kubah </a> bukanlah unsur wajib dalam bangunan masjid. Tidak punya <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">kubah</a>, tapi masjid ini memiliki menara setinggi 59 meter yang diklaim sebagai menara tertinggi di Tangerang.</p>
<p>Selain ini, di dalam kompleks masjid terdapat gedung serba guna yang dapat menampung sekitar 500 orang, klinik, serta akan dibangun sekolah untuk menampung anak-anak kurang mampu.</p>
<p>Menurut data dari presidensby.info, peresmian Masjid Raya Bani Umar ini bertepatan dengan hari kelahiran almarhum Jenderal TNI (Purn) Umar Wirahadikusumah. Pembangunannya diprakarsai oleh keluarga almarhum yang tergabung dalam Yayasan Bakti Djajakusumah. Umar Wirahadikusumah adalah mantan Wakil Presiden RI periode 1983-1988.</p>
<p>Karlinah Djaja Atmadja, istri almarhum Umar Wirahadikusumah, mengungkapkan bahwa keberadaan masjid yang nyaman digunakan untuk beribadah sudah menjadi kebutuhan bagi semua umat Islam. &#8220;Kita semua sangat mendambakan sebuah masjid yang indah, dikelilingi taman-taman yang segar dan bernilai estetis dengan arsitektur tinggi,&#8221; kata Karlinah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kubahmasjid.com/presiden-resmikan-masjid-bani-umar-di-graha-bintaro/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
