CV MICRO 2000
Kubah masjid
CV.MICRO 2000

Tlp : 081 83 81 781
081234 855 844
CP: Ir. Faizal Muzamil
Email :Faizalklm@gmail.com

Archive for the ‘Wisata Masjid’ Category

Menikmati Indahnya Kubah Emas

Kubah masjid

Kubah masjid

Apa sih keistimewaan Mesjid Dian Al Mahri? Mengapa banyak orang ingin membuktikan kemegahan tempat ibadah yang biasa disebut Mesjid kubah emas ini? Keindahan arsitektur, lapisan emas 24 karat yang membalut kubah, dan beragam fasilitas memang membuatnya layak disebut tempat wisata religi favorit.

Sejak diresmikan pada 31 Desember 2006, Mesjid Dian Al Mahri seperti menjadi ikon baru wisata religi, selain Mesjid Istiqlal di Jakarta. Hampir sepanjang hari, puluhan bus wisata maupun kendaraan pribadi rela menembus kepadatan Jalan Raya Cinere-Meruyung. Kondisi ini semakin ramai terutama di akhir pekan atau saat musim liburan tiba.

Saking ramainya, pengunjung harus rela berjalan kaki kurang lebih satu kilometer sebelum mencapai pelataran mesjid. Maklum, tempat parkir di areal mesjid sudah tak mampu lagi menampung ratusan bus rombongan maupun kendaraan pengunjung.

Kenyataan ini dapat dijadikan gambaran bahwa mesjid ini memang menjadi buruan penggemar wisata religi khususnya di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya. Saat GHS berkunjung ke mesjid seluas 8.000 meter persegi ini, bus rombongan maupun kendaraan pribadi berplat luar Jakarta, seperti Cirebon, Bandung, dan beberapa kota di Jawa Tengah maupun Jawa Timur, terparkir rapi. Read the rest of this entry »

MASJID DENGAN MENARA TERUNIK

MASJID MENARA KUDUS

Masjid Menara Kudus (n Masjid Al Aqsa dan Masjid Al Manar) adalah sebuah mesjid yang dibangun oleh Sunan Kudus pada tahun 1549 Masehi atau tahun 956 Hijriah dengan menggunakan batu Baitul Maqdis dari Palestina sebagai batu pertama. Masjid ini terletak di desa Kauman, kecamatan Kota, kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Mesjid ini berbentuk unik, karena memiliki menara yang serupa bangunan candi. Masjid ini adalah perpaduan antara budaya Islam dengan budaya Hindu.

Sunan Kudus sebagai pendiri dan pemrakarsa berdirinya masjid ini. Sebagaimana para walisongo yang lainnya, Sunan Kudus memiliki cara yang amat bijaksana dalam dakwahnya. Di antaranya, beliau mampu melakukan adaptasi dan pribumisasi ajaran Islam di tengah masyarakat yang telah memiliki budaya mapan dengan mayoritas beragama Hindu dan Budha. Pencampuran budaya Hindu dan Budha dalam dakwah yang dilakukan Sunan Kudus, salah satunya dapat kita lihat pada masjid Menara Kudus ini.

Tahun 956 H atau 1549 M. Hal ini dapat diketahui dari inskripsi (prasasti) pada batu yang lebarnya 30 cm dan panjang 46 cm yang terletak pada mihrab masjid yang ditulis dalam bahasa Arab.[1]

Masjid  ini memiliki 5 buah pintu sebelah kanan, dan 5 buah pintu sebelah kiri. Jendelanya semuanya ada 4 buah. Pintu besar terdiri dari 5 buah, dan tiang besar di dalam masjid yang berasal dari kayu jati ada 8 buah. Namun masjid ini tidak sesuai aslinya, lebih besar dari semula karena pada tahun 1918-an telah direnovasi. Di dalamnya terdapat kolam masjid, kolam yang merupakan “padasan” tersebut merupakan peninggalan kuna dan dijadikan sebagai tempat wudhu.

Ketinggian yang di miliki menara kudus  sekitar 18 meter dengan bagian dasar berukuran 10 x 10 m. Di sekeliling bangunan dihias dengan piring-piring bergambar yang kesemuanya berjumlah 32 buah. Dua puluh buah di antaranya berwarna biru serta berlukiskan masjid, manusia dengan unta dan pohon kurma. Sementara itu, 12 buah lainnya berwarna merah putih berlukiskan kembang. Di dalam menara terdapat tangga yang terbuat dari kayu jati yang mungkin dibuat pada tahun 1895 M. Bangunan dan hiasannya jelas menunjukkan adanya hubungan dengan kesenian Hindu Jawa karena bangunan Menara Kudus itu terdiri dari 3 bagian: (1) kaki, (2) badan, dan (3) puncak bangunan. Menara ini dihiasi pula antefiks (hiasan yang menyerupai bukit kecil).[2]

Kaki dan badan menara dibangun dan diukir dengan tradisi Jawa-Hindu, termasuk motifnya. Ciri lainnya bisa dilihat pada penggunaan material batu bata yang dipasang tanpa perekat semen. Teknik konstruksi tradisional Jawa juga dapat dilihat pada bagian kepala menara yang berbentuk suatu bangunan berkonstruksi kayu jati dengan empat batang saka guru yang menopang dua tumpuk atap tajug.

Terdapat mustaka pada bagian puncak atap tajug seperti pada puncak atap tumpang bangunan utama masjid-masjid tradisional di Jawa yang jelas merujuk pada unsur arsitektur Jawa-Hindu.

 

 

 

 

Tag:

Masjid Al Askari < Traveling >

Masjid Al AskariTahukah kalian mengenai sebuah Masjid Megah yang kubah masjidnya dilapisi emas..?
Saya tidak tahu apakah masjid yang selesai dibangun kembali pada tahun 1905 ini merupakan masjid dengan kubah emas pertama atau bukan, namun pastinya konstruksi bangunan yang Masjid ini merupakan salah satu konstruksi bangunan yang sangat kokoh dan megah karena masih berdiri dan menjadi pusat keagamaan di Samara,Irak.

Masjib berkubah emas ini bernama Al Askari. Sebuah tempat suci Muslim Syi’ah yang paling suci diseluruh dunia. Pertama kali dibangun pada tahun 944, dan merupakan tempat peristirahatan terakhir bagi Imam Syi’ah yang ke-10 dan ke-11, Ali al-Hadi dan anak laki-lakinya Hasan al-Asykari. Di situ juga terdapat tempat suci untuk Imam yang ke-12, yaitu Imam yang tersembunyi menurut kepercayaan Syi’ah, Imam Mahdi. Tempat ini juga dikenal sebagai tempat suci untuk Ali al-Hadi, atau al-Hadhrah al-Askariyah. Read the rest of this entry »

Tag:

MASJID YANG PERTAMA KALI DI DUNIA

 MASJID AL HARAM

Masjidil Haram adalah sebuah masjid di kota Mekkah,  yg dipandang sebagai tempat tersuci bagi umat Islam. Masjid ini juga merupakan tujuan utama dalam ibadah haji. Masjid yang dibangun mengelilingi Ka’bah & yang menjadi arah kiblat bagi umat Islam dalam mengerjakan ibadah salat. Masjid ini juga merupakan Masjid terbesar di dunia.

Menurut kepercayaan umatb islam Ka’bah atau nama lainnya Makkah pertama sekali dibina oleh Nabi Adam. Dan kemudian dilanjutkan pada masa Nabi Ibrahim bersama dengan anaknya, Nabi Ismail yang meninggikan dasar – dasar Ka’bah, dan sekaligus membangun masjid di sekitar Ka’bah tersebut.

Menurut hadits shahih satu kali salat di Masjidil Haram sama dengan 100.000 kali salat di masjid-masjid lain, kecuali Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsha. Satu kali salat di Masjid Nabawi sama dengan 1.000 kali salat di masjid-masjid lain, kecuali Masjidil Haram dan Masjidil Aqsha.

Seluruh umat islam diperintah untuk memalingkan wajahnya/hatinya kearah masjidil haram dimanapun berada, hal ini di perkuat dengan surah al-baqarah ayat 149 dan 150. perintah ini hampir sama derajatnya dengan perintah Allah yang lain seperti hal melakukan sholat, zakat, puasa, haji sebagai wujud hati yang terikat dan ingat kepada Allah dalam segala hal duniawi ini.

Sebagai masjid yang pertama kali dibangun di dunia, Masjidil Haram memiliki sejumlah keistimewaan.Antara lain adalah dilipatgandakannya pahala salat di tempat ini, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW.

Di dalam kompleks Masjidil Haram terdapat sejumlah tempat yang istimewa untuk memanjatkan doa. Berbagai riwayat menyebutkan doa seorang hamba akan dikabulkan bila dipanjatkan di tempat-tempat tersebut, yaitu:

1. Multazam

Multazam adalah tempat di antara Pintu Kakbah dan Rukun Hajar Aswad. Secara harfiah Multazam bermakna tempat yang amat diperlukan. Tempat inilah yang dinyatakan oleh Rasulullah SAW sebagai tempat yang paling mustajabah untuk berdoa

2. Hijir Ismail

Hijir Ismail adalah bangunan terbuka, berbentuk setengah lingkaran berada di sebelah sisi barat Kakbah. Disebut Hijir Ismail karena merupakan tempat berteduh Nabi Ismail dan Siti Hajar.

3. Maqam Ibrahim

Maqam Ibrahim adalah batu yang dipergunakan Nabi Ibrahim untuk berpijakan ketika membangun Kakbah. Pada batu ini terdapat bekas telapak kaki Nabi Ibrahim AS. Disunahkan salat sunah dua rakaat setelah selesai tawaf di belakang Maqam Ibrahim ini. Tempat ini juga merupakan salah satu tempat mustajabah untuk berdoa.

Perlu  diketahui bahwa ada doa yang dikabulkan Allah secara langsung, ada doa yang akan dikabulkan ketika di akhirat nanti, serta ada pula doa yang diganti dengan kebaikan atau rejeki yang lain. Tentu harus difahami bahwa Allah swt mengetahui apa sebenarnya yang terbaik bagi hamba-Nya. Allah akan mengabulkan doa hamba-Nya jika itu memang mendatangkan kemaslahatan dan bukan sekedar apa yang diinginkan oleh hamba-Nya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tag:

MASJID TERUNIK

Masjid Agung di Djenné

 

Masjid Agung di Djenné,  tidak hanya bangunan yang terbuat dari Bata dengan bahan dasar lumpur terbesar di dunia, tetapi juga sebuah model arsitektur ecofriendly dan berkelanjutan, menurut Infomrasi bahwa bangunan ini dibangun pada tahun 1200 hingga 1300, dan mengalami kerusakan parah. kemudian masjid ini dibangun lagi oleh pemerintah kolonial Prancis pada tahun 1906, gaya bangunan tersebut masih mengadopsi gaya Afrika di wilayah tersebut. Bahkan, masjid dianggap oleh banyak orang sebagai salah satu contoh terbaik dari gaya arsitektur, contoh lain termasuk Agadez Masjid Agung di Nigeria dan Masjid Larabanga di Ghana.

 

Batu Bata dari lumpur yang juga disebut adobe (tidak ada hubungannya perusahaan Adobe), merupakan bahan bangunan benar-benar alami. dimana bahan bangunannya terbuat dari pasir, tanah liat, air dan bahan perekat organik seperti jerami, tongkat atau bahkan pupuk kandang, struktur yang dihasilkan dikenal sangat tahan lama dan kokoh.Dinding Masjid Agung terbuat dari bata lumpur yang dijemur di sinar matahari (disebut ferey)

Lumpur tersebut dilapisi dengan plester lumpur yang halus rapih.Dinding bangunan yang dihiasi dengan bundel kelapa sawit (Borassus aethiopum) atau di sebut Toron dengan ukuran sekitar 60 cm (2 kaki) dari permukaan, toron ini juga berfungsi sebagai “ready made” untuk perbaikan tahunan. Keramik dipasang untuk menjaga agar air hujan dapat melewati bangunan dan langsing keliar, dimana keramik ini di pasang di atas bangunan.

Masjid ini dibangun dengan fondasi berukuran sekitar 75 m x 75 m dan berada pada ketinggian 3 meter di atas permukaan tanah terdapat 6 set tangga, masing-masing dihiasi di puncaknya.Masjid Agung di Djenné, Mali Tahun 2010 (Umurnya sudah kira-kira 700- 800 Tahun, Jadi Sudah Sangat terbukti Mengatasi Gangguan Seperti Hujan dan Air)

Setiap tahunnya, masjid Djenné ini mendapat perawatan atau perbaikan dalam rangka menyambut berbagai perayaan festival rakyat sebagai hiburan yang luarbiasa, serta menyenangkan bagi masyarakat Djenné. Masjid Agung Djenné merupakan salah satu “Situs Warisan Dunia” yang ditetapkan oleh UNESCO pada tahun 1988?, yang dapat dikunjungi setiap saat, tetapi tidak dibolehkan memasuki bangunan, kecuali anda Muslim. Masjid Agung ini telah ditutup untuk non-Muslim pada tahun 1996, akibat dari kerusuhan dan penembakkan salah seorang official fotografi majalah Vogue Prancis di dalam masjid.

 

 

Tag:

Sejarah Masjid Al-Rashid Edmunton Kanada

Sejarah Masjid Al-Rashid Edmunton Kanada

Lila Fahlman (Pendiri Dewan Muslimah Kanada tahun 1982) bercerita mengenai sejarah Masjid Al-Rashid.

Pada awal tahun 1930-an Lila Fahlman masih belia, pada saat itu keluarga muslim ketika itu memperbincangkan mengenai pembangunan masjid pertama disana, muncullah Hilwi Hamdon, seorang muslimah yang berkepribadian begitu menarik dan diterima di kalangan manapun.

Bersama temannya Hilwi Hamdon yang kemudian melobi walikota Alberta, John Wesley Fry untuk mendapatkan sebidang lahan bagi pembangunan masjid untuk muslim kota tersebut.

John Wesley Fry merupakan seorang keturunan imigran Arab Kristen. John Wesley Fry sempat berkata “kalian tidak punya uang untuk membangun masjid” akan tetapi Hilwi Hamdon dan rekannya dengan cepat menjawab “kami akan mendapatkan uangnya”.

John Wesley Fry memberikan persetujuan untuk menyediakan lahan bagi pembangunan masjid yang diinginkan, jika ternyata kaum muslimin memiliki dana yang cukup untuk membangun masjid dimaksud.

Pada saat itu mereka membutuhkan dana sekitar $5000 dolar, dimana angka ini tergolong sangat besar pada masa tersebut.

Penggalangan dana baru dimulai setelah mereka mendatangi satu persatu toko di sepanjang ruas jalan Jasper Avenue, ruas jalan utama Edmunton.

Mereka tidak peduli apakah pemilik tokonya seorang nasrani Yahudi, Nasrani atau Muslim. Para muslimah ini meminta para pemilik toko tersebut untuk memberikan dukungan bagi pembangunan masjid tersebut.

Dan untungnya komunitas kota itu sangat mendukung proses pembangunan masjid sehingga berdirilah Masjid Ar-Rashid yang dibangun dari dana sumbangan tiga pemeluk agama samawi.

Masalah kecil terjadi pada saat mereka mencari arsitek untuk merancang bangunan masjid yang akan mereka bangun karena para pengembang yang ada di kota tersebut sama sekali tidak mengenal bangunan masjid.

Lalu para muslimah tersebut memilih arsitek Kanada-Ukraina yang bernama Mike Drewoth lalu berkata bahwa mereka ingin membangun tempat ibadah.

Setelah melalui percakapan yang cukup panjang, Drewoth membuat sebuah rancangan masjid terbaik yang dia bisa, yaitu bangunan yang terlihat mirip dengan gereja Ortodok Rusia jika dibandingkan dengan bangunan masjid yang dikenal oleh masyarakat.

Bangunan masjid Al-Rashid berupa bangunan dengan bentuk memanjang dimana pada salah satu sisinya terdapat sebuah pintu dengan tangga yang dilengkapi dengan ruang besar yang terbuka yang mirip dengan gereja.

Akan tetapi jendela masjid Al-Rashid berbentuk melengkungyang dilengkapi dengan 2 ruang kecil untuk tempat wudhu, ruang bawah tanah (basement) untuk kegiatan sosial dan dibuat 2 menara berdenah segi delapan dengan kubah bawang yang berwarna perak dipasangkan di atasnya lalu dipasang simbol bulan sabit dibagian puncaknya untuk menegaskan bahwa bangunan tersebut adalah bangunan masjid bukan gereja.

Komunitas muslim setempat sangat bangga dengan masjid pertama mereka walaupun masjid Al-Rashid terlihat sangat mirip dengan sebuah gereja ortodok.

Selain itu komunitas masyarakat setempat juga sangat antusias menyumbangkan karpet dan lampu-lampu gantung.

Tag:

SALAH SATU MESJID TERINDAH

Masjid Sultan Ahmed, TURKI

 

Masjid Sultan Ahmed adalah sebuah masjid di Istanbul, kota terbesar di Turki dan merupakan ibukota Kesultanan Utsmaniyah ( dari 1453  M sampai 1923 M). Masjid ini dikenal dengan juga dengan nama Masjid Biru karena pada masa lalu interiornya berwarna biru.

Pada abad 17 pada masa pemerintahan Ahmed I, Masjid Biru wajah Hagia Sophia dan Hippodrome, mengacu pada peran penting sejarah di kota. Bagian dari Sultan Ahmed Mosque dibangun pada bagian-bagian dari dasar Istana Besar, tempat tinggal kerajaan Kaisar Byzantium dari (303 SM-1081 M), ketika Istanbul dikenal sebagai Konstantinopel.

Masjid ini berada dii kawasan tertua di Istanbul, di mana sebelum 1453 merupakan pusat Konstantinopel, ibukota Kekaisaran Bizantin/Bizantium. Berada di dekat situs kuno Hippodrome, serta berdekatan juga dengan apa yang dulunya bernama Gereja Kristen Kebijaksanaan Suci (Hagia Sophia) yang sekarang diubah fungsinya menjadi museum. (wikipedia)

Seperti halnya di semua masjid, masjid ini diarahkan sedemikian rupa sehingga orang yang melakukan Salat menghadap ke Makkah, dengan mihrab berada di depan.

Sultan Ahmed (yang kemudian meninggal dan dimakamkan di halaman masjid), memerintahkan arsiteknya, Sedefhar Mehmet Aga, diberi mandat (sebelum beliau meninggal tentunya) untuk tidak perlu berhemat biaya dalam penciptaan tempat ibadah umat Islam yang besar dan indah ini. Struktur dasar bangunan ini hampir berbentuk kubus, berukuran 53 kali 51 meter.

Masjid ini dibangun  tahun 1609 dan 1616 atas perintah Sultan Ahmed I, yang kemudian menjadi nama masjid tersebut. Ia dimakamkan di halaman masjid. Masjid ini terletak di kawasan tertua di Istanbul, di mana sebelum 1453 merupakan pusat Konstantinopel, ibukota Kekaisaran Bizantin/Bizantium. Berada di dekat situs kuno Hippodrome, serta berdekatan juga dengan apa yang dulunya bernama Gereja Kristen Kebijaksanaan Suci (Hagia Sophia) yang sekarang diubah fungsinya menjadi museum.

Lokasi jaraknya cukup dekat dengan Istana Topkap?, tempat kediaman para Sultan Utsmaniyah sampai tahun 1853 dan tidak jauh dari pantai Bosporus. Dilihat dari laut, kubah dan menaranya mendominasi cakrawala kota Istanbul.

 

Tag:

Keindahan Masjid Al-Irsyad

Sejak diresmikan 2010 lalu, bangunan ini sudah mencuri perhatian tidak
hanya warga sekitar tetapi juga di dunia maya. Masjid yang terletak di
Padalarang ini masuk 5 besar "Building Of The Year 2010" oleh National
Frame Building Association. Acara akbar yang melibatkan para arsitek di
seluruh dunia ini menempatkan Masjid Al Irsyad dalam kategori religious architecture. Menurut ArchDaily, situs publikasi arsitektur terpopuler, Masjid Al Irsyad cukup populer di antara tempat ibadah yang lain dan hanya dikalahkan oleh Gereja Tampa Covenant, Florida, Amerika serikat.

Jika umumnya masjid memiliki kubah atau menara, tidak dengan Masjid Al Irsyad.
Masjid yang dirancang oleh Ridwan Kamil, arsitek kenamaan Indonesia ini
didesain mirip Ka'bah, berbentuk kubus dengan warna abu-abu. Desainnya
sederhana, tidak banyak ornamen namun tetap memiliki keindahan
tersendiri.

Dinding masjid terbuat dari batu bata yang disusun sedemikian rupa
sehingga membentuk celah yang terbaca sebagai dua kalimat syahadat.
Selain memiliki fungsi artistik, lubang-lubang ini juga berfungsi
sebagai ventilasi udara. Menjelang malam ketika lampu di dalam masjid
mulai dinyalakan, sinar lampu akan menerobos celah ventilasi sehingga
jika dilihat dari luar tampak seperti masjid yang memancarkan cahaya
berbentuk kalimat syahadat. Sangat mengagumkan.

Keindahan tidak hanya tampak dari luar masjid. Di dalam masjid terdapat
99 lampu bulat berukir asmaul husna yang jika dinyalakan, cahayanya akan
membentuk siluet nama-nama suci Allah SWT. Terasa sekali kemegahannya.

Masjid Al Irsyad
juga seolah ingin mendekatkan kita pada alam. Lantai tepi mimbar
dimanfaatkan untuk kolam di lantai. Suara gemericik air kolam memberikan
suasana teduh yang dapat menambah ketenangan ketika beribadah. Dinding
di belakang mimbar juga dibiarkan terbuka sehingga jama'ah dapat
menikmati pemandangan Padalarang yang menyegarkan.

Didirikan di atas lahan seluas 1.100 meter persegi, masjid berkapasitas
1.500 jama'ah ini selain menjadi tempat ibadah juga menjadi tujuan
wisata tak hanya bagi para sekitar Bandung dan Jakarta tetapi juga
mancanegara.

Tag:

Masjid Ar-Rahma Ukraina

Masjid Ar-Rahma Ukraina

Masjid Ar-Rahma dibangun di Kawasan Tatarka di bukit Shchekavitsya, dimana lokasi ini adalah kawasan komunitas muslim Tatar di kota Kiev.

Sebenarnya pada 4 kota penyelenggara Piala Eropa 2012 di Ukraina, sudah terdapat masjid-masjid besar misalnya Masjid Jami Ahat di Donetsk.

Sejarah masjid Ar-Rahma diawali pada tahun 1993 dimana pada saat itu muslim kota Donetsk membentuk sebuah yayasan yang dinamakan Bintang Nabi (Star of the Prophet) lalu 1 tahun kemudian yayasan tersebut membuka jalan bagi berdirinya Masjid Ibnu Fadlan yang merupakan masjid pertama di kawasan itu.

Bisa dikatakan bahwa pembangunan Masjid Ar-Rahma cukup menarik karena banyak perwakilan dan duta besar negara sahabat yang ikut serta dalam upacara peletakan batu pertama, proses pembangunan sampai peresmian masjid Ar-Rahma.

Salah satu hal yang cukup menarik adalah Duta Besar Irak yang mengunjungi proyek pembangunan masjid Ar-Rahma, bukan hanya berkunjung tapi juga ikut memanjat ke atas tembok masjid yang sedang dibangun untuk turut serta memasang bata di lokasi tersebut.

Hasil donasi muslim kota Kiev digunakan untuk pembangunan masjid Ar-Rahma. Setelah pembangunan tahap pertama selesai dilaksanakan, masjid pertama di kota Kiev ini memulai penyelenggaraan peribadatan dengan penyelenggaraan sholat fardhu Jum’at di tahun 1998.

Pada tanggal 3 Desember 2000 Masjid Ar-Rahma secara resmi dibuka untuk umum dimana pada saat itu bertepatan dengan hari perayaan kemerdekaan Ukraina ke 20 yang ditandai dengan pembukaan selubung nama masjid, dan pemasangan simbol bulan sabit di puncak menaranya.

Masjid Ar-Rahma dirancang oleh arsitek Alexander Komorowski yang mengadopsi gaya arsitektur berbagai budaya Islam yang ada di kawasan tersebut lengkap dengan kubah besar dan sebuah bangunan menara tunggal setinggi 27 meter.

Masjid yang bisa menampung 3000 jamaah dan dilengkapi dengan gedung madrasah ini memiliki rancangan masjid dalam bentuk denah yang unik.

Rancangan denah masjid Ar-Rahma memiliki bentuk melingkar yang membuat bangunan masjid ini cukup unik. Jika dilihat dari kejauhan masjid Ar-Rahma menyajikan pemandangan yang cukup berbeda di atas bukit.

Masjid Ar-Rahma adalah sebuah karya seni arsitektural yang sangat indah karena memiliki sentuhan arsitektural bangunan masjid yang sangat detil.

Tag:

Masjid Agung Touba Senegal

Masjid Agung Touba Senegal

Touba (kebahagiaan) adalah sebuah kota yang terletak di Timur dari ibukota Dakkar yang merupakan ibukota Senegal.

Touba juga bisa diartikan sebagai pohon dari surga karena tempat ini diyakini sebagai tempat yang penuh dengan keberkahan.

Paling tidak bagi Syekh Amadou Bamba atau Syekh Aamadu Bámba Mbákke (1853-1927) Touba juga dikenal sebagai kota suci. Di kota ini peredaran tembakau dan minuman keras dilarang (diharamkan).

Syekh Amadou merupakan seorang sufi yang sangat terkenal dan dihormati di Senegal. Selain itu beliau juga pendiri dari tarekat Mauridiyah atau persaudaraan Mauride.

Dikisahkan bahwa pada tahun 1887 beliau mendapatkan petunjuk dari Allah SWT dalam bentuk cahaya di bawah sebuah pohon di daerah ini.

Sebelumnya daerah rimba belantara ini sangat terpencil. Syekh Amadou sangat populer sehingga hal ini membuat banyaka orang mengunjungi beliau.

Hal ini membuat pemerintahan Perancis yang sedang berkuasa di daerah ini menjadi khawatir sehingga pada tahun 1895 Syekh Amadou ditangkap lalu dibuang ke Gabon hingga tahun 1902 lalu berlanjut ke Mauritania mulai dari tahun 1903 sampai 1907.

Sayangnya taktik ini tidak berjalan dengan mulus karena hal ini justru membuat pengikut Syekh Amadou menjadi bertambah banyak.

Satu tahun menjelang ajalnya Syekh Amadou Bamba memiliki niat untuk mendirikan sebuah masjid yang baru terealisasi setelah 40 tahun pasca kematiannya atau pada tahun 1963.

Kota yang sebelumnya sangat terpencil berkembang menjadi besar setelah masjid berdiri di kota tersebut.

Pada tahun 1964 penduduk yang ada di kota ini adalah sekitar 5 ribu jiwa, lalu pada tahun 2007 berkembang menjadi 529 ribu orang. Banyak sekali orang yang melakukan ziarah ke makam sang syekh dimana mereka berasal dari berbagai wilayah Senegal.

Masjid buatan Syekh Amadou disebut sebagai Masjid Agung Touba dimana masjid ini mempunyai 3 kubah yang sangat besar dan 5 menara.

Di tempat inilah Syekh Amadou dimakamkan. Tinggi menara tengah masjid mencapai 87 meter dimana  menara ini adalah bangunan kebanggaan rakyat Senegal yang juga dinamakan sebagai lamp fall (lampu jatuh).

Pemberian nama ini dilakukan oleh Syekh Ibrahima Fall, yaitu salah seorang syekh yang sangat berpengaruh di kota ini.

Rumah dari putra Amadouu Bamba, seorang khalifah dari persaudaraan Mauride berada di dekat masjid ini.

Selain itu di kota ini juga terdapat gedung pertemuan, perpustakaan dan pemakaman yang dikelola oleh persaudaraan Mauride yang hingga kini masih ada.

Tag:

Galery
Museum Olahraga

Kubah Masjid Poltek Semarang
Kubah Emas Palembang
Untuk melihat gambar yang lainnya klik Disini

Kubah Masjid