<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kontraktor Kubah Masjid &#187; artikle</title>
	<atom:link href="http://kubahmasjid.com/category/artikle/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kubahmasjid.com</link>
	<description>Pembuatan kubah masjid</description>
	<lastBuildDate>Thu, 01 Mar 2012 17:58:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Masjid Merah Panjunan, Masjid dari Lima Abad Silam</title>
		<link>http://kubahmasjid.com/masjid-merah-panjunan-masjid-dari-lima-abad-silam</link>
		<comments>http://kubahmasjid.com/masjid-merah-panjunan-masjid-dari-lima-abad-silam#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Feb 2011 00:41:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faizal</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kubahmasjid.com/?p=145</guid>
		<description><![CDATA[KOMPAS.com — Dilihat dari luar, Masjid Merah Panjunan sangat menarik perhatian, terutama bagi orang yang baru pertama kali datang ke Cirebon, Jawa Barat. Warna merah bata mendominasi keseluruhan bangunan yang didirikan pada tahun 1480 ini. Masjid Merah Panjunan terletak di Kampung Panjunan, kampung pembuat jun atau keramik porselen. Bangunan ini didirikan oleh Pangeran Panjunan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 308px"><img title="masjid" src="http://kcdn3.stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/02/08/1402316p.jpg" alt="" width="298" height="225" /><p class="wp-caption-text">masjid</p></div>
<p>KOMPAS.com — Dilihat dari luar, Masjid Merah Panjunan sangat menarik perhatian, terutama bagi orang yang baru pertama kali datang ke Cirebon, Jawa Barat. Warna merah bata mendominasi keseluruhan bangunan yang didirikan pada tahun 1480 ini.</p>
<p>Masjid Merah Panjunan terletak di Kampung Panjunan, kampung pembuat jun atau keramik porselen. Bangunan ini didirikan oleh Pangeran Panjunan yang adalah murid Sunan Gunung Jati, salah satu dari Wali Songo (Sembilan Wali), penyebar Islam di Jawa.</p>
<p>Dalam sebuah catatan sejarah yang mengacu pada Babad Tjerbon, nama asli Pangeran Panjunan adalah Maulana Abdul Rahman. Dia memimpin sekelompok imigran Arab dari Baghdad. Sang pangeran dan keluarganya mencari nafkah dari membuat keramik. Sampai sekarang, anak keturunannya masih memelihara tradisi kerajinan keramik itu, meski kini lebih untuk tujuan spiritual ketimbang komersial.<span id="more-145"></span></p>
<p>Catatan tersebut juga menyatakan, selain untuk tempat beribadah, masjid ini juga dipakai Wali Songo untuk berkoordinasi dalam menyiarkan agama Islam di daerah Cirebon dan sekitarnya. Masjid yang konon dibikin hanya dalam waktu semalam ini lebih mirip surau karena ukurannya kecil. Kemeriahan memuncak pada Ramadhan, ketika orang, baik dari dalam maupun luar kota, berburu takjil, hidangan buka puasa, berupa gahwa alias kopi jahe khas Arab.</p>
<p>Akan banyak orang bertanya-tanya mengapa di masjid ini juga penuh dengan ornamen bernuansa Tionghoa. Misalnya, piring-piring porselen asli Tiongkok yang menghias penghias dinding. Ada sebuah legenda bahwa keramik Tiongkok itu merupakan bagian dari hadiah kaisar China ketika Sunan Gunung Jati menikahi putri sang kaisar yang bernama Tan Hong Tien Nio. Adanya hubungan dengan Tiongkok sejak zaman Wali Songo itu juga ditunjukkan dengan keberadaan Vihara Dewi Welas Asih, sebuah wihara kuno dengan dominasi warna merah yang berdiri tak jauh dari masjid.</p>
<p>Perpaduan Arab dan Tiongkok ini tak lain terjadi karena Cirebon, yang pernah bernama Caruban pada masa silam, adalah kota pelabuhan. Lantaran lokasi masjid itu di kawasan perdagangan, sungguh tak aneh jika Masjid Merah—semula mushala Al-Athyah— tumbuh dengan berbagai pengaruh, seperti juga semua keraton yang ada di Cirebon.</p>
<p>Bangunan lama mushala itu berukuran 40 meter persegi saja, kemudian dibangun menjadi berukuran 150 meter persegi karena menjadi masjid. Pada tahun 1949, Panembahan Ratu (cicit Sunan Gunung Jati) membangun pagar Kutaosod dari bata merah setebal 40 cm dengan tinggi 1,5 m untuk mengelilingi kawasan masjid.</p>
<p>Keunikan lain dari struktur bangunan adalah bagian atap yang menggunakan genteng tanah warna hitam dan hingga kini masih dijaga keasliannya. Namun sayangnya, beberapa keramik yang ada di tembok pagar ada yang sudah dicukil oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, terutama yang ada pada bagian pagar temboknya.</p>
<p>Pada salah satu sisi masjid terdapat sebuah makam yang diberi pagar, tetapi tidak jelas makam siapa. Menurut pengurus masjid, Nasruddin (35), ada dua versi, versi pertama ada yang mengatakan seorang yang cukup disegani di daerah Pajunan, sementara versi lain mengatakan, yang dikuburkan di tempat itu adalah benda-benda yang pernah dipakai untuk membangun masjid. &#8220;Kami sendiri tidak pernah membongkar makam tersebut. Pendiri masjid ini tidak dimakamkan di sini,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Di sini bisa kita temui sumur sedalam setidaknya tiga setengah meter yang menjadi sumber mata air untuk keperluan masjid dan masyarakat di sekitarnya.</p>
<p>Akulturasi budaya</p>
<p>Dalam berbagai tulisan sejarah, dijelaskan bahwa proses akulturasi di Indonesia sudah terjadi semenjak masa pra-Islam, yaitu Buddha dan Hindu. Agama Hindu datang ke Indonesia dibawa oleh bangsa India. Setelah itu, datanglah agama Islam. Agama-agama tersebut kemudian bertemu dan mengadakan kontak secara terus-menerus. Akhirnya, terjadilah akulturasi di antara ketiga agama tersebut.</p>
<p>Wujud akulturasi tersebut dapat dilihat dari unsur budaya yang ada pada arsitektur Masjid Merah Panjunan.  Unsur budaya Islam terlihat dari fisik dan fungsi masjid, terlihat pada mimbar, mihrab, tempat wudhu, dan beberapa ragam hias kaligrafi yang terlihat di tiang dan blandar.</p>
<p>Unsur budaya Jawa terlihat pada arsitektur masjid ini, yaitu dengan adanya tajug dan limasan. Sementara itu, pengaruh dari China adalah penggunaan beberapa keramik produksi Tiongkok untuk hiasan tempel, dan penggunaan bahan sirap seperti pada bangunan khas China.</p>
<p>Makna-makna filosofis dan simbol-simbol di Masjid Merah Panjunan merupakan pengaruh Hindu. Tentu saja kemudian makna filosofis dan simbol itu disesuaikan dengan ajaran Islam. (WARTA KOTA</p>
<h4>Tag:</h4><ul>Artikle,KUBAH MASJIDIL HARAM,kubah masjid terindah,bentuk kubah masjid,KONTRUKSI KUBAH,kubah besar emas,waktu kunjungan kubah mas,masjid kuba mas,makna kubah masjid,makan di mekah</ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kubahmasjid.com/masjid-merah-panjunan-masjid-dari-lima-abad-silam/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mukjizat Program Subuh Berjamaah di masjid/mushala</title>
		<link>http://kubahmasjid.com/mukjizat-program-subuh-berjamaah-di-masjidmushala</link>
		<comments>http://kubahmasjid.com/mukjizat-program-subuh-berjamaah-di-masjidmushala#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 12:43:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faizal</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kubahmasjid.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[Rasulullah Saw bersabda, &#8220;Barang siapa yang shalat Shubuh berjamaah kemudian duduk berzikir sampai terbit matahari, kemudian shalat dua rakaat (shalat Dhuha), maka baginya pahala haji dan umrah, sempurna, sempurna, sempurna.&#8221; [Hadits Shahih, lihat kitab Shahihul Jami`, no. 4035] Dalam keadaan perang, Rasulullah memulainya dari subuh. Dengan demikian banyak daerah di Jazirah Arab yg semula dikuasai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rasulullah Saw bersabda, &#8220;Barang siapa yang shalat Shubuh berjamaah  kemudian duduk berzikir sampai terbit matahari, kemudian shalat dua  rakaat (shalat Dhuha), maka baginya pahala haji dan umrah, sempurna,  sempurna, sempurna.&#8221; [Hadits Shahih, lihat kitab Shahihul Jami`, no.  4035]</p>
<p>Dalam keadaan perang, Rasulullah memulainya dari subuh.  Dengan demikian banyak daerah di Jazirah Arab yg semula dikuasai oleh  pemimpin yg dhalim dan kafir dapat ditundukkan oleh keadilan Islam yg  penuh rahmat dan kasih sayang.<span id="more-80"></span></p>
<p>Dalam keadaan keseharian di  Madinah, Beliau saw mengadakan serangkaian kegiatan hingga waktu terbit  matahari dengan dzikir pagi, ta&#8217;lim, ramah tamah dg sahabatnya termasuk  menanyakan yg tdk hadir di masjid, dsb. Setelah itu mereka barulah  pulang ke rumah masing-masing dg berbagai kegiatan infiradhi (pribadi  masing-masing).</p>
<p>Marilah kita makmurkan masjid-masjid di negeri  ini dg rangkain program subuh sebagaimana amalan masjid Nabawi pimpinan  Rasulullah saw, yakni rangkaian kegiatan subuh sampai syuruq (terbit).  Waktu tsb dpt digunakan utk dzikr pagi, ta&#8217;lim, musyawarah harian dakwah  Islamiyah.<br />
Alhamdulillah, beberapa masjid di negeri ini telah  mempraktekkannya, tak ketinggalan jamaah mushala kami juga telah  merintis program tsb.</p>
<p>Dari pengamatan kami, masjid-masjid yg  mempunyai rangkaian kegiatan subuh setiap hari menjadi  relatif lebih  makmur daripada lainnya. Masyarakatnya mempunyai ghirah Islam yg lebih  militan shg qadhiyatul-ummat (permasalahan ummmat) banyak dapat diatasi  dengan bijak dan sebaik-baiknya. Coba buktikan sendiri resep dari Rasul  saw ini. Dan anda menyusulnya, kan? Tentu!!!</p>
<p>By <span class="author_header"><a class="author_post" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000134154565">Ahmad Sarwono Bin Zahir</a> </span></p>
<h4>Tag:</h4><ul>mukjizat ghirah islam,mukjizat subuh,mukjizat subuh berjamaah di masjid</ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kubahmasjid.com/mukjizat-program-subuh-berjamaah-di-masjidmushala/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ramadhan di Abu Dhabi dan Dubai</title>
		<link>http://kubahmasjid.com/ramadhan-di-abu-dhabi-dan-dubai</link>
		<comments>http://kubahmasjid.com/ramadhan-di-abu-dhabi-dan-dubai#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 02:46:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faizal</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikle]]></category>
		<category><![CDATA[dubai]]></category>
		<category><![CDATA[kubah masjid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kubahmasjid.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[DALAM bulan puasa ini, saya berkesempatan berkunjung ke Abu Dhabi dan Dubai. Seperti Anda ketahui, mereka adalah dua dari tujuh emirat yang bergabung dalam Persatuan Emirat Arab (United Arab Emirates/UAE). PEA beribu kota di Abu Dhabi, sebagai emirat yang paling besar dalam arti luasan wilayah, dan juga terkaya karena cadangan minyak yang kabarnya baru akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>DALAM bulan puasa ini, saya berkesempatan berkunjung ke Abu Dhabi dan Dubai. Seperti Anda ketahui, mereka adalah dua dari tujuh emirat yang bergabung dalam Persatuan Emirat Arab (United Arab Emirates/UAE). PEA beribu kota di Abu Dhabi, sebagai emirat yang paling besar dalam arti luasan wilayah, dan juga terkaya karena cadangan minyak yang kabarnya baru akan habis sekitar tahun 2100 nanti.</p>
<p>Sesaat sebelum mendarat, pramugari Etihad Airways mengingatkan semua penumpang bahwa selama bulan Ramadhan siapa pun dilarang makan dan minum di tempat umum sebelum saat iftaar (buka puasa). Di tempat-tempat tertentu di hotel berbintang yang membuka fasilitas untuk makan siang bagi non-Islam, juga terpampang pemberitahuan bahwa minuman beralkohol tidak disajikan antara waktu souhour dan iftaar.</p>
<p>Suasana Ramadhan memang sangat terasa di Abu Dhabi. Siang hari tidak banyak kegiatan. Banyak toko dan souk (pasar) tutup. Tidak satu pun tempat makan dan minum yang tampak terbuka. Bahkan museum pun ditutup di pagi hari. Semua jawaban adalah sama: we open after iftaar.</p>
<p>Pemandangan ini sangat berbeda dengan suasana Ramadhan ketika tahun lalu saya berkunjung ke Turki. Padahal, sebenarnya jumlah penduduk Muslim di Turki jauh lebih besar dibanding UAE. Di Turki, 95 persen penduduknya beragama Islam. Tetapi, Turki memang sangat sekuler. Pada bulan Ramadhan, hanya sedikit penduduk Turki yang menjalani ibadah puasa. Warung dan restoran tetap buka seperti biasa. Business as usual!</p>
<p>Di UAE, suasana Ramadhan sangat terasa. Padahal, sebetulnya jumlah penduduk Muslim dan non-Muslim mungkin seimbang besarnya. Pasalnya, dari total penduduk UAE yang empat juta, hanya satu juta penduduk lokal. Sisanya adalah kaum pendatang dari India, Pakistan, Iran, Filipina, China, dan lain-lain. Warga Indonesia saja jumlahnya sekitar 75.000 orang di UAE.</p>
<p>Tempat-tempat dengan suasana internasional, seperti bandara dan hotel berbintang, selalu membangun tenda Ramadhan bagi yang menunaikan ibadah suci. Yang dimaksud tenda Ramadhan adalah memang tenda, seperti tenda kaum Bedouin, dengan hamparan permadani dan bantalan-bantalan tersebar. Mereka yang berpuasa dapat memanfaatkan tenda ini untuk beristirahat. Banyak yang tidur pulas di tenda-tenda yang disediakan ini.</p>
<p>Di berbagai tempat umum, seperti lobi hotel, sering tampak nampan penuh kurma. Di sampingnya, satu teko besar berisi gahwa (kopi bumbu khas Arab) dan cangkir-cangkir kecil. Semua itu disediakan cuma-cuma untuk siapa saja yang memerlukan.</p>
<p>Bila Abu Dhabi adalah ibu kota pemerintahan, Dubai adalah megapolitan yang lebih besar dan merupakan pusat bisnis UAE. Mungkin analoginya sama dengan Washington DC (pusat pemerintahan) dan New York City (pusat bisnis). Suasana Ramadhan di Dubai pun persis sama.</p>
<p>Namun, saya sempat singgah ke International Financial Center yang juga merupakan lokasi Dubai Stock Exchange. Di lantai bawah kompleks gedung ini terdapat food court papan atas untuk melayani kebutuhan para pekerja yang berkantor di IFC. Ternyata, food court ini tetap buka di bulan Ramadhan. Semuanya beroperasi di balik tirai-tirai yang khusus dipasang selama Ramadhan. Menurut kabar, food court di IFC ini ternyata justru lebih ramai di bulan Ramadhan. Soalnya, para wisatawan yang tidak berpuasa akhirnya menemukan tempat yang bagus untuk makan siang.</p>
<p>Pada saat iftaar, tempat-tempat makan penuh dengan pengunjung yang berbuka puasa. Saya langsung teringat suasana buka puasa di lepau-lepau nasi kapau yang berderet di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat. Sekalipun agak terasa suasana “survival of the fittest” untuk mendapatkan minuman dan makanan sesegera mungkin, tetapi sangat terasa pula suasana keakraban.</p>
<p>Pada suatu saat, saya kebetulan sedang berada di sebuah dapur restoran sesaat setelah iftaar. Seorang juru masak yang sedang menikmati buka puasa dengan segenggam kurma serta-merta memberikan semua kurma itu ke genggaman saya, sementara ia pergi mengambil kurma lagi untuk dirinya sendiri. Tiba-tiba, terasa ada segumpal besar menyumbat kerongkongan saya. Alangkah indahnya persaudaraan!</p>
<p>Di Abu Dhabi, saya berkunjung ke Sheikh Zayed Grand Mosque (Masjid Agung Syekh Said) di Abu Dhabi. Kunjungan ini sangat bermakna bagi saya, setidaknya karena saya merasa menjadi saksi dari sebuah sejarah yang sedang ditulis (history in the making). Masjid Agung ini baru selesai 90 persen. Diharapkan tahun 2009 akan selesai dan diresmikan.</p>
<p>Tidak dapat disangkal lagi, Masjid Agung Syekh Said ini adalah masjid terbesar dan terindah di dunia. Tetapi, demi penghormatan kepada Masjidil Haram di Tanah Suci Mekkah, bangunan Masjid Agung ini sengaja dibuat sedikit lebih kecil ukurannya. Tetapi, hamparannya sangat luas, dengan taman berumput hijau yang kini tengah diselesaikan. Di salah satu sudut halaman terdapat makam Syekh Said yang tidak boleh dipotret.</p>
<p>Tiga  <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">kubah </a> utama masjid ini bentuknya agak mirip Sacre Coeur di Paris. Setidaknya, kesan itulah yang saya tangkap begitu melihatnya. Sayangnya, Abu Dhabi sedang musim debu saat itu sehingga permukaan kubah dari marmer putih itu tertutup debu yang kemerahan. Memotret dari jarak agak jauh pun tidak mampu menampilkan keindahan Masjid Agung ini karena ter-filter oleh debu yang cukup tebal.</p>
<p><a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank"> Masjid</a> Agung ini benar-benar internasional dalam berbagai aspek bangunannya. Beberapa arsitek dari berbagai bangsa mendesain eksterior maupun interior bangunan megah ini. Bahan bangunan, kontraktor, dan buruh bangunan pun diimpor dari berbagai tempat terbaik di dunia. Mutu pengerjaannya diselesaikan dengan kualitas tinggi. UAE memang dikenal dengan standar kendali mutu yang sangat tinggi.</p>
<p>Pualam putih yang banyak digunakan di bangunan  <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">Masjid</a> ini diimpor dari Carrara di Italia. Ribuan tiang-tiangnya dihiasi dengan inlay marmer warna-warni dengan desain indah. Puluhan ribu meter persegi serambi masjid diselesaikan dengan mosaik marmer yang dibuat di China. Desainnya modern, namun sangat bernuansa Islami.</p>
<p>Kalau dari eksteriornya sudah menggetarkan, tunggu sampai Anda masuk ke bagian dalam. Di bawah cuaca panas yang menyengat, seluruh ruangan dan serambi masjid terasa sejuk karena pendingin udara yang bekerja sangat bagus. Semakin ke dalam, warna-warni semakin menghilang, diganti dengan nuansa putih dan abu-abu yang anggun.</p>
<p>Sebetulnya, pintu besar ke bangsal utama Masjid Agung ini baru dibuka setelah iftaar. Untungnya, permohonan saya yang mengiba kepada petugas keamanan di situ ternyata dikabulkan. Pintu dorong yang besar itu didorong oleh dua orang petugas.<br />
Ketika pintu-pintu itu perlahan terbuka, bulu kuduk saya meremang. Lutut saya goyah. Teman yang bersama saya tidak kuasa menahan pekikannya. Allahu akbar!</p>
<p>Di depan sana terbentang panorama dengan keindahan yang sungguh Illahiah! Sebuah kandelabra kristal superbesar tergantung dari langit-langit yang tinggi. Bentuknya sangat indah. Ada bola-bola kristal hijau dan merah berkelap-kelip. Di bawahnya, ukiran emas berdesain unik berpendar-pendar. Kandelabra buatan Jerman seharga Rp 100 miliar itu memang pantas menghiasi masjid seindah dan seanggun ini.</p>
<p>Di lantai, karpet Iran tanpa sambungan seluas 5.000 meter persegi terhampar cantik. Ada 50 jenis desain terajut di sana. Karpet wol ini juga merupakan karya luar biasa karena diselesaikan oleh 200 perempuan perajin karpet dari Iran selama 12 bulan.</p>
<p>Sekalipun hanya beberapa menit, pemandangan itu terekam sangat kuat dalam memori saya. Mungkin sampai ajal menjemput nanti panorama memukau itu akan tetap tercetak jelas dalam benak saya. Apa pun agama Anda, bila berkesempatan, jenguklah tempat ini. Di sinilah kita semua mendapat bukti, Tuhan menciptakan manusia-manusia khusus dengan derajat kesenian tinggi yang mampu menerjemahkan keagungan Tuhan dalam bentuk karya seni.</p>
<p>Ramadhan kareem, Saudaraku. Selamat berpuasa!</p>
<h4>Tag:</h4><ul>APA DUBAI DAN ABU DABI SAMA ???,abu dhabi dan dubai apa sama,desain kubah masjid 1,gambar motif kubah masjid,JUMLAH PENDUDUK ABU DHABI,suasana di Abu dhabi</ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kubahmasjid.com/ramadhan-di-abu-dhabi-dan-dubai/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menikmati Indahnya Kubah Emas</title>
		<link>http://kubahmasjid.com/menikmati-indahnya-kubah-emas</link>
		<comments>http://kubahmasjid.com/menikmati-indahnya-kubah-emas#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2009 09:33:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faizal</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikle]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Masjid]]></category>
		<category><![CDATA[kubah]]></category>
		<category><![CDATA[Kubah Emas]]></category>
		<category><![CDATA[kubah masjid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kubahmasjid.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Apa sih keistimewaan Mesjid Dian Al Mahri? Mengapa banyak orang ingin membuktikan kemegahan tempat ibadah yang biasa disebut Mesjid kubah emas ini? Keindahan arsitektur, lapisan emas 24 karat yang membalut kubah, dan beragam fasilitas memang membuatnya layak disebut tempat wisata religi favorit. Sejak diresmikan pada 31 Desember 2006, Mesjid Dian Al Mahri seperti menjadi ikon [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><img title="kubah masjid" src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/03/13/121836p.bmp" alt="Kubah masjid" width="150" height="150" /><p class="wp-caption-text">Kubah masjid</p></div>
<p>Apa sih keistimewaan Mesjid Dian Al Mahri? Mengapa banyak orang ingin membuktikan kemegahan tempat ibadah yang biasa disebut Mesjid  <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">kubah</a> emas ini? Keindahan arsitektur, lapisan emas 24 karat yang membalut kubah, dan beragam fasilitas memang membuatnya layak disebut tempat wisata religi favorit.</p>
<p>Sejak diresmikan pada 31 Desember 2006, Mesjid Dian Al Mahri seperti menjadi ikon baru wisata religi, selain Mesjid Istiqlal di Jakarta. Hampir sepanjang hari, puluhan bus wisata maupun kendaraan pribadi rela menembus kepadatan Jalan Raya Cinere-Meruyung. Kondisi ini semakin ramai terutama di akhir pekan atau saat musim liburan tiba.</p>
<p>Saking ramainya, pengunjung harus rela berjalan kaki kurang lebih satu kilometer sebelum mencapai pelataran mesjid. Maklum, tempat parkir di areal mesjid sudah tak mampu lagi menampung ratusan bus rombongan maupun kendaraan pengunjung.</p>
<p>Kenyataan ini dapat dijadikan gambaran bahwa mesjid ini memang menjadi buruan penggemar wisata religi khususnya di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya. Saat GHS berkunjung ke mesjid seluas 8.000 meter persegi ini, bus rombongan maupun kendaraan pribadi berplat luar Jakarta, seperti Cirebon, Bandung, dan beberapa kota di Jawa Tengah maupun Jawa Timur, terparkir rapi.<span id="more-49"></span></p>
<p>“Kami kelompok pengajian dari Semarang. Selain ingin menikmati keindahannya, kami juga berharap bisa salat di sini. Bagaimana sih rasanya salat di mesjid sebesar ini? Sayang sebelum sampai ke mesjid ini, kami sudah kecapekan di jalan,” ujar perempuan yang terlihat ngos-ngosan setelah berjalan dari tempat parkir.</p>
<p>Material Emas</p>
<p>Di siang atau malam hari, kemegahan maupun keindahan mesjid Dian Al Mahri memang tak pernah surut. Selain kubah dengan lapisan emas 24 karat, puncaknya selalu berubah warna setiap fajar, tengah hari, senja, dan malam.<br />
Mesjid yang diklaim berciri arsitektur Islam kuat ini memadukan skalanya yang besar dengan ornamen yang detail guna mencerminkan kemegahan dan keindahan. Sesuai namanya, mesjid ini memang menggunakan material emas dengan tiga teknik pemasangan. Pertama, serbuk emas (prada) yang terpasang di  <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">Mahkota</a> pilar. Kedua, gold plating yang terdapat pada lampu gantung, railing tangga mezanin, pagar mezanin, ornamen kaligrafi kalimat tasbih di pucuk langit-langit kubah dan ornamen dekoratif di atas mimbar. Ketiga, gold mozaik yang terdapat di <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">kubah</a> utama dan  <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">kubah </a> menara.</p>
<p>Mesjid ini menempati areal seluas 70 hektare dan merupakan bagian dari konsep pengembangan sebuah kawasan terpadu yang memfasilitasi kebutuhan setiap umat Islam akan sarana ibadah, dakwah, pendidikan, dan sosial yang menyatu dalam ruang lingkup kawasan bernama Islamic Center Dian Al Mahri.<br />
Mesjid yang terletak di Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat ini terbagi atas ruangan utama mesjid, ruang mezanin, halaman dalam, selasar atas, selasar luar, dan ruangan fungsional lainnya yang mampu menampung 15 ribu jamaah untuk pelaksanaan salat. Untuk acara majelis taklim mampu menampung hingga 20 ribu orang.</p>
<p>Secara umum arsitekturnya memiliki tipologi mesjid dengan ciri <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">kubah</a>, minaret, halaman dalam, serta penggunaan detail atau hiasan dekoratif dengan elemen geometris dan obelisk (ukiran bergaya Mediteranian untuk memperkuat ciri keislaman pada arsitekturnya.</p>
<p>Batu Granit dari Brasil</p>
<p>Lebih lanjut, halaman dalam berukuran 45 x 57 meter, mampu menampung 8.000 orang. Salah satu sisinya berhubungan dengan ruang salat, sedangkan sisi lainnya dibatasi selasar dengan deretan pilar-pilar berbalut batu granit dari Brasil. Minaret atau menara mesjid berbentuk segienam berjumlah enam yang melambangkan rukun iman, menjulang ke angkasa setinggi 40 meter. Keenam minaret ini dibalut granit abu-abu dari Italia dengan ornamen yang melingkar. Tepat pada puncaknya terdapat kubah berlapis mozaik emas 24 karat.</p>
<p>Bagian paling menonjol, yakni kubah, mengacu pada <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">kubah</a> mesjid di Persia dan India. Lima kubah ini melambangkan rukun Islam. Seluruhnya dibalut mozaik berlapis emas 24 karat yang materialnya didatangkan dari Italia.</p>
<p>Di bagian dalam mesjid berdiri pilar-pilar kokoh yang menjulang ke atas guna menciptakan skala ruang yang agung, membuat mereka yang berada di dalamnya akan merasa kecil dan membangkitkan suasana tawadhu dalam keagungan Tuhan. Ruangan mesjid didominasi monokrom dengan unsur utama warna krem untuk memberi karakter ruangan yang tenang dan hangat.</p>
<p>Materialnya, merurut seorang penjaga mesjid, adalah marmer dari Italia dan Turki. Ornamennya menggunakan marmer hitam untuk mendapatkan unsur sakral serta warna emas untuk keindahan dan kekuatan.</p>
<p>Di bagian luar mesjid, terdapat taman-taman yang mengitari seluruh bagian, sehingga mampu menghidupkan suasana kesejukan dan keteduhan bagi pengunjung. Konsep penataan merupakan kolaborasi antara arsitektur bangunan mesjid bernuansa Timur Tengah di lingkungan tropis. Masih satu kompleks, tersedia ruko yang menjajakan beragam aksesori untuk cinderamata, vila tempat para pengunjung menginap, serta rumah tinggal pemilik mesjid.</p>
<p>Memasuki bulan Ramadan, di siang hari, jumlah pengunjung cenderung menurun. Di hari-hari biasa, mesjid ini ramai dikunjungi dari pukul 10.00 hingga 20.00. Sebaliknya, selama bulan Ramadan, aktivitas justru mulai terlihat saat sore hari. Selain itu, setiap hari juga digelar buka puasa bersama di Gedung Serba Guna yang didahului dengan taushiyyah pengantar buka puasa mulai pukul 16.00-17.00.</p>
<p>Mesjid ini, seperti mesjid lain, juga menggelar salat tarawih berjamaah selama bulan Ramadan. Tanggal 28 September nanti, sekaligus menyambut malam Nuzulul Qur’an, digelar beragam acara mulai pukul 05.00 hingga tengah malam. Puncaknya saat Lebaran tiba, diselenggarakan salat Idul Fitri 1 Syawal 1428 H dengan imam Ustad H Amiruddin Said SQ dan kholib dai kondang Ahmad Al Habsyi.</p>
<p>Untuk menuju lokasi mesjid kubah emas, pengunjung dapat melintasi Jalan Raya Cinere, Jakarta Selatan. Namun, disarankan menghindari hari Sabtu dan Minggu karena lalu lintas Jalan Raya Cinere-Meruyung relatif padat, sehingga tak jarang terjadi kemacetan parah.</p>
<p>Sejauh ini akses jalan menuju lokasi menjadi persoalan serius bagi pemilik sekaligus pemerintah Kota Depok. Tujuannya agar pengunjung lebih nyaman dan mesjid ini kian menjadi tempat wisata religi favorit. (SENIOR/Lalang Ken Handita)</p>
<h4>Tag:</h4><ul>material kubah masjid,arsitektur kubah emas,ustadz amirudin said,Mesjid Kubah Mas,masjid kubah mas di malam hari,MASJID KUbah emas,kubah mesjid,Kubah masjid istiqlal berubah warna,kubah emas,kontraktor masjid istiqlal</ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kubahmasjid.com/menikmati-indahnya-kubah-emas/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>200 Masjid di Mekah Tidak Menghadap Kiblat</title>
		<link>http://kubahmasjid.com/200-masjid-di-mekah-tidak-menghadap-kiblat</link>
		<comments>http://kubahmasjid.com/200-masjid-di-mekah-tidak-menghadap-kiblat#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2009 10:01:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faizal</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikle]]></category>
		<category><![CDATA[kubah masjid]]></category>
		<category><![CDATA[masjid]]></category>
		<category><![CDATA[Mekah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kubahmasjid.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[MEKAH, KOMPAS.com — Beberapa laporan dari Arab Saudi menyebutkan, sekitar 200 masjid di kota suci Mekah tidak menghadap ke arah kiblat. Surat kabar Saudi Gazette melaporkan, Minggu (5/4), orang-orang yang melihat ke bawah dari atas gedung-gedung tinggi yang baru di Mekah menemukan, mihrab di banyak Masjid tua Mekah tidak mengarah langsung ke Kabah. Saat menunaikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MEKAH, KOMPAS.com — Beberapa laporan dari Arab Saudi menyebutkan, sekitar 200 masjid di kota suci Mekah tidak menghadap ke arah kiblat.</p>
<p>Surat kabar Saudi Gazette melaporkan, Minggu (5/4), orang-orang yang melihat ke bawah dari atas gedung-gedung tinggi yang baru di Mekah menemukan, mihrab di banyak <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">Masjid</a> tua Mekah tidak mengarah langsung ke Kabah.</p>
<p>Saat menunaikan shalat, warga Muslim sedapat mungkin menghadap ke Kabah, bahkan kalau diperlukan, bisa menggunakan kompas khusus untuk mencari arah kiblat itu. Kabah tersebut terletak di tengah Masjidil Haram di Mekah.</p>
<p>Wartawan BBC, Sebastian Usher, mengatakan, pihak berwenang belakangan melakukan pembangunan kembali kawasan di dan sekitar Masjidil Haram. Namun, <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">Masjid</a>-<a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">Masjid</a> lama di Mekah tetap dipertahankan keberadaannya. Kini bila dilihat dari gedung-gedung tinggi yang baru, sejumlah warga menemukan lokasi mihrab di sebagian masjid tersebut tidak tepat arah.</p>
<p>Pada saat masjid-masjid tersebut dibangun, digunakan perkiraan kasar arah kiblat karena saat itu belum ada alat yang akurat. Sebagian warga mengatakan, ibadah mereka mungkin tidak sah. Namun, seorang pejabat Arab Saudi mengatakan, ibadah shalat mereka tidak akan terpengaruh. Sebagian orang menyarankan sinar laser dipancarkan dari kubah Masjidil Haram untuk menunjukkan arah kiblat yang tepat.</p>
<h4>Tag:</h4><ul>album masjid di kota mekah,apakah isi dari kubah yang di mekkah</ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kubahmasjid.com/200-masjid-di-mekah-tidak-menghadap-kiblat/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Puting Beliung Jatuhkan Kubah Masjid</title>
		<link>http://kubahmasjid.com/puting-beliung-jatuhkan-kubah-masjid</link>
		<comments>http://kubahmasjid.com/puting-beliung-jatuhkan-kubah-masjid#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2009 09:33:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faizal</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kubahmasjid.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[BANJAR, RABU — Angin puting beliung melanda Desa Aluh Aluh Besar, Kecamatan Aluh Aluh, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Rabu (18/2) siang tadi. Selain menghancurkan tiga rumah penduduk dan satu gudang, puting beliung juga mengangkat dan menjatuhkan kubah Masjid Hidayatusolikin di desa tersebut. kurang sempurnanya kontruksi kubah Masjid menjadikan  kubah tersebut terhempas  (Metro Banjar/Donny Sophandi)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 130px"><img title="kubah masjid" src="http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/18/1756281p.JPG" alt="Kubah masjid" width="120" height="120" /><p class="wp-caption-text">Kubah masjid</p></div>
<p>BANJAR, RABU — Angin puting beliung melanda Desa Aluh Aluh Besar, Kecamatan Aluh Aluh, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Rabu (18/2) siang tadi.</p>
<p>Selain menghancurkan tiga rumah penduduk dan satu gudang, puting beliung juga mengangkat dan menjatuhkan<a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank"> kubah Masjid</a> Hidayatusolikin di desa tersebut.</p>
<p>kurang sempurnanya kontruksi <a title="kubah masjid" href="http://kubahmasjid.com/" target="_blank">kubah Masjid </a>menjadikan  kubah tersebut terhempas  (Metro Banjar/Donny Sophandi)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kubahmasjid.com/puting-beliung-jatuhkan-kubah-masjid/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

